BAGAIMANA INVESTASI SAAT KRISIS?
Oleh: Eko Endarto
Dikutip dari Majalah Bahana, Desember 2008
Mas Eko,
Senang bisa mengenal tulisan Anda melalui media ini. Sehubungan dengan krisis
ini saya ingin bertanya, apakah benar bila saat krisis seperti ini investasi
sebaiknya ditarik? Saya bingung karena sebagian orang mengatakan harus ditarik
supaya ruginya enggak banyak dan sebagian lagi bilang jangan karena ruginya
akan terealisasi. Mana yang benar? (Ruddy – 0815895xxx)
Jawaban:
Wah, Mas Ruddy sedang panik ya? Padahal Bapak Presiden berpidato supaya kita tidak panik menghadapi krisis ini. Memang semua yang dianjurkan oleh sebagian orang itu benar, yaitu investasi ditarik supaya tidak tambah rugi, atau dibiarkan saja supaya ruginya tidak terealisasi.
Nah, semua hal itu sangat tergantung kepada Ruddy sebagai investor. Apakah Ruddy benar-benar investor atau hanya seorang yang ingin mencari keuntungan sesaat. Kalau Ruddy seorang investor, seharusnya investasi yang tujuannya untuk jangka panjang tidak perlu ditarik atau dicairkan karena Anda memang belum membutuhkannya.
Pada dasarnya investasi itu bersifat jangka panjang bukan jangka pendek. Saya sering menganalogikan investasi seperti perjalanan bangsa Israel ke Tanah Perjanjian. Tujuan mereka satu, yaitu mencapai kesejahteraan masa depan di tanah yang dijanjikan Tuhan; dan hal itu memerlukan proses perjalanan. Dalam perjalanan panjang itu pasti banyak kendala dan rintangan yang terjadi. Tapi bangsa Israel tetap fokus pada tujuannya sehingga bisa mencapai Kanaan. Sama juga seperti investasi. Ruddy harus fokus pada tujuan yang ingin dicapai. Kalau tujuan itu masih lama untuk dicapai, mengapa harus ditarik? Tapi kalau segera akan dicapai, mau tidak mau harus ditarik. Jadi bukan sekadar untung rugi. Lebih ke pencapaian tujuan.
Salam.
Eko Endarto
Perencana Keuangan
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi