INVESTASI
Oleh: Mike Rini

Dikutip dari CBN CyberSHOPPING

Andre Vitto --- jakarta

Dear Ibu Mieke Rini

Saya berusia 29 tahun dan bekerja di sebuah perusahaan swasta. Gaji saya saat ini 12 juta, bersih per bulan ditambah berbagai bonus dan tambahan lain seperti THR dan uang kesehatan. Saya bingung Bu Rini, kenapa setiap habis bulan kok saya malah defisit, terutama pada kartu kredit. Apakah tindakan saya kurang hati-hati? Lalu bagaimana proses berbelanja yang benar, karena saya pikir kebutuhan saya tidak begitu banyak dan saya masih belum berkeluarga. Apakah Bu Rini bisa membantu saya untuk membuatkan semacam financial planner.

Oya Bu Rini, saya berniat menabung dan mengambil investasi. Apakah cocok bila saya bermain saham? Dan berapa kira kira keuntungan saya apabila saya bermain di bidang saham ini. Selain itu, apakah ada jenis investasi lain yang dapat memberikan return yang pasti?

Jika ada kesalahan saya minta maaf.

Andre Vitto




Jawaban:

Halo Pak Andre,

Yang lebih penting daripada sejumlah penghasilan yang besar adalah bagaimana cara mengelolanya. Berapapun besarnya penghasilan, jika Anda terus melakukan pengeluaran yang lebih besar daripada penghasilan (alias lebih besar pasak daripada tiang), jangan heran jika Anda cepat sekali kehilangan kendali atas keuangan Anda. Defisit anggaran belanja, tidak bisa menabung, tidak bisa berinvestasi, cicilan hutang yang jadi terlalu besar kemudian macet, hanya masalah keuangan yang Anda rasakan saat ini. Jika hal ini dibiarkan terus, maka dalam jangka panjang bisa mengakibatkan Anda tidak memilki sejumlah dana yang bisa digunakan untuk membiayai kebutuhan Anda saat sudah tidak bekerja atau pensiun. Karena itu mulai dari saat ini, segeralah rubah kebiasaan Anda dalam menggunakan uang, agar di masa depan nanti tidak menjadi beban finansial bagi orang lain.

Sebenarnya, untuk seorang lajang, penghasilan Anda termasuk besar untuk rata-rata penghasilan orang saat ini. Namun ternyata Anda mengalami defisit anggaran belanja yang kemungkinan terjadi karena kebiasaan-kebiasaan Anda sebagai berikut:

  1. Gaya hidup yang mendorong pola konsumtif berlebihan. Cara mengatasinya adalah dengan melakukan penyesuaian antara pembelanjaan Anda dengan penghasilan Anda. Misalnya jika clubbing 2x seminggu membuat Anda mengeluarkan terlalu banyak uang, maka kurangilah menjadi seminggu sekali.

  2. Kartu kredit dianggap sebagai uang lebih sehingga mendorong Anda untuk berbelanja saat uang tunai tidak tersedia. Gunakan kartu kredit untuk keadan darurat saja, jangan gunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan, belanja, rekreasi, dll. Biasakan membayar dengan kartu debet atau uang tunai, untuk menghindari pemakaian limit kartu kredit. Jangan lupa untuk membayar lunas tagihan Anda, karena tiap tagihan yang tidak dibayar lunas, akan dikenakan bunga.

  3. Tidak ada batasan dalam melakukan pengeluaran, bisa mengakibatkan Anda cenderung mengeluarkan uang terlalu banyak pada beberapa pos pengeluaran yang kurang penting. Misalnya busana dan aksesoris, telepon, peralatan elektronik, hobby.

  4. Tidak pernah membuat rencana pengeluaran bisa mengakibatkan terjadinya belanja spontan atau impulse buying. Mengeluarkan uang tanpa rencana bisa mengakibatkan Anda tidak bisa membedakan mana keinginan dan mana yang merupakan kebutuhan sesungguhnya. Jika menuruti keinginan semata, maka tidak seorangpun yang gajinya cukup. Karena itu buatlah bujet agar Anda mengeluarkan uang untuk barang yang benar-benar Anda butuhkan.

  5. Adanya pengeluaran tak terduga dalam jumlah yang cukup besar, seperti hadiah, sumbangan, biaya kesehatan, dan lain-lain. Bentuklah sebuah dana cadangan yang berfungsi untuk mengantisipasi pengeluaran tidak rutin ini. Besarnya dana cadangan ini bisa sebesar 2 s/d 3 kali pengeluaran Anda perbulan. Masalah investasi dan pemilihan produk investasi adalah masalah yang berbeda, tetapi berkaitan satu sama lain. Maksud saya, pemilihan produk investasi merupakan urutan terakhir dari suatu proses keputusan berinvestasi. Karena investasi yang Anda lakukan sebaiknya memiliki suatu tujuan yang spesifik dan terukur agar target dana yang dibutuhkan memiliki kejelasan dalam hal jumlah dan waktunya.

Karena itu pilihan produk investasinya harus bisa membantu Anda mencapai tujuan keuangan tersebut. Apakah investasi ke dalam saham bisa membantu Anda mencapai tujuan keuangan Anda? Tergantung tujuan keuangannya bukan?

Dan apabila Anda membutuhkan jasa seorang perencana keuangan yang bisa membantu Anda mengatasi masalah defisit anggaran belanja, serta menabung dan berinvestasi, kami punya program perencanaan keuangan pribadi (individual financial planer) dan keluarga secara lengkap maupun yang spesifik, yang bisa membantu Anda mengatasi masalah keuangan keluarga, juga membantu Anda mencapai tujuan keuangan lain yang diinginkan.

Untuk konsultasi lebih personal, kami anjurkan untuk menjadi klien kami. Anda bisa menghubungi kami di:

Biro Perencana Keuangan Safir Senduk & Rekan
Wisma GKBI, lt. 39 Rg.3901
Jl. Jend. Sudirman no.28
Jakarta 10210, Indonesai
Telepon: (021) 57998024
Fax (021) 57998080

Untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai jasa-jasa kami, silahkan kunjungi website kami di perencanakeuangan.com. Atau jika Anda ingin mendapatkan janji konsultasi langsung dengan kami, silahkan menghubungi Manager Bisnis kami (Ibu Erry Kurniati) di nomor telpon tersebut, atau melalui e-mail di: erry@perencanakeuangan.com.

Salam,
Mike Rini
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan