INVESTASI VALAS ATAU RUPIAH?
Oleh: Safir Senduk

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 987/XVIII

Bapak Safir Yth., Sebagai ibu rumah tangga saya selalu berusaha untuk berbuat yang terbaik untuk keluarga saya. Salah satunya dengan memberikan pendidikan yang baik untuk anak-anak saya. Beberapa minggu lalu saya sempat berjalan - jalan dan melihat pameran pendidikan luar negeri. Nah saya berpikiran apakah mungkin menyekolahkan anak saya ke luar negeri, mengingat biayanya pasti mahal, ya. Kalau mau berinvestasi sebaiknya ke mata uang asing (valas) atau rupiah?

Demikian pertanyaan dari saya. Terimakasih Yulinar - Medan




Jawab:

Ibu Yulinar di Medan,
Anda sungguh luar biasa, Bu. Kenapa saya bilang Anda luar biasa? Karena Anda memiliki cita-cita yang tinggi, yaitu menyekolahkan anak ke luar negeri. Tentunya "tinggi" di sini bukan masalah luar negerinya Bu, tapi harus diakui bahwa banyak sekali kelebihan yang bisa didapat dari sistem pendidikan di luar negeri yang tidak selalu ada di Indonesia. Misalnya masalah fasilitas, fokusnya kurikulum, dan kedisiplinan. Itu semua, sepanjang itu baik, tidak ada salahnya bila diidam-idamkan. Termasuk Anda. Apalagi ini semua untuk kepentingan keluarga Anda sendiri, yaitu anak Anda.

Sekarang, menyekolahkan atau mempersiapkan dana pendidikan untuk anak merupakan salah satu pos pengeluaran yang paling banyak dilakukan oleh keluarga di Indonesia. Ini karena biaya pendidikan - bahkan di Indonesia saja - selalu meningkat tiap tahunnya. Saya sangat terkesan dengan keinginan Anda mencoba merencanakan pendidikan anak sampai keluar negeri, karena setahu saya, biaya pendidikan di luar negeri menjadi lumayan mahal. Terlebih dengan harga rupiah kita memang murah.

Kuncinya di sini adalah dengan melakukan perencanaan yang baik dan tepat. Jadi kalau Anda tanya apakah mungkin bagi Anda untuk merencanakan dananya kalau Anda ingin mempersiapkan anak Anda sekolah ke luar negeri, jawaban saya cukup jelas: MUNGKIN SEKALI.

Mengenai berinvestasi dalam bentuk valas atau rupiah, menurut saya tidak ada yang lebih baik dan lebih buruk. Cuma saja keduanya memang memiliki kelebihan dan kekurangan yang bisa diperbandingkan untuk Anda mengambil keputusan. Kalau Anda berinvestasi di valas, maka kelebihan yang Anda dapatkan adalah adanya perlindungan terhadap nilai investasi Anda. Artinya nilai valas Anda tidak akan berubah walaupun terjadi perubahan kurs. Misalnya saja, sekarang Anda punya uang sebesar US$ 10.000 dan kurs saat ini adalah US$ 1 = Rp.9.000, maka 2 tahun lagi nilai uang Anda akan tetap bernilai USD.10,000 walaupun mungkin kurs saat itu adalah US$.1 = Rp.12.000. Jadi berapun kurs yang berlaku, uang Anda akan tetap sama nilai valasnya, yaitu US$ 10.000.

Nah, kelebihan seperti ini cocok digunakan kalau Anda memang ingin mempersiapkan dana pendidikan kalau memang biaya pendidikan dalam US Dollar. Dengan menabung ke dolar juga, Anda akan terhindar dari risiko perubahan kurs kalau memang dolar itu sudah di tangan Anda. Tapi - nah ini dia - kelebihan ini juga diikuti dengan kekurangannya, yaitu tidak banyaknya alternatif produk investasi dalam valas sehingga kita tidak bisa dengan leluasa memilih alternatif produk dan potensi hasil yang diinginkan bila berinvestasi di valas. Pilihannya toh tak banyak. Paling-paling deposito dolar, reksadana dolar, asuransi (yang mengandung investasi) dalam dolar.

Sebaliknya, dengan investasi dalam rupiah kelebihannya adalah lebih banyak alternatif pilihan produk investasi dan juga tentu alternatif potensi hasil yang beragam pula. Anda bisa memilih dari perbankan, sekuritas, asuransi, manajer ivestasi dan sebagainya. Produknya seperti reksadana, saham, obligasi (yang murah dan terjangkau oleh keluarga sih ORI) dan banyak jenis investasi lainnya.

Kekurangannya, tidak adanya perlindungan dalam nilai investasi Anda. Misalnya kalau nilai uang Anda adalah sebesar Rp 100.000.000 dan saat itu kurs adalah USD.1 = Rp.10.000 maka uang Rp 100.000.000 Anda bisa membeli dolar senilai US$.10,000. Tapi kalau kurs berubah menjadi US$ 1 = Rp.12.000 maka Rp 100.000.000 Anda hanya bisa membeli dolar senilai US$.8333,33 . Jika Anda beli dolarnya ketika anak Anda baru akan masuk sekolah nanti, Anda akan rugi. Jadi, investasi di rupiah sangat peka terhadap perubahan kurs, terutama kalau Anda memang mempersiapkan dana untuk anak Anda sekolah keluar negeri yang memang harus dibayar dalam dolar.

Nah Bu, mana yang bakal Anda pilih? Semoga penjelasan cukup membantu.

Salam.
Safir Senduk
Perencana Keuangan




kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan