Dikutip dari Harian Republika, Oktober 2006
Assalamualaikum wr wb
Pak Ghozali Yth,
Rencana mengenai pemasukan keuangan, kemungkinan akhir tahun 2007, saya akan berhenti bekerja karena ingin memberikan perhatian kepada keluarga. Jadi, kemungkinan pemasukan uang akan sangat berkurang. Masalahnya saat ini, kami ingin merencanakan untuk segera memiliki rumah. Kira-kira, apa saran Bapak untuk mewujudkan keinginan kami untuk memiliki rumah, serta dapat mengalokasikan dana yang kami miliki untuk pendidikan anak dan dana ibadah haji?
Jika kami ingin investasi, apa bentuk investasi yang aman? Selain itu, bentuk usaha apa kira-kira yang dapat saya jalankan di rumah jika sudah tidak bekerja lagi? Terima kasih atas perhatiannya.
EN, Jakarta
Waalaikumussalam wr wb
Ibu EN,
Jika Anda memutuskan untuk mengambil car loan, maka akan ada tambahan biaya bulanan sebesar Rp 1,5 juta untuk cicilan, dan tentunya biaya operasional dan pemeliharaan kendaraan Anda. Saya asumsikan saja biaya operasional dan pemeliharaan ini berkisar Rp 1 juta per bulan. Artinya, ada penambahan biaya sebesar Rp 2,5 juta/bulan jika Anda mengambil mobil tersebut. Tidak ada masalah selama Anda masih bekerja.
Namun jika Anda berhenti bekerja, maka penghasilan berkurang sebesar Rp 4,7 juta. Tentunya uang saku Anda bekerja di luar juga akan berkurang. Biaya langsung yang berkurang bukan hanya biaya transportasi dan makan siang di luar, tapi juga pengeluaran untuk busana dan kecantikan menjadi berkurang dengan tidak lagi bekerja. Saya asumsikan jumlahnya sebesar Rp 750 ribu/bulan.
Ini artinya pengeluaran Anda tahun 2007 nanti menjadi Rp 6,4 juta (4,7juta + 1,5 juta + 1 juta - 750 ribu), sedangkan penghasilan Anda menjadi Rp 6 juta saja. Tentunya ini tidak seimbang. Artinya harus ada evaluasi terhadap pengeluaran rumah tangga Anda selama ini. Karena pengeluaran Rp 1,5 juta sudah pasti dan tidak bisa ditawar-tawar lagi, maka Anda harus bisa menyesuaikan pengeluaran harian menjadi sekitar Rp 3,5 juta saja. Dengan demikian Anda masih akan tetap bisa menabung rutin setidaknya sebesar Rp 750 ribu setiap bulan.
Bagaimana caranya bisa mengurangi biaya rumah tangga dari Rp 4,7 juta menjadi hanya Rp 3,5 juta saja? Memang tidak mudah, tapi jika Anda mau, saya yakin bisa. Pertama, ubah kebiasaan tertentu berkaitan dengan tidak bekerjanya Anda. Misalnya, jika selama ini bekerja, biasanya sering sekali makan di luar atau membeli makanan karena tidak sempat lagi masak untuk sarapan dan makan malam. Dengan Anda di rumah dan masak sendiri, pengeluaran bisa berkurang lumayan besar. Selain itu, jika Anda tidak lagi bekerja, biasanya biaya telepon juga akan menurun drastis, karena Anda tidak perlu lagi sibuk mengurusi pekerjaan, dan tidak lagi sering-sering telepon ke rumah untuk mengontrol anak Anda di rumah.
Untuk rencana memiliki rumah sendiri, bukan hal yang tidak mungkin Bu. Karena banyak orang yang bisa memiliki rumah sendiri dengan jumlah penghasilan yang lebih rendah dari Anda berdua. Masalahnya adalah, standar rumah seperti apa yang Anda berdua inginkan?
Karena Anda sudah memiliki tanah sendiri, saya sarankan agar membangun rumah secara bertahap saja. Hal ini juga mengingat anak Anda yang baru satu dan masih kecil sehingga belum memerlukan rumah yang terlalu luas. Nantinya rumah ini bisa dikembangkan sesuai dengan perkembangan jumlah anggota keluarga.
Dananya bisa memanfaatkan tabungan yang ada sekarang, dan tambahan tabungan rutin per bulan. Hitungan kasar saja, Anda sudah mulai bisa membangun dalam waktu dua tahun lagi. Sedangkan pengembangannya bisa dilanjutkan setelah cicilan mobilnya selesai, bisa dengan cara meminjam di bank dengan cicilan tidak lebih dari Rp 1,5 juta per bulan.
Sedangkan untuk pendidikan anak sebaiknya dibuat rencana jangka panjang dari SD sampai dengan Perguruan Tinggi. Jika pendidikan dasarnya tidak terlalu banyak memakan biaya, maka bisa dialokasikan dari setoran rutin bulanan. Dan untuk perguruan tingginya mulai disiapkan setelah cicilan bank selesai. Begitu juga dengan biaya naik haji, bisa dialokasikan jika semua cicilan hutang sudah selesai.
Tentunya jika ada penghasilan tambahan dari usaha rumah akan lebih baik lagi. Dengan begitu biaya pendidikannya akan lebih terjamin lagi, dan Anda berdua bisa lebih cepat naik haji mumpung masih usia muda dan sehat. Jenis usahanya bisa apapun juga Bu. Yang penting bukan jenis usahanya, tapi bagaimana Anda bisa mengelolanya dengan baik. Dengan pengalaman Anda bekerja di perusahaan selama ini, saya yakin tidak ada kendala bagi Anda mengelola usaha Anda sendiri nantinya.
Salam,
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Saya dan suami sama-sama bekerja. Penghasilan suami sekitar Rp 6 juta dan saya Rp 4,7 juta. Kami memiliki seorang anak perempuan berusia 15 bulan. Pendapatan saya biasanya habis untuk kebutuhan sehari-hari, sedangkan gaji suami ditabung. Sayangnya, saat ini kami belum memiliki tabungan (hanya ada saldo sekitar Rp 7 juta), karena dana yang sudah terkumpul kami gunakan untuk membeli tanah dan menambah biaya untuk pembelian mobil. Insya Allah, bulan depan akan memperoleh car loan dari tempat kerja suami dengan cicilan Rp 1,5 juta per bulan selama lima tahun.
Jawaban:
Pertama, kita evaluasi terlebih dahulu mengenai pengeluaran Anda ya bu. Jika selama ini gaji Anda habis untuk kebutuhan sehari-hari, artinya pengeluaran rumah tangga Anda sebesar Rp 4,7 juta. Sayangnya Anda tidak memberikan keterangan lebih rinci lagi, tapi saya harap jumlah ini masih bisa kita hemat lagi Bu. Karena nantinya akan ada pengeluaran tambahan berkaitan dengan car loan.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi