INGIN BELI DINAR IRAK
Oleh: Ahmad Gozali

 

Dikutip dari Republika, 02 Desember 2007

Assalamualaikum wr wb
Salam sukses Mas Ahmad Gozali,
Begini Mas, saat ini kan lagi ramai-ramainya penjualan dinar Irak di Indonesia. Yang ingin saya tanyakan adalah:

1. Menurut Mas Gozali, apakah dinar Irak akan betul-betul bisa mencapai 1 dinar Irak = 1 dollar AS pada waktu mendatang, dengan melihat kondisi Irak saat ini yang sedang dalam kondisi tidak menentu, namun potensi ekonomi dari minyak sangat besar.

2. Saya sebenarnya tertarik untuk membeli dinar. Bayangkan, andaikan 1 dinar Irak bisa mencapai 1 dollar AS, betapa besar keuntungan yang akan diperoleh. Menurut Mas Gozali sendiri bagaimana?
Mungkin ini dulu ya Mas surat dari saya, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Rusdi, Yogyakarta

Jawaban:

Waalaikumussalam wr wb
Pak Rusdi yang baik,
Memang betul, saat ini ada beberapa pihak yang gencar memasarkan penjualan mata uang dinar Irak. Yang dimaksud dengan dinar Irak ini adalah mata uang baru negara Irak sebagai pengganti dari mata uang dinar Irak lama buatan pemerintahan Saddam Husein. Mata uang ini masih belum dipasarkan secara resmi di perdagangan mata uang internasional.

Saat inipun nilainya masih sangat rendah, namun diklaim akan punya nilai yang sangat tinggi nantinya. Karena negara Irak sebetulnya punya potensi yang luar biasa dari hasil minyak bumi. Prediksi dari para penjual dinar Irak itu adalah nilainya bisa melambung luar biasa naik ketika pemerintahan Irak sudah stabil dan Irak bisa mengekspor minyaknya ke luar negeri.

Begitulah yang disampaikan oleh para penjual dinar Irak untuk menggaet calon konsumen yang akan membelinya. Namun perlu saya pertegas Pak, bahwa nilai mata uang suatu negara bukan hanya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, tapi juga kondisi politiknya. Mungkin secara ekonomi, Iraq bisa kembali menjadi negara kaya karena sumber minyaknya yang besar. Namun secara politik, sumber minyak itu akan percuma saja jika negaranya masih dalam kondisi terjajah seperti sekarang ini.

Sehingga investasi ini tidak saya rekomendasikan, karena sangat besar unsur spekulasinya. Karena bisa saja pemerintah penjajah saat ini mengganti mata uangnya dengan mata uang lain, atau mungkin saja pemerintahan Irak yang baru membuat mata uang baru lagi. Dan karena mata uang ini belum dijual secara resmi dalam perdagangan mata uang internasional, maka dapat dipastikan mata uang ini adalah 'selundupan' dan tidak ada yang bisa menjamin keasliannya.

Pada kenyataannya pun yang sekarang ini banyak menjual mata uang dinar Irak adalah para pedagang. Yang membeli murah, melempar isu agar harganya naik, lalu menjualnya lagi kepada orang lain. Mereka sendiri tidak berani menunggu lama sampai mata uang tersebut benar-benar tinggi nilainya setelah nanti resmi diperdagangkan. Demikian Pak penjelasan dari saya. Semoga bermanfaat.

Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan