HUTANG UNTUK MODAL USAHA
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Harian Republika, Juni 2007

Assalamualaikum wr wb

Bapak Ahmad Gozali yang terhormat, Saya seorang guru yang masih lajang dengan penghasilan Rp 1,2 juta-Rp 1,3 juta per bulan. Saya mempunyai tabungan Rp 2 juta. Dengan tabungan itu, saya berniat usaha sampingan di pasar. Karena tabungan saya kurang untuk modal, maka saya mengajukan kredit sebagai berikut:

  • Uang cash sebesar Rp 2 juta dengan angsuran kurang dari Rp 200 ribu per bulan selama satu tahun.
  • Kendaraan selama 2,5 tahun dengan angsuran Rp 507 ribu per bulan. * Angsuran kios, Rp 315 ribu per bulan.

Yang ingin saya tanyakan:

  1. Dengan kredit sebesar itu, apakah saya tidak akan dililit hutang?
  2. Apakah saya harus menunggu uang saya terkumpul dulu baru buka usaha? Nyatanya, selama ini uang saya selalu habis oleh keperluan yang tak tentu.

Mohon penjelasan dari Bapak. Terima kasih.

Sigit, Tangerang


Jawaban:

Halo Pak Sigit, apa kabar? Senang sekali menerima pertanyaan dari Anda. Saya salut dengan rencana Anda untuk membuka usaha sendiri di samping kegiatan utama Anda sebagai guru. Membuka usaha sendiri, di samping bisa mendapatkan penghasilan tambahan, suatu saat bila berkembang akan memberikan passive income. Selain itu, Anda bisa membuka lapangan kerja yang menjadi solusi terhadap masalah pengangguran di negeri kita.

Umumnya, kendala yang dihadapi pada awal membuka usaha adalah keterbatasan modal. Padahal, tidak semua usaha memerlukan modal, bahkan banyak yang bisa menjalankan usaha tanpa modal sama sekali. Apa bisa? Ya, Anda bisa menawarkan ide kepada investor yang memiliki modal atau bisa menggunakan sistem konsinyasi (supplier titip jual pada Anda), atau Anda bisa menjadi makelar/perantara jual beli. Alternatif lain adalah minta konsumen untuk membayar di muka seperti untuk les privat atau lembaga pendidikan yang mewajibkan membayar uang pangkal/uang belajar sebelum siswa belajar.

Kemudian, rencana Anda mengajukan kredit untuk modal usaha sah-sah saja, tetapi perlu Anda perhatikan bahwa standar aman bagi kemampuan seseorang untuk membayar cicilan hutang adalah maksimal 30 persen dari penghasilan. Bila melihat total penghasilan Anda maka toleransi pembayaran cicilan hutang Anda adalah Rp 400 ribu-Rp 450 ribu per bulan. Sehingga bila lebih dari angka tersebut maka bisa menganggu cashflow Anda per bulannya dan alokasi untuk pengeluaran sehari-hari Anda akan terganggu.

Untuk itu, saran saya, cobalah Anda memulai usaha dengan modal terkecil dahulu. Anda memiliki uang Rp 2 juta yang bisa dioptimalkan untuk memulai usaha. Banyak hal yang bisa dilakukan dengan uang Anda, bahkan beberapa rekan saya berhasil mengembangkan usaha dengan modal kurang dari Rp 1 juta yang kini berkembang pesat dengan omzet jutaan. Anda bisa memulai dari rumah Anda sendiri tanpa harus menyewa kios. Anda bisa berjualan voucher/pulsa handphone, membuat produk makanan atau minuman yang dititipkan di warung. Anda juga bisa membuka usaha jasa sesuai dengan keahlian Anda semisal membuka les privat, bimbingan belajar, dan lain-lain.

Sudah tentu Anda tidak harus menunggu uang kumpul terlebih dahulu untuk membuka usaha, toh Anda sudah mempunyai sumber daya yang cukup yaitu tabungan. Tetapi, tidak ada salahnya menyisihkan penghasilan Anda minimal 10 persen setiap bulannya untuk menambah modal usaha atau diinvestasikan buat masa depan. Demikian, semoga bermanfaat. Selamat berwirausaha, sukses untuk Anda!

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan