GAJI PAS-PASAN, MUNGKINKAH MENABUNG DAN BERINVESTASI?
Oleh: Ahmad Gozali
Dikutip dari Republika, 18 Januari 2009
Assalamualaikum Wr Wb
Saya karyawan swasta, saya mau tanya apakah masih perlu asuransi jiwa yang digabung
investasi? Pertanyaan ini saya ajukan mengingat gaji saya pas-pasan dan tabungan
saya tipis. Kalau menabung terus terang saya bukan tipe orang yang hemat. Tolong
Bung jalan keluarnya. Thanks.
Salam,
Darmawan
Jawaban:
Waalaikumussalam Wr Wb
Untuk menjawab pertanyaan Anda, saya akan memisahkan dulu antara asuransi jiwa dan investasi. Ini perlu karena sebetulnya ada banyak pilihan produk yang bisa Anda pilih, baik itu berupa paket seperti asuransi jiwa + investasi, maupun asuransi jiwa dan investasi secara terpisah. Asuransi jiwa + investasi hanya saya sarankan kalau Anda perlu keduanya dan ingin lebih praktis.
Untuk asuransi jiwa, yang harus menjadi pertimbangan adalah apakah Anda punya tanggungan nafkah atau tidak? Artinya, apakah Anda punya istri, anak, orangtua, atau mungkin adik yang saat ini sepenuhnya mengandalkan nafkah dari Anda? Jika ya, maka Anda perlu asuransi jiwa.Pertanyaan kedua, apakah Anda mendapatkan asuransi jiwa yang memadai dari perusahaan tempat Anda bekerja? Jika ya, maka Anda tidak perlu lagi mengambil asuransi jiwa. Tapi jika tidak, Anda jelas perlu membeli asuransi jiwa sendiri.
Sekarang mengenai investasinya.
Saya menawarkan Anda dua pilihan kalimat sebagai berikut:
''Karena gaji pas-pasan, maka saya tidak usah berinvestasi'', ''Karena tabungan
tipis, maka saya tidak perlu lagi berinvestasi'', ''Karena tidak bisa berhemat,
maka saya tidak usah berinvestasi'' atau kalimat berikut:
''Justru karena gaji pas-pasan maka saya perlu investasi untuk masa depan karena tidak bisa hanya mengandalkan gaji saja'', ''Justru karena tabungan saya tipis, maka saya perlu menambah tabungan saya'', ''Justru karena saya tidak bisa berhemat, maka saya perlu strategi baru untuk berinvestasi''.Jika Anda memilih kalimat yang kedua, maka saya sangat sarankan Anda memiliki tabungan rutin setiap bulan, dan melakukan investasi untuk kepentingan masa depan Anda.
Prioritas Anda sekarang adalah mengisi tabungan Anda sampai jumlahnya sekitar 3 sampai 6 kali dari penghasilan Anda. Setelah itu tercapai, maka prioritas selanjutnya adalah berinvestasi dalam arti uang simpanan Anda tidak hanya menganggur di rekening bank.Tapi, bagaimana caranya? Kalau Anda sendiri mengatakan sulit untuk berhemat, dalam arti sulit menyisakan uang untuk ditabung atau diinvestasikan, maka paradigma menabung Anda perlu diubah.
Caranya? Yaitu dengan menabung di awal, dan bukan menunggu sisa. Dengan cara ini, insya Allah Anda akan selalu punya uang untuk ditabung. Beda halnya kalau menunggu sisa di akhir bulan, tentunya lebih sulit karena banyak godaan untuk berbelanja dan menghabiskan uang. Nah, mengenai asuransi + investasi, silakan Anda ambil jika Anda memang perlu asuransinya seperti saya jelaskan di atas. Dengan cara ini Anda akan 'dipaksa' untuk berinvestasi secara rutin karena 'ditagih' dalam bentuk premi. Biasanya sih, kita akan lebih disiplin ketika ditagih oleh orang lain daripada ditagih oleh diri sendiri.
Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi