Dikutip dari CBN CyberSHOPPING
Pak Gozali, saya punya masalah yang belum terpecahkan nih. Saya dan istri sama-sama mempunyai penghasilan bulanan. Kami juga ingin berinvestasi dalam bentuk bisnis skala kecil, atau sesuai pendapatan. Menurut Bapak, apa lebih efektif apabila kami saling melibatkan income family, atau pengeluaran untuk bisnis ini idealnya ditanggung oleh satu orang saja? Kira-kira kalau dilihat dari kacamata perencana keuangan, bagaimana Pak. Mana yang lebih efektif.
Mohon pencerahannya. Wassalam.
Sahar.
Pak Sahar, rupanya Anda dan istri cukup kreatif juga ya dalam mencari penghasilan tambahan.
Nah, menjawab kebingungan Anda, darimana seharusnya pengeluaran bisnis ini dibiayai, apakah lebih baik dari penghasilan Anda atau dari penghasilan istri? Jawaban saya pak, dua-duanya tidak baik dan tidak efektif. Penghasilan Anda berdua seharusnya tidak boleh dicampuradukkan dengan pengeluaran untuk bisnis.
Penghasilan rutin dari bekerja sebaiknya hanya digunakan untuk pengeluaran yang juga bersifat rutin untuk keperluan rumah tangga. Adapun pengeluaran untuk kepentingan bisnis seharusnya memiliki keuangan sendiri yang terpisah. Keuangan keluarga dan keuangan bisnis harus dipisah karena keuangan bisnis seringkali tidak menentu dan dapat mengganggu keuangan keluarga yang lebih bersifat rutin.
Untuk itu pak, Anda harus memisahkan sejumlah tertentu modal untuk usaha. Setelah modal itu disiapkan, diharapkan usaha tersebut bisa berjalan dengan modalnya sendiri tanpa menggerogoti keuangan pribadi Anda berdua. Jika memang terjadi masalah di kemudian hari, bisa saja usaha tadi "meminjam" uang tabungan Anda atau istri. Dan jika usahanya sudah maju, maka pinjaman modal tadi bisa dikembalikan kepada Anda atau istri.
Modal usaha itu bisa diambil dari dana Anda sendiri atau dana istri, atau berpatungan, tidak masalah sumbernya dari mana. Yang penting, ketika usaha sudah berjalan, jangan dicampuradukkan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha ini.
Demikian dari saya pak, selamat menjalankan bisnis. Semoga berhasil...
Salam,
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Jawaban:
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi