DASAR PENGELOLAAN KEUANGAN
Oleh: Ahmad Gozali

 

Dikutip dari Wanita Indonesia No 968, 2008

Dear mas Gozali,
Maaf saya pembaca baru, saya ingin menanyakan, bagaimana caranya mengelola uang dengan baik. Terima kasih.

NN. 08526802XXXX

Jawaban:

Setiap dari kita tentu memiliki tujuan-tujuan dalam hidup yang ingin dicapai. Mulai dari keinginan untuk memiliki kendaraan, menikah, punya rumah, jalan-jalan dengan keluarga, bisa menyekolahkan anak sampai masuk kuliah, hingga ingin menjalankan ibadah agar hidup menjadi lebih sempurna. Nah, tentu nya semua tujuan itu perlu dipersiapkan dengan matang dan tentunya memiliki konsekuensi yang besar dari sisi keuangannya. Itulah mengapa, perlu bagi kita semua untuk dapat mengelola sumber penghasilan yang dimiliki untuk dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin agar semua tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

Sekarang, bagaimana sih caranya mengatur keuangan yang baik? Dan kenapa sih kita harus mengelola keuangan dengan baik. Sebenarnya sih susah juga kalau saya katakan, sekian persen untuk ini dan sekian persen yang lainnya untuk itu. Kenapa? Karena setiap kita tentu punya kebutuhan dalam keluarga yang berbeda-beda. Mungkin ada diantara kita yang pengeluaran terbesarnya untuk transport kekantor, ada juga yang setengah dari penghasilan digunakan untuk membayar cicilan, bahkan ada juga yang ¾ pengelurannya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Apakah salah? Saya tidak bisa katakan salah atau benar, tapi mungkin lebih enak kalau dibilang kurang tepat. Kita harus bisa mengelola keuangan dengan baik karena seperti diketahui dimana sumber penghasilan kita selama ini kan terbatas, bener gak? Tapi pengeluaran kita jumlah dan nilainya tidak terbatas. Wah, kalau hal ini tidak dihiraukan, bisa-bisa setiap bulan selalu besar pasak dari pada tiang terus menerus. Tentu kondisi seperti ini tidak baik apabila terjadi terus menerus dalam jangka lama.

Agar pengeluaran dapat terkendali dengan baik, saya sarankan kepada Anda untuk mengatur pengeluaran berdasarkan prioritasnya. Setelah Anda menerima penghasilan diawal bulan, prioritas pengeluaran yang harus dilakukan adalah membayar kewajiban sosial, seperti zakat, infak, perpuluhan dan persembahan. Dengan mendahulukan membayar kewajiban sosial tentu akan membuat Anda menjadi tenang dalam menjalani kehidupan karena kita telah bersyukur atas apa yang diperoleh. Kemudian, prioritas kedua adalah membayar cicilan seperti kartu kredit, KPR, dan cicilan-cicilan lainnya. Kalau hal ini Anda abaikan bisa-bisa akan kena sangsi berupa denda atau bunga. Besarnya cicilan maksimal yang diperbolehkan adalah 30 persen dari penghasilan yang diterima. Nah, kalau sekarang ini misalnya Anda punya cicilan maka sebaiknya dihitung-hitung lagi, lebih dari nilai tadi atau tidak.

Kemudian, prioritas pengeluaran ketiga adalah menabung atau investasi. Bisa lewat deposito, beli emas, asuransi, reksadana dan lain sebagainya. Hal ini perlu didahulukan karena Anda hidup kan bukan hanya saat ini saja, tapi juga masa depan yang tentunya segalanya dapat terjadi apalagi harga-harga barang akan terus meningkat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka dengan investasi adalah cara yang tepat untuk mempersiapkannya. Berapa besarnya untuk investasi yang harus diambil dari penghasilan? Yah, minimal 10 persen saja juga sudah cukup. Dan prioritas pengeluaran terakhir silahkan Anda habiskan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Baik itu untuk bayar listrik, air, belanja kebutuhan keluarga, dan lain sebagainya.

Mengelola keuangan yang baik dilihat bukan dari seberapa besar penghasilan yang Anda terima setiap bulannya tapi lebih kepada kemauan dari diri Anda untuk mau mengoptimalkan sumber penghasilan yang diterima. Apapun caranya yang pas untuk keluarga, tentu Anda yang lebih tahu tentang hal itu.

Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan