CARA MELUNASI UTANG
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Wanita Indonesia No. 933, 2007

 

Mas Gozali,
Saya dan suami saat ini berutang sekitar Rp.7000.000,-. Karena pendapatan suami selama ini setiap bulan hanya sekitar Rp. 2000.000,-, itu juga tidak pasti kadang kurang, jadinya saya sering meminjam dari teman hingga akhirnya menumpuk banyak. Memang teman tidak menagih pembayarannya, tapi saya merasa tidak enak. Mohon bantuan solusinya. Terima kasih.

NN 0812590XXXX


Jawaban:

Ibu NN,
 
Satu hal yang paling penting untuk diperhatikan jika kita ingin terbebas dari hutang, adalah niat kuat kita untuk mau membayar hutang kita, apapun yang terjadi, bagaimanapun caranya. Karena yang namanya sudah kewajiban, maka sedapat mungkin kita lunasi. Nah, perasaan tidak enak Anda itu merupakan indikasi yang baik, artinya Anda merasa ingin segera melunasi hutang Anda. Karena banyak juga lho yang tidak punya itikad baik untuk segera melunasi hutang. Dengan alasan kondisi keuangan sedang kurang baik lah, terpakai untuk ini itu lah, dan lainnya. Baik itu alasan yang memang benar, maupun alasan yang dibuat-buat supaya benar. Jangankan merasa tidak enak karena punya hutang, merasa punya hutang pun tidak.
 
Dengan adanya itikad yang kuat untuk melunasi hutang, maka kita akan terpacu untuk bisa mengelola keuangan kita lebih baik lagi, dan bukannya mencari kambing hitam agar bisa menunda atau mengurangi pembayaran hutang kita. Dengan penghasilan Rp 2 juta, sepertinya bukan masalah besar untuk bisa melunasi pinjaman sebesar Rp 7 juta tersebut. Selama hutang tersebut tidak berbunga dan terus berbunga, Anda bisa melunasinya dengan baik.
 
Tentunya tidak perlu memaksakan diri menunggu dapat rezeki lebih dan langsung melunasi hutang Rp 7 juta tersebut, karena itu sama saja dengan mengkhianati kepercayaan yang diberikan oleh teman Anda yang memberi hutang. Buat saja komitmen untuk membayar hutang tersebut secara bertahap alias diangsur. Misalnya, Anda punya komitmen untuk mencicil Rp 200 ribu setiap bulan. Maka dalam waktu 14 bulan, hutang Anda sudah lunas. Percayalah, walaupun sedikit demi sedikit mengangsur, hal ini akan lebih baik bagi Anda dan peminjam, daripada mencari cara untuk bisa melunasinya dengan cepat, tapi tidak juga dijalankan. Bagi peminjam, angsuran merupakan kepastian, sehingga hal ini bisa menjaga hubungan baik diantara Anda berdua.
 
Ingat, pembayaran cicilan hutang itu lebih prioritas daripada memenuhi biaya hidup yang lebih banyak bersifat keinginan daripada kebutuhan. Agar tidak merasa terlalu berat membayar hutang Rp 200ribu padahal penghasilan cuma Rp 2 juta, potong penghasilannya di awal. Sebelum dipakai untuk yang lain, potong dulu untuk bayar hutang, anggap saja penghasilan Anda hanya Rp 1,8 juta.
 
Saya tidak tahu Anda tinggal dimana dan apakah Anda punya anak kecil atau tidak sehingga saya tidak tahu berapa sih kebutuhan minimum keluarga Anda. Tapi prinsipnya sederhana saja untuk penghasilan berapapun. Kalau Anda merasa penghasilan Anda 2 juta, maka Anda akan mensetting pengeluaran pun sebesar 2 juta. Tapi kalau Anda merasa penghasilan hanya Rp 1,8 juta, maka yang ada di kepala adalah pengeluaran sebesar Rp 1,8 juta saja.
 
Selamat mencoba, semoga jalan Anda dimudahkan oleh yang Maha Kuasa.

 

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan

kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan