Dikutip dari CBN CyberSHOPPING
Bapak yang terhormat, perkenalkan nama saya Alvin, domisili di Makassar. Saya adalah seorang mahasiswa yang putus di tengah jalan akibat financial trouble. Karena itu, saya mencoba berbagai macam jenis usaha untuk dapat bertahan hidup, salah satunya menjadi salesman, MLM, dll. Namun hal itu belum membuahkan hasil. Sekarang, tekad saya sudah bulat untuk membuka sebuah usaha dengan skill yang saya miliki, tentunya dibantu oleh beberapa teman yang mempunyai keahlian tersendiri. Kesepakatan kami adalah berbisnis warnet/ game center, tapi kami masih terbentur pada masalah modal. Modal yang kami miliki sekarang hanya semangat dan skill. Adapun menurut perhitungan kami, modal yang dibutuhkan sekitar Rp50 juta.
Karena itu, saya ingin bertanya:
- Bagaimana caranya untuk memperoleh pinjaman modal?
- Apa sajakah persyaratannya ?
- Apakah ada donatur yang bersedia memberikan pinjaman modal dengan sistem bagi hasil?
Jawaban, saran dan kritik dari Bapak sangat kami harapkan. Terima kasih.
Alvin --- Makassar
Jawaban:
Halo Alvin, senang mendapat e-mail dari Anda nun jauh di sana.
Saya menghargai sekali semangat Anda dan kawan-kawan dalam berbisnis. Semoga semangat ini bisa diwujudkan dalam bentuk gerak nyata, dan sukses selalu bersama Anda.
Berikut jawaban saya atas pertanyaan yang Anda ajukan:
- Pinjaman modal bisa datang dari mana saja. Jangan terpaku hanya pada lembaga keuangan, apalagi bank. Karena bank hanya akan membiayai usaha yang memang sudah berjalan dan dapat dievaluasi perkembangannya. Sedangkan lembaga keuangan non-bank lainnya mungkin masih bisa memberikan pembiayaan untuk usaha baru, tapi biasanya membutuhkan agunan yang lebih besar dan bunga yang lebih tinggi. Alternatif lainnya yang bisa Anda lakukan adalah mencari pemodal individu yang bersedia berkerjasama.
- Persyaratannya tentunya akan sangat bergantung sekali pada sumber permodalannya. Jika Anda mengajukannya pada bank, maka bank mensyaratkan kelengkapan administrasi yang ketat. Lembaga keuangan non-bank biasanya lebih fokus pada jaminan yang diagunkan. Namun secara umum, Anda perlu membuat sebuah rencana usaha yang matang dan realistis yang akan dijadikan sebagai bahan pertimbangan oleh pemodal. Sedangkan untuk pemodal individu, mereka bisa mengesampingkan syarat administrasi dan jaminan, tapi kepercayaan sangatlah diutamakan. Dan rencana usaha menjadi patokan mereka dalam menentukan propektif atau tidaknya usaha Anda.
- Jika yang Anda cari adalah donatur untuk membiaya usaha Anda, maka sepertinya tidak ada pihak yang mau menjadi donatur. Tapi kalau yang Anda cari adalah investor, bukan tidak mungkin banyak yang berminat jika usaha Anda memang layak. Jika yang Anda cari adalah donatur, maka Anda menempatkan diri Anda dalam posisi "meminta", dalam dunia bisnis hal ini sangat tidak layak. Tapi jika Anda mencari investor, maka Anda menempatkan diri Anda sebagai partner yang sejajar. Hal ini sangat penting untuk memberikan posisi tawar dalam melakukan negosiasi dengan investor, dan tentunya menumbuhkan kepercayaan diri Anda sebagai pengusaha.
Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan