INGIN BUKA USAHA SETELAH KENA PHK
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Harian Republika, Maret 2007

Assalamualaikum wr wb

Pak Gozali,
Perkenalkan nama saya Drajat, usia 27 tahun. Saya baru saja kena pemutusan hubungan kerja (PHK) dari sebuah perusahaan swasta ekspedisi di Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sekarang saya ingin mencoba membuka usaha sendiri dengan modal yang ada (Rp 50 juta) tetapi saya masih bingung jenis usaha apa yang cocok. Sebagai gambaran, saya sangat menyukai jenis perdagangan walaupun dalam skala kecil. Ada banyak rencana untuk berdagang seperti membuka toko pakaian dalam wanita, peralatan bayi dan ibunya. Semua itu karena saya kenal dengan distributornya. Tetapi masalahnya, di mana saya harus membuka toko? Sempat juga ada ide ingin buka rental playstation. Terus terang, sekarang ini saya bingung langkah pertama apa yang harus saya lakukan untuk memulai. Saya harap Pak Gozali dapat memberi solusi. Mungkin Pak Gozali punya kenalan distributor yang bisa diajak kerjasama. Demikian email saya sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih.

Drajat
Jakarta Utara


Jawaban:

Waalaikumssalam wr wb

Mas Drajat,
Saya turut prihatin akan musibah PHK yang menimpa Anda. Saran saya, jadikan PHK sebagai langkah memulai awal karier yang baru yaitu memiliki usaha sendiri. Banyak orang yang lebih berhasil setelah di-PHK karena ulet dalam menjalankan usaha, waktu tidak terikat sehingga kesempatan mengembangkan diri lebih optimal, dan tentu saja lebih cepat meraih kebebasan finansial.

Bagi yang baru memulai usaha memang ada kendala yaitu kebingungan memilih jenis usaha yang cocok. Untuk itu ada beberapa faktor kunci yang perlu diperhatikan dalam memilih usaha : Pertama, kenalilah pribadi Anda dalam kaitannya dengan usaha. Anda bisa memulai dari hobi atau hal yang disukai. Misalnya, bila Anda hobi berkebun, Anda dapat berusaha di bidang pertanian. Bila Anda suka main musik, bisa usaha bidang karaoke atau menyewakan peralatan musik, dan lain-lain.

Kecintaan pada bidang usaha akan membuat kita nyaman menjalankannya, meskipun belum menghasilkan keuntungan. Kemudian Anda juga bisa menjalankan usaha yang dikuasai artinya usaha tersebut dikenali seluk-beluknya dan Anda punya pengalaman di bidangnya. Mungkin dari pengalaman kerja selama ini bisa dijadikan peluang usaha. Biasanya, usaha yang berangkat dari pengalaman, memiliki risiko kegagalan kecil karena sudah paham dan menguasai.

Setelah itu, barulah perkirakan kemampuan Anda saat ini untuk menjalankan usaha tersebut. Kemampuan ini meliputi aspek modal usaha, aspek teknis dan keahlian, pengelolaan keuangan, bagaimana strategi pasarnya, dan lain-lain.

Kalau Anda menyukai jenis usaha perdagangan, maka Anda bisa memulai dari situ. Usaha dagang dan memproduksi barang memerlukan modal lebih tinggi dibandingkan usaha jasa. Dengan modal Rp 50 juta, banyak barang dagangan yang bisa dibeli. Saran saya, carilah peluang pasar dulu baru kemudian mencari produk yang dijual. Untuk mencari peluang pasar, Anda bisa cari di tabloid atau majalah bisnis, internet, komunitas bisnis atau instansi pemerintah (Deperindag). Kalau memang dana mencukupi, Anda bisa menyewa toko tetapi Anda bisa juga menyimpan produk di rumah Anda dan mempromosikannya dengan brosur, iklan di media massa atau internet. Saat ini juga banyak usaha yang dijalankan secara online.

Kemudian untuk mendapatkan distributor, Anda bisa mencari di internet, tabloid atau majalah bisnis, yang banyak menawarkan keagenan produk tertentu. Demikian, semoga bermanfaat. Jangan segan untuk menghubungi kami kembali bila masih ada permasalahan yang perlu dipecahkan

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan