BUKA USAHA TAMAN BACAAN
Oleh: Safir Senduk

 

Dikutip dari Sindo, 17 Februari 2008

Mas Safir,

Perkenalkan nama saya Whina, saya seorang karyawati swasta. Saya mempunyai impian, yang rencananya akan saya wujudkan tahun ini atau ttidak tahun depan. Rencananya saya ingin membuka taman bacaan di daerah saya. Namun, terus terang saya tidak mempunyai dana yang cukup untuk mewujudkan rencana saya itu. Sedangkan saya tahu, membuka sebuah taman bacaan membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Menurut anda, apa yang harus saya lakukan agar rencana saya itu dapat terwujud? Agar biaya yang saya keluarkan tidak terlalu banyak dan tempat saya itu dapat banyak berguna bagi banyak orang.

Terima kasih.

Whina – Sumbagsel

Jawaban:

Mbak Whina di Sumbagsel,

Wah, impian Anda mulia sekali. Jarang lho orang mau bersusah payah mendirikan sebuah taman bacaan. Kenapa? Karena banyak Taman Bacaan seringkali tidak mendatangkan untung sama sekali. Tapi saya yakin, tujuan Anda mendirikan taman bacaan bukan hanya sekedar mencari untung tapi lebih untuk membantu masyarakat supaya lebih mengenal dunia luar dan juga mungkin bisa membantu pemerintah dalam menghapus buta aksara. Betul kan?

Gini Mbak Whina... sebenarnya nggak selalu juga lho untuk bikin taman bacaan perlu modal besar, khususnya modal uang. Sekarang gini, Taman Bacaan kan Anda butuh satu ruangan, satu komputer mungkin untuk administrasi, dan banyak sekali stok buku untuk dibaca. Ya kan? Nah, untuk stok buku, Anda bisa kasih proposal kepada pemda setempat untuk mendapatkan bantuan buku gratis dari Pemerintah Pusat. Tau nggak, ini sebenarnya adalah salah satu program yang sekarang lagi dijalankan untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

Jangan lupa tanya juga ke sanak saudara atau mungkin tetangga yang punya buku-buku bekas tapi masih layak untuk dibaca. Saya rasa itu cukuplah. Nah, supaya masyarakat nggak bosan melihat stok buku Anda yang itu-itu saja setiap bulan, maka salah satu caranya adalah dengan mencari donatur yang mau menyumbangkan buku bacaan bekasnya setiap bulan. Apa saja deh, baik komik, novel, koran, majalah dan lain sebagainya. Jadi, Anda bisa meminimalisasi dana yang keluar, kan?

Sekarang masalah tempatnya gimana? Anda bisa memanfaatkan halaman atau pekarangan rumah Anda sendiri yang mungkin cukup luas, pakai tempat di balai desa atau sewa lokasi di tempat yang mudah dijangkau. Kalau mau gratis yah sebaiknya pakai halaman rumah saja atau bisa juga di balai desa kalau mereka memang mau meminjamkan lokasinya. Tapi kalau mau lebih dekat kepada masyarakat yah mau gak mau harus cari ruangan dengan uang sewa yang sesuai. Tempat ini perlu jadi perhatian juga karena kalau tempatnya sempit, panas dan tidak bersih, biasanya bakal mengurangi minat masyarakat disekitar Anda untuk datang lagi kesitu. Karena itu, cobalah desain ruangan Taman Bacaan itu sebaik mungkin supaya menarik buat pengunjung.

Saya rasa itu saja mbak. Sukses buat usaha Anda.

Salam.
Safir Senduk
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan