SAATNYA (BUKAN) TUNAI BICARA
Oleh: Eko Endarto
Dikutip dari Bisnis Indonesia Minggu, 14 November 2008
Uang plastik menjadi istilah yang populer setelah beberapa perusahaan keuangan menggunakan kartu berbahan plastik sebagai sarana pembayaran, pengganti uang tunai. Sarana transaksi jenis ini telah berkembang pesat mulai dari bentuk kartu kredit sebagai fasilitas pinjaman yang bisa digunakan setiap saat, sampai dengan kartu debit yang memiliki hubungan secara langsung dengan rekening pemakai sehingga setiap melakukan transaksi penggunaan dana, maka simpanan kita (tabungan) akan berkurang nilainya.
Kedua jenis kartu ini (kredit dan debit) memiliki kelebihan masing-masing yang bila digunakan dengan baik dan disiplin sangat membantu transaksi serta aliran keuangan.
Mari kita membicarakan kartu debit. Arti kartu debit di sini adalah bila kita menggunakan kartu, berbelanja atau mengambil uang tunai, maka secara otomatis saat itu juga akan berkuranglah saldo atau jumlah uang tunai yang kita miliki di dalam simpanan atau tabungan kita.
Kelebihan jenis kartu ini adalah kita tidak perlu dan tidak akan dikenakan bunga penggunaan dana karena dana yang kita gunakan murni milik kita. Bagi beberapa orang hal ini sangat membantu untuk menjauhkan kehidupan mereka dari utang khususnya utang kartu kredit.
Namun, ada beberapa orang merasa bahwa hal ini masih berisiko karena masih memungkinkan terjadinya masalah baik itu dari dalam maupun dari luar. Dari dalam yang artinya si pemilik kartu, bila tidak mengatur dan membatasi, bisa saja terjadi si pemilik tidak sadar telah berapa banyak uang yang digunakan. Penggunaannya tidak terkendali.
Kekurangan dari luar misalnya, bisa saja terjadi masalah dengan sistem yang digunakan seperti koneksi dengan bank penerbit kartu yang bermasalah sehingga transaksi tidak bisa dilakukan. Jadi walaupun memiliki kelebihan, sedikit celah yang membuat tidak nyaman masih bisa saja terjadi.
Penerbitan kartu terbatas ini mungkin bisa digunakan sebagai jawabannya.
BCA Flazz
Kartu Flazz BCA dibuat sebagai sarana transaksi yang diharapkan mengurangi ketidaknyamanan nasabahnya yang tidak mau menggunakan kartu kredit tapi juga was-was dengan penggunaan kartu debit yang tidak terkendali. Dengan sifat sama seperti kartu debit, kartu Flazz dibuat khusus sebagai sarana untuk bertransaksi.
Dengan peran sebagai kartu tambahan dari kartu ATM BCA, kartu ini dapat selalu diisi sesuai dengan kebutuhannya sehingga si pemilik bisa mengontrol pemakaian rekening utamanya. Dengan maksimal pengisian sebesar Rp1 juta, seorang pemilik kartu Flazz akan terikat transaksi maksimal sebesar Rp1 juta tersebut. Jadi agak kecil kemungkinannya Anda akan kehabisan dana di tabungan karena sebelum dana di rekening Anda habis, pasti dana di Flazz Anda akan habis dahulu.
Kepemilikan kartu ini cukup mudah, Anda hanya butuh memiliki rekening tahapan BCA sebagai rekening induk, ATM BCA sebagai sarana untuk memindahkan dana dari tabungan ke kartu Flazz Anda dan tentu saja kartu Flazz yang langsung bisa digunakan sebagai sarana pembayaran di merchant yang telah bekerja sama.
Kecepatan transaksi menjadi ciri utama dari kartu jenis ini. Dengan tidak diperlukannya otorisasi kartu, maka tidak perlu lama bertransaksi karena pencatatan transaksi tidak ditampung di masing-masing perusahaan penerbit, tapi pada chip yang terdapat pada kartu.
Selain itu, keamanan menjadi kelebihan lain produk ini karena Anda tidak perlu membawa uang tunai. Walaupun tetap ada risiko karena kartu jenis ini tidak membutuhkan otorisasi yang artinya bisa digunakan siapa saja.
Saat ini BCA mengklaim telah memiliki banyak merchant sebagai rekanan dalam penggunaan kartu ini. Mulai dari supermarket, rumah makan, cafe, dan beberapa toko fashion bisa menerima kartu Flazz sebagai gaya hidup baru dalam transaksi pembayaran.
Gaz Card
Produk lain yang serupa tapi belum sama adalah e-Payment Gaz Card (Gaz Card). Kartu belanja tambahan keluaran Bank Mandiri dan Pertamina. Sesuai dengan namanya, kartu ini memang awalnya dibuat dengan tujuan membantu para nasabah Bank Mandiri agar mudah bertransaksi BBM khususnya pembelian BBM di SPBU Pertamina.
Cukup membeli BBM seperti biasa, sentuhkan kartu E-Gaz ke alat yang tersedia, bila saldo Anda cukup maka sejumlah dana sesuai dengan besaran BBM yang dibeli akan dipotong dari kartu e-Gaz Anda. Mudah dan ringkas.
Pada dasarnya pemilikan dan pengisian atau penambahan dana ke rekening e-Gaz Anda bisa menggunakan ATM, internet banking atau dengan sms. Jadi cukup banyak cara yang bisa digunakan.
Sama seperti kartu Flazz, kecepatan dan keamanan adalah tawaran utama. Selain itu, ketepatan nilai yang keluar menjadi hal lain yang bisa menjadi pertimbangan kita untuk memilih transaksi dengan kartu jenis ini. Untuk Anda yang terbiasa membeli BBM satu tangki penuh, maka tidak perlu cemas tidak ada uang kembalian atau terpaksa berutang karena nominal uang yang ganjil.
Walaupun belum cukup merakyat karena jumlahnya yang sangat terbatas dibandingkan dengan jumlah SPBU yang ada, tetapi dengan komitmen untuk terus berkembang tentunya sangat diharapkan kartu ini bisa digunakan dengan lebih mudah dan tersedia di mana saja tanpa harus memilih SPBU yang ada atau belum ada alat pembaca transaksi.
Saat ini memang kemampuan e-Gaz bisa dikatakan masih terbatas, tetapi kedepannya kemampuan ini diharapkan bukan sekadar membeli BBM, melainkan bisa berkembang ke transaksi lainnya seperti belanja, membayar parkir bahkan sampai dengan pembayaran tol. Jadi satu kartu untuk semua kegiatan dan transaksi.
Salam
Eko Endarto
Perencana Keuangan
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi