BISNIS ELEKTRONIK KREDITAN
Oleh: Ahmad Gozali

 

Dikutip dari Republika, 17 Februari 2008

Assalamualaikum Wr Wb
Pak Gozali,
Saya baru memulai bisnis elektronik, khususnya laptop. Dalam hal ini, saya kerja sama dengan teman. Jadi, saya hanya menyediakan barang, sementara yang menjalankan teman saya. Artinya, yang mendapatkan pembeli dan menagih adalah kawan saya.

Terkait bisnis ini, ada beberapa hal yang masih saya pertimbangkan. Masih ada pula sedikit keraguan. Karena itu, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan, yaitu:

1. Berapa persentase yang bisa saya peroleh dari setiap harga barang?
2. Bagaimana kerja sama yang baik agar usaha kreditan ini tidak macet?
3. Berapa sebaiknya upah atau persentase dari setiap barang yang saya berikan kepada teman saya?
4. Berapa lama jangka waktu kreditnya dan juga bagaimana mengatur keuntungan?

Terima kasih banyak atas penjelasan Bapak.

Asmah

Jawaban:

Waalaikumussalam Wr Wb

Ibu Asmah,
Saya ucapkan selamat atas bisnis yang sudah Anda rintis bersama teman Anda. Menanggapi pertanyaan Anda, sebetulnya sama sekali tidak ada aturan pasti untuk menetapkan berapa harga yang pantas untuk menjual barang dagangan.

Juga, tidak ada patokan untuk menetapkan harga kreditan, maupun besarnya bagi hasil dengan pengelola usaha. Hal itu sangat tergantung dari besar kecilnya bisnis, berapa biaya yang ditanggung, berapa keuntungan yang ingin diperoleh, dan tentunya negosiasi di antara para pihak.

Sebagai usaha kecil dan baru, yang paling mudah adalah melihat harga pesaing yang sudah besar. Patokan Anda dalam berjualan secara kredit adalah lembaga pembiayaan elektronik atau kartu kredit. Nah, kalau ingin bersaing dengan mereka, Anda harus menetapkan harga yang setidaknya sama dengan mereka, atau lebih rendah akan lebih baik lagi. Anda tidak perlu menerapkan pola bunga-berbunga seperti mereka, cukup dengan melihat berapa harga jual total dari mereka dalam jangka waktu yang sama dengan kreditan Anda.

Jangka waktunya sendiri bisa ditetapkan beberapa bulan saja, jangan lebih dari satu tahun karena harga elektronik apalagi laptop bekas akan jatuh dengan sangat cepat. Maksimal cicilan selama enam bulan sudah cukup. Kalau lebih dari itu mungkin akan terlalu besar risikonya untuk Anda. Dan dana Anda juga tidak akan produktif kalau terlalu lama mengendap di konsumen. Bisnis seperti ini memang butuh modal yang cukup besar.

Dari patokan harga itu, Anda bisa lihat berapa keuntungan yang bisa Anda peroleh. Anda masih bisa naikkan atau turunkan harganya, tapi jangan terlalu jauh sehingga terlalu mahal atau terlalu murah. Dari situ juga, Anda bisa tentukan berapa keuntungan yang ingin Anda peroleh, dan berapa 'jatah' teman Anda sebagai pelaksana bisnis. Karena bisnis ini riskan dari segi penagihan, dan penagihan itu adalah tugas dari teman Anda, saya lebih sarankan agar bagi hasilnya lebih besar untuk teman Anda tersebut. Hal ini agar ia semangat dan serius ketika menagih.

Anda bisa melakukan simulasi untuk menghitung berapa total penghasilan yang bisa diterima oleh teman Anda tersebut dalam satu bulan, apalagi kalau dia tidak mengerjakan hal lain dan hanya mengurusi bisnis ini. Sebab, jika penghasilannya terlalu kecil (di bawah gaji rata-rata), karena memang modalnya dari Anda terlalu kecil, maka risikonya akan besar. Uang tersebut bisa terpakai atau sengaja dipakai oleh teman Anda tersebut.

Jadi sebaiknya, bisnis ini tidak usah dijalankan jika terlalu kecil modalnya atau terlalu sedikit konsumennya. Lain halnya, jika usaha ini hanya sambilan untuk dia, dan dia punya penghasilan lain.

Untuk mengatur keuangan, sebaiknya uang dipegang oleh Anda sendiri. Pembelian dilakukan oleh Anda sendiri sesuai pesanan konsumen. Dan setiap penagihan langsung disetor hari itu juga kepada Anda. Akan lebih baik, kalau Anda membagi keuntungan saat itu juga dengan teman sesuai dengan besarnya pembayaran yang telah dilakukan. Selamat berbisnis.

Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan