TERTARIK BISNIS DAUR ULANG LIMBAH
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Harian Republika, Maret 2006

Salam sukses!
Ini pertama kali saya mengirim e-mail kepada Anda. Saya tertarik dengan komentar2 Anda di media massa. Yang ingin saya sampaikan adalah, saya pernah membaca sebuah media yang menceritakan seorang pengusaha daur ulang limbah plastik yang ingin menawarkan program kemitraan. Isinya adalah membeli mesin penggiling plastik yang sudah dimodifikasi olehnya, membantu pemilihan lokasi, memberikan bimbingan operasional seperti bagaimana cara mencari langganan lapak, mencuci plastik dengan benar dan sabun yang harus digunakan. Terakhir beliau bersedia membeli kembali hasil penggilingan tersebut (tertulis dalam perjanjian kemitraan).

Karena penasaran & tertarik saya pergi ke pabrik dia, setelah kami berbicara seputar bisnisnya saya merasa dia mempunyai niat baik dalam bermitra dan bersungguh2 dalam usahanya. Jujur saja, saya tertarik ingin bermitra dengannya karena daerah tempat tinggal saya (Gunung Sahari, Jakarta utara) padat penduduk, berbagai mall, pusat keramaian, kebetulan saat ini saya juga mempunyai pekerjaan yang ada hubungannya dengan plastik. Yang ingin saya tanyakan:

  1. Apa yang harus saya lakukan sebelum dan sesudah bermitra dengannya?
  2. Menurut Anda, risiko-risiko seperti apa yang mungkin terjadi?
  3. Apabila saya bermitra dengannya, artinya seluruh keuangan saya investasikan pada bisnis tersebut, bagaimana pendapat Anda?

Terima kasih semoga tidak bosan.


Jawaban:

Keputusan Anda untuk bermitra dalam mengembangkan bisnis Anda sangat saya hargai. Upaya menemukan mitra yang tepat memang tidak mudah. Selama ini memang sering terjadi dalam bisnis yang dijalankan dengan cara kerja sama atau bermitra timbul masalah dan perselisihan. Tetapi banyak juga usaha yang sukses berkat pola kemitraan yang didukung persiapan yang baik dan kekompakan para mitranya. Maka berikut ini hal-hal yang perlu Anda perhatikan bila Anda ingin bermitra dalam bisnis :

Usahakan bermitra dengan orang yang sudah Anda kenal, tetapi bila tawaran kerja sama datang dari orang-orang yang tidak Anda kenal sebelumnya seperti dari iklan tabloid, koran, dan majalah memang agak riskan. Maka Anda harus menggunakan semua jalur komunikasi untuk mencari sebanyak-banyaknya informasi tentang calon mitra. Misalnya, menanyakan kepada teman dekatnya, tetangganya atau siapa pun yang pernah berhubungan bisnis dengannya.

Kemudian minta pendapat orang lain tentang calon mitra ini, mintalah teman Anda untuk menilai calon mitra dalam suatu kesempatan diskusi pembahasan rencana usaha. Biarkan teman Anda mengamati sikap, bahasa tubuh, cara berbicara, dan tatap muka untuk menilainya. Langkah berikutnya adalah mempersiapkan perjanjian yang jelas. Bila merasa yakin bahwa dia adalah mitra bisnis yang sesuai selanjutnya Anda harus membuat perjanjian yang jelas dan dituangkan dalam ''hitam di atas putih''.

Maksudnya, apa pun yang menjadi kesepakatan tentang bisnis yang akan dijalankan harus dituangkan dalam perjanjian. Dalam pembuatan dan penandatanganan perjanjian tersebut sebaiknya ada saksi, diberi materai secukupnya, dan bila dipandang perlu dibuat dihadapan notaris.

Risiko yang mungkin terjadi dengan kemitraan ini adalah ketidakjujuran mitra atau bisa juga resiko kegagalan dari usaha yang dijalankan. Maka kondisi terburuk pun harus dituangkan dalam kesepakatan perjanjian, apa yang harus dilakukan untuk antisipasinya. Daftarkan apa saja kemungkinan yang bisa menggagalkan usaha ini, dan apa konsekuensi yang ditanggung kedua belah pihak. Risiko bagi untuk bisnis Anda sendiri adalah kecilnya pasokan limbah dari lapak atau pemulung, sampai sejauh mana mitra Anda memberikan coaching dalam hal ini. Risiko yang berkaitan dengan mitra Anda adalah tidak dibelinya pasokan dari Anda, sampai sejauh mana tanggungjawab kedua belah pihak dalam masalah ini, sebaiknya juga disepakati. Kalau perlu, dibuat perjanjian pemesanan jual beli yang terukur. Misalnya, mitra Anda memesan 100 kg bijih plastik per bulan selama 6 bulan.

Dan ingat harus ada penegakan hukum atas pelaksanaan kesepakatan. Jelaskan juga hal ini dalam perjanjian yang dibuat. Lalu apakah Anda akan menginvestasikan seluruh uang Anda pada bisnis ini, Anda sendirilah yang bisa memutuskan. Saran saya, jangan menaruh satu telur dalam satu keranjang, lakukan membagi risiko dengan investasi lebih dari satu usaha, agar risikonya dapat diperkecil dan terkontrol. Lakukan dari jumlah minimal yang disepakati dengan mitra Anda, bila nanti kinerja usahanya memuaskan tidak ada salahnya bila Anda memberikan modal tambahan.

Demikian, salam sukses selalu untuk bisnis Anda.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan