PILIH BISNIS ATAU BEKERJA?
Oleh: Ahmad Gozali
Dikutip dari Republika, 08 Juni 2008
Assalamualaikum Wr Wb
Saya ucapkan
salam perkenalan. Saya sering membuka situs tentang perencana keuangan di website
Bapak. Saya dari Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat ini, saya bekerja
pada perusahaan pemasaran buku pelajaran untuk wilayah NTB. Saya sudah bekerja
selama 2,3 tahun dan gaji pokok saya saat ini Rp 1,5 juta per bulan.
Sejak pertama kali bekerja, sering terjadi kekeliruan dalam pekerjaan sehingga berakibat pada selisih penjualan dengan tagihan. Setiap semester selalu saja tidak balance. Saya ingin berhenti bekerja pada perusahaan ini. Namun, melihat selisih saldo yang menjadi tanggung jawab saya mencapai Rp 12 juta, saya jadi ragu-ragu. Padahal, ada bisnis yang mulai saya garap sekarang, yakni bisnis di bidang pemasaran beras kemasan.
Pertanyaan saya, apakah saya harus keluar secepatnya dari tempat saya bekerja? Bagaimana dengan usaha yang baru saya jalani, apakah saya jalani dengan lebih serius atau bagaimana? Mohon saran dari Bapak terkait masalah saya ini.
Efendi
Jawaban:
Waalaikumussalam Wr Wb
Pak Efendi, senang sekali menerima e-mail dari Anda di Mataram. Mari kita mulai bahas pertanyaan Anda satu per satu. Perlukah Anda lebih serius menggeluti bisnis Anda sekarang? Saya rasa sama sekali tidak ada salahnya bagi Anda untuk mengembangkan bisnis ini jika menurut Anda bisnis ini memang prospektif. Anda tentu lebih banyak tahu daripada saya mengenai bisnis ini karena Anda sendiri telah menjalaninya.
Tapi saya rasa, mengembangkan bisnis tidak harus berbenturan dengan pekerjaan yang sudah Anda miliki sekarang ini. Tidak ada salahnya juga kan kita mengembangkan bisnis sambil tetap bekerja sebagai karyawan. Selama Anda bisa menjalani keduanya sekaligus, saya rasa tekuni saja keduanya. Asalkan Anda bisa pintar-pintar membagi waktu dan tidak menyepelekan tugas Anda di perusahaan. Tapi jika tiba saatnya Anda terpaksa harus memilih salah satu saja di antara bisnis atau bekerja, saya rasa Anda sudah tahu sendiri jawabannya.
Kemudian mengenai kasus keuangan Anda. Saya yakin Anda tidak sengaja dan murni kelalaian saja sehingga terjadi selisih yang cukup besar dalam pertanggungjawaban penjualan Anda. Dengan adanya kasus ini, saya justru tidak sarankan Anda untuk keluar dari perusahaan sebelum kasus ini diselesaikan. Saran saya, Anda laporkan segera kesalahan ini dan bicarakan mengenai penyelesaiannya secara baik-baik dengan atasan Anda. Karena jika kasus ini diketahui atasan ketika dilakukan audit, maka Anda bisa kena kewajiban yang lebih besar lagi, bahkan bukan tidak mungkin langsung di-PHK.
Mengapa jumlahnya bisa sangat besar? Sebab, kesalahan ini terjadi berulang-kali dalam jangka waktu yang cukup lama dan efeknya terus menumpuk. Sedikit-sedikit tidak terasa, lama-lama saldonya menjadi sangat besar. Oleh karena itu penyelesaiannya pun sebisa mungkin dilakukan dalam jangka panjang agar tidak terlalu memberatkan Anda. Mau tidak mau, ini adalah konsekuensi dari kesalahan Anda sendiri dalam melaporkan dan kesalahan perusahaan karena tidak memiliki sistem kontrol yang baik. Akan lebih terhormat jika Anda berinisiatif melaporkan kasus ini sebelum diketahui oleh atasan dan berbuntut lebih panjang dan lebih berat.
Kalaupun Anda ingin segera keluar karena ingin fokus menjalankan bisnis, maka saya sarankan agar dilakukan negosiasi dengan atasan Anda agar Anda bisa menyelesaikan utang Anda pada perusahaan tanpa harus tetap bekerja di sana. Saya yakin perusahaan akan punya kebijaksanaan khusus jika Anda sendiri menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini. Pak Efendi, ini yang dapat saya sarankan, mudah-mudahan bisa menjadi masukan bagi Anda.
Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi