Dikutip dari CBN CyberSHOPPING
Dear Pak Gozali. Pak, saya adalah karyawan swasta dengan gaji 2,5jt/ bulan. Penghasilan suami sekitar 4jt/ bulan. Kami mempunyai seorang anak berumur 3tahun yang sudah sekolah.
Masalahnya, kami tidak pernah bisa menabung. Di bawah ini adalah anggaran belanja rumah kami setiap bulannya.
Pengeluaran tetap:
C'lie --- TNG
Kalau dilihat sekilas, sebetulnya penghasilan Anda berdua cukup tinggi. Bahkan kebutuhan rutin bulanan yang Anda sebutkan pun tidak terlalu besar karena masih dalam batas yang wajar. Kecuali memang pengeluaran untuk makan anak yang khusus. Karena kalau dijumlahkan, pengeluaran bulanan yang sudah Anda sebutkan masih di bawah Rp 4 juta, artinya masih banyak yang bisa dialokasikan untuk belanja dan membayar tagihan utilitas.
Mungkin penyebab Anda sering nombok selama ini adalah karena Anda tidak memiliki anggaran bulanan yang jelas. Anda tidak membatasi pembelanjaan Anda berdasarkan budget, tapi hanya berdasarkan keinginan saja. Kedua, bisa jadi karena kurangnya disiplin dalam mengatur anggaran yang sifatnya tidak rutin bulanan seperti halnya uang sekolah anak yang dibayar setiap 3 bulanan, ini pun bisa memberikan pengaruh terhadap kebiasaan Anda. Mari kita bahas satu-persatu mengenai hal tersebut.
Mengenai anggaran bulanan, buatlah anggaran belanja bulanan. Memiliki anggaran per bulan sangat penting karena membuat pengeluaran kita lebih terkendali. Kunci sukses menyusun anggaran adalah buatlah anggaran keluarga lebih kecil dari penghasilan keluarga Anda, dan biasakan belanja sesuai dengan yang sudah dianggarkan. Dengan mematuhi anggaran yang sudah ditetapkan maka Anda dapat terhindar dari defisit.
Hati-hati dengan pos pengeluaran pembayaran uang sekolah anak Anda. Kelihatannya memang sepele karena bisa dibayarkan 3 bulan sekali, dan jumlahnya juga tidak terlalu besar karena bisa dibagi menjadi 3. Tapi kalau salah dalam menyikapinya, bisa-bisa keuangan Anda malah tidak tertata dengan baik. Misalnya saja Anda tidak disiplin menyisihkan cicilan pada bulan pertama dan kedua, akibatnya harus membayarnya sekaligus di bulan ketiga. Karena merasa bahwa ini adalah pengeluaran yang tidak rutin, maka Anda merasa masih memiliki hak untuk membelanjakan uang untuk alokasi pembelanjaan bulanan walaupun uang Anda sebetulnya sudah habis. Inilah yang memberikan Anda alasan untuk nombok. Jika sudah sekali nombok, maka akibatnya bisa berlanjut ke bulan-bulan selanjutnya. Karena tentunya di bulan selanjutnya Anda harus tetap perlu menutup tombokan di bulan sebelumnya, sambil juga menyisihkan untuk pembayaran untuk 3 bulan kedepan. Akibatnya, Anda seperti di kejar-kejar oleh pengeluaran dan kekurangan yang tidak henti-hentinya.
Satu hal lagi, mengenai pengeluaran khusus untuk makanan anak Anda. Sebagai orang tua, Anda perlu merubah kebiasaan yang tidak baik ini. Karena bagaimanapun gizi seimbanglah yang dibutuhkan oleh anak-anak. Jika hanya mengkonsumsi satu jenis makanan saja, maka tentunya gizinya menjadi tidak seimbang. Hal ini memang tidak bisa dilakukan sekaligus, tapi saya yakin bisa dilakukan secara bertahap. Selain permasalahan gizi dan penghematan, hal ini juga penting dilakukan untuk memberikan pendidikan finansial sejak dini. Seorang anak yang terus-menerus dimanja dan dituruti setiap kemauannya bisa jadi akan memiliki kebiasaan pengelolaan keuangan yang tidak baik di masa dewasanya nanti.
Demikian saran dari saya, semoga berhasil.
Salam,
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Ini saja belum termasuk biaya makan dan belanja groceries, bayar listrik dan air, sehingga hampir setiap bulan nombok.
Sekarang saya baru saja beli dana pensiun sekitar 500rb perbulan. Menurut Bapak, sanggup tidak saya memenuhi semua ini?
Saya minta sarannya ya, Pak. Terima kasih sebelumnya.
Jawaban:
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi