MENYIASATI BESAR PASAK DARIPADA TIANG
Oleh: Ahmad Gozali

 

Dikutip dari Republika, 16 November 2008

Assalamualaikum wr wb,
Pak Gozali, perkenankan saya untuk sedikit bertanya masalah keuangan keluarga. Saya adalah PNS dengan penghasilan per bulan Rp 2 juta-Rp 3 juta. Tapi, pengeluaran per bulan sekitar Rp 5 juta-Rp 6 juta. Sehingga kekurangannya sebesar Rp 3 juta-Rp 4 juta per bulan harus saya carikan penutupnya.

Sementara istri saya tidak bekerja dan saya belum punya penghasilan sampingan. Alhamdulillah, saya baru saja menjual rumah orangtua dengan keuntungan bersih buat saya Rp 200 juta. Saya ingin memberdayakan uang itu agar bisa menutupi kekurangan saya tanpa menggerogoti jumlahnya. Kalau saya hitung untuk diinvestasikan di deposito hanya peroleh Rp 1 juta-Rp 1,2 juta per bulan, sehingga masih belum mencukupi penghasilan saya.

Pertanyaan saya, bagaimana menyikapi ini, ya Pak? Ke mana dana saya harus 'diputar' agar bisa lebih berdaya guna.
Terima kasih sebelumnya.

Wassalam,
Hormat saya,
Nur Achmadi

Jawaban:

Waalaikumussalam Wr Wb

Pak Nur, langkah Anda untuk menutup defisit dengan menginvestasikan dana yang Anda miliki sebetulnya kurang saya sarankan. Sebab, hal itu tidak menyelesaikan masalah secara tuntas. Masalah utamanya adalah, kenapa pengeluaran Anda bisa sampai Rp 5 juta-Rp 6 juta sedangkan gaji Anda hanya Rp 3 juta saja?

Kalau Anda mencari produk investasi yang bisa memberikan hasil pasti dan rutin sekitar 1% per bulan, hanya ada 1 produk yang cocok, yaitu ORI. Tapi sayangnya, ORI ini juga sifatnya hanya sementara (maksimal 3 tahun saja) dan Anda harus mencari produk ORI seri lama di pasar sekunder. ORI seri terbaru memberikan bunga lebih kecil lagi sehingga tidak dapat menutupi defisit Anda.

Alternatif lain adalah produk investasi yang bisa memberikan hasil yang lebih besar, tapi dengan risiko bisa rugi dan hasilnya belum tentu bisa dinikmati setiap bulan. Misalnya saja reksadana saham atau campuran, sangat mungkin memberikan hasil sampai 20% lebih per tahun. Tapi, belum tentu hasilnya bisa terus-menerus konsisten. Contohnya saja saat ini malah cenderung negatif alias turun nilainya. Produk investasi berhasil tinggi memang lebih cocok untuk jangka panjang, dan tidak disarankan untuk diambil keuntungannya setiap bulan.

Maka langkah paling bijak adalah, evaluasi kembali pengeluaran Anda saat ini. Jika pengeluaran Anda sebesar itu karena adanya utang, maka saya lebih sarankan agar Anda melunasi pokok utang dengan dana yang Anda miliki sekarang ini sehingga pengeluaran Anda bisa lebih rendah dari penghasilan.

Mengapa hal ini lebih saya sarankan? Sebab, pembayaran utang sifatnya pasti jumlahnya, dan tidak bisa ditawar-tawar lagi jadwalnya. Kalau terlambat sehari saja, Anda langsung dikenakan denda atau bunga tambahan. Sedangkan kalau Anda menginvestasikan dana yang Anda miliki pada produk investasi yang berisiko, tentunya hasilnya tidak dapat dipastikan jumlahnya, atau tidak dapat dipastikan jadwalnya.

Keuangan Anda menjadi berisiko karena Anda mengandalkan sesuatu yang tidak pasti untuk membayar sesuatu yang pasti.Kalaupun pengeluaran Anda tidak bersifat utang, saya tetap sarankan agar dilakukan penghematan besar-besaran, setidaknya jangan sampai Anda harus nombok Rp 2 juta per bulan. Dan, untuk menutup defisitnya, dana tersebut bisa dijadikan sebagai modal usaha saja. Karena hasil usaha bisa Anda 'kendalikan' sendiri dibandingkan investasi yang cenderung 'pasif'. Atau kalau Anda sudah punya tanah kosong, bisa saja dana tersebut dijadikan sebagai modal membangun kontrakan atau kos-kosan, hasilnya cukup lumayan dan bisa menutup defisit Anda.

Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan