INGIN BERWIRASWASTA DENGAN BERJUALAN KORAN
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari CBN CyberSHOPPING

Dear Pak Gozali, sebelumnya saya ucapkan terima kasih untuk bantuan Anda di rubrik ini.

Saya ingin membantu para guru SD di sebuah yayasan. Pendapatan mereka per bulan hanya Rp 100 ribu. Hal ini sangat memprihatinkan, dimana pendapatan tidak dapat dinaikkan lagi karena income SPP hanya dibayar 50% muridnya. Income total per bulan kurang lebih Rp 1.250.000 (50% x 100 murid x Rp. 20.000). Sebagai perseorangan, saya tidak bisa membantu banyak, tapi menurut oragntua saya, sebaiknya kita memberi modal untuk usaha mereka supaya tidak habis.

Lokasi SD tersebut di dalam perkampungan, banyak dilewati warga dan hanya bisa dilewati motor.

Yang ingin saya tanyakan:

  1. Usaha apa yang kira-kira cocok untuk menolong mereka agar bisa mendapat tambahan penghasilan? Dan berapa kira-kira besar modal yang dibutuhkan?

  2. Pendapatan saya hanya Rp.3.000.000 per bulan. Tabungan saya Rp 20 juta, tetapi saya ingin berwiraswasta dengan berjualan koran/ media massa lain, atau pilihan lain baju untuk anak-anak kuliahan. Tetapi saya tidak tahu caranya. Apa yang harus saya lakukan? Siapa yang harus saya hubungi dan berapa kira-kira modal yang dibutuhkan? Bagaimana pula cara mengelola keuangan saya yang terbatas ini untuk usaha-usaha tersebut di atas?
Pak Gozali, sekali lagi saya ucapkan terima kasih. Saya sangat senang bisa berkonsultasi dengan Bapak.

Terima kasih.
Nanda


Jawaban:

Ibu Nanda, saya salut sekali dengan perhatian Anda kepada para guru. Dari cerita Anda, kondisi mereka memang cukup memprihatinkan sekali. Jalan keluar yang diusulkan berupa menyediakan modal untuk mereka menjalankan usaha sepertinya adalah usulan yang bagus. Namun sebetulnya akan lebih baik lagi jika jalan keluarnya dirancang secara sistematis. Karena masalah sebetulnya bukanlah pada pendapatan mereka yang kecil, masalah sebetulnya adalah pada sistem pendidikannya. Jika sekolah tersebut memang memiliki misi sosial, maka menjadi tanggungjawab yayasan untuk mencari sumber dana untuk menggaji para guru.

Akan lebih baik baik jika usaha tersebut dijalankan oleh pihak yayasan untuk kesejahteraan para gurunya. Atau setidaknya usaha tersebut dilakukan secara terkoordinasi agar tidak menelantarkan sekolah karena sibuk menjalankan usaha. Sehingga yayasan tersebut bisa tetap menjalankan misi sosialnya dengan pendidikan murah, dengan sumber dana sendiri yang berasal dari unit usahanya.

Mengenai jenis usahanya, tentunya tidak bisa begitu saja kita pilih tanpa mempertimbangkan kondisi pasar dan kemampuan para guru atau yayasan itu sendiri. Coba lihat peluang apa yang tersedia di lokasi sekitar sekolah. Banyak dilewati warga artinya lokasinya cukup strategis dimana banyak orang lewat yang akan melihat dan kemungkinan juga mampir dan berpeluang menjadi konsumen. Tinggal melihat, apa kira-kira yang dibutuhkan oleh para warga yang lalu lalang di sekitar sekolah tersebut. Dan tentu saja sesuaikan juga dengan kemampuan dari para guru atau yayasan yang akan menjalankan usaha ini. Jika memang diperlukan, berikan pelatihan sebagai salah satu modal dalam membangun usaha ini.

Begitu juga dengan rencana Anda dalam memiliki usaha sendiri. Sebelum Anda pertimbangkan usaha apa yang cocok untuk Anda, ada baiknya minta pertimbangan orang terdekat Anda untuk menilai potensi apa yang bisa dikembangkan dalam usaha tertentu. Untuk usaha penjualan surat kabar seperti yang sudah Anda rencanakan, coba pelajari jalur distribusi surat kabar dan majalah mulai dari penerbitnya sampai ke pengecer. Dimana saja distributor besar di sekitar lokasi Anda dan dimana saja agen (kompetitor) yang kira-kira berdekatan dengan lokasi Anda. Cara yang paling mudah untuk mendapatkan informasi ini adalah dengan menanyakannya pada agen surat kabar yang sudah berjalan. Dari sana pula Anda akan mendapat informasi bagaimana prosedurnya untuk menjadi agen dan berapa modal yang dibutuhkan. Saya kira dana tabungan Anda sudah mencukupinya.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan