BERUTANG UNTUK LIBURAN,
BERUTANG UNTUK KEINGINAN

Oleh: Eko Endarto

 

Dikutip dari Majalah Bahana, Desember 2007

Saya Susan, bekerja di Samarinda. Menutup tahun ini saya bersama rekan-rekan berencana untuk melakukan liburan.Rencananya sih kalau mampu kami akan melakukan liburan ke luar negeri. Walaupun sudah menabung, saya masih ragu apakah uang itu cukup. Pertanyaan saya, beberapa hari lalu melalui kartu kredit saya ditawari liburan dengan utang, bolehkah saya menggunakannya? Baik atau tidak menggunakannya?

Salam.
(Susan - Samarinda)

Jawaban:

Mau berencana liburan ya? Wah asyik sekali ya. Berutang untuk membiayai liburan bukannya tidak boleh. Sebab program seperti itu banyak ditawarkan. Tapi secara jujur, saya pribadi katakan hal itu kurang tepat. Menurut saya, untuk bersenang-senang sebaiknya Anda menabung dan menyimpan bukannya berutang. Bayangkan, nggak lucu kan kalau sehabis senang-senang kita langsung pusing dengan tagihan?

Saran saya, pastikanlah dahulu berapa besar perkiraan dana yang dibutuhkan untuk liburan tersebut. Anda bisa menggunakan patokan beberapa biro perjalanan yang menga-dakan rute yang sama dengan Anda. Setelah itu baru Anda gunakan kartu kredit Anda. Bukan sebagai utang, tapi sebagai alat pembayaran. Artinya, Anda membayar menggunakan kartu kredit, dan pastikan tidak melewati batas anggaran yang telah Anda buat sendiri. Dengan demikian kartu kredit bukan sebagai alat untuk berutang, tetapi alat pembayaran praktis pengganti uang tunai.

OK Susan, selamat berlibur. Ingat dalam hal jumlah uang tidak pernah ada kata cukup, kecuali kita sendiri yang menentukan berapa jumlah cukup tersebut. Jadi, jangan mau diperbudak oleh uang.

Salam.
Eko Endarto
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan