INGIN BERINVESTASI APARTEMEN
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Harian Republika, Juni 2006

Pak Ghozali yth,
Langsung saja ke pokok permasalahan ya. Saat ini, saya ingin meminta nasihat untuk permasalahan berikut.

Penghasilan saya perbulan sekitar Rp 6,4 juta rupiah (net).
Berikut ini adalah rincian pengeluaran tetap saya:

Untuk orang tua Rp 1.700.000
Kost Rp 450.000
Gym Rp 250.000
Kuliah Rp 650.000
Makan, ongkos, dll Rp 1.500.000 (Rp 50.000 per hari)
Tabungan Rp 1.500.000 (tabungan berjangka dan dipotong otomatis).
Sisa gaji saya pakai untuk berbagai keperluan mendadak.

Yang ingin saya tanyakan, apabila saya ingin mencicil apartemen untuk kelas menengah (harga sekitar Rp 225 juta), apakah dari segi penghasilan saya mencukupi? Saat ini perusahaan bekerja sama dengan satu bank bersedia memfasilitasi karyawan dengna pinjaman sebesar Rp 130 juta dengna bunga 0%. Setelah dihitung oleh pihak bank, personal loan yang boleh saya tambahkan sebesar Rp 70 juta (bunga 16.5%). Kedua cicilan tersebut adalah untuk jangka waktu 9 tahun.

Bagaimana prospek investasi dengan apartemen? Mohon dimaafkan apabila bahasa yang saya pakai tidak begitu baku dan dimengerti, tetapi saya memohon agar Bapak dapat memberikan nasihat sehingga dapat membantu saya untuk mengambil keputusan. Terima kasih.

Hormat saya,
Yulia


Jawaban:

Mbak Yulia, senang sekali menerima e-mail dari Anda. Kalau dilihat dari penghasilan dan pengeluaran Anda sekarang ini, sebetulnya kondisi keuangan Anda sudah cukup baik. Hal ini bisa terlihat dari adanya setoran tabungan rutin dalam daftar pengeluaran Anda. Dan dengan gaji yang cukup tinggi, Anda memiliki pengeluaran yang cukup ekonomis. Jika hal ini dapat Anda pertahankan, bukan tidak mungkin investasi berupa apartemen bisa Anda lakukan.

Investasi pada apartemen, sekarang ini propeknya masih cukup baik. Hal ini mengingat makin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap tempat tinggal yang dekat dengan pusat kota, dengan harga yang relatif lebih murah daripada harus membeli tanah di kota yang tentunya sangat mahal. Keuntungan dari berinvestasi pada apartemen bisa dua macam. Yaitu keuntungan dari kenaikan harga jika dijual kembali dan keuntungan dari sewa. Keuntungan dari jual beli bisa Anda peroleh jika Anda menjual kembali pada saat harganya naik. Besarnya kenaikan harga sangat tergantung dari lokasi apartemen dan bagaimana kondisi fisiknya.

Namun jika Anda memilih untuk disewakan saja, sepertinya Anda perlu menambah modal lagi untuk membeli furniturenya. Karena, jarang sekali apartemen disewakan dalam keadaan kosong. Penyewa biasanya lebih suka dengan apartemen yang siap pakai dengan alasan kepraktisan. Ingat, mereka memilih untuk menyewa apartemen karena ingin praktis dekat dengan tempat kerja. Tentunya gaya hidupnya juga serba praktis dan tidak mau direpotkan dengan urusan perabot yang bikin repot.

Namun sayangnya, ada sedikit kendala bagi Anda untuk bisa mencicil apartemen sekarang. Pertama, kredit yang bisa diambil masih kurang. Anda bisa mengajukan pinjaman sebesar Rp 130 juta pada perusahaan dan Rp 70 juta pada bank, sehingga totalnya Rp 200 juta. Padahal harga apartemen tersebut Rp 225 juta sehingga masih kurang Rp 25 juta. Hal ini bisa diatasi dengan menambahnya dengan uang sendiri. Sumbernya yaitu dari tabungan Anda sendiri. Tapi jangan habiskan semua tabungan Anda, sisakan untuk cadangan setidaknya Rp 20 juta.

Kedua, tidak ada alokasi untuk membayar cicilannya. Karena penghasilan Anda sekarang ini sudah habis dialokasikan semua untuk pengeluaran. Hal ini masih bisa teratasi jika Anda mau melakukan relokasi pos pengeluaran. Misalnya menunggu selesai kuliah, maka akan ada tambahan dana 650.000 dari alokasi biaya kuliah dan uang harian Anda yang saya yakin akan jauh berkurang. Namun, sepertinya masih belum cukup karena besarnya cicilan yang harus dibayar kepada perusahaan dan bank kami perkirakan sebesar Rp 2,4 juta. Langkah penghematan lain yang bisa dilakukan yaitu dengan mengubah pola makan Anda. Saya lihat selama ini pola makan Anda adalah selalu beli di luar, hal ini masih bisa dihemat dengan cara memasak sendiri.

Jika apartemennya sudah jadi dan disewakan Anda sudah bisa mendapatkan hasil investasi berupa uang sewa bulanan atau tahunan. Jangan lupa untuk menginvestasikan kembali dana dalam bentuk tabungan lainnya sehingga harta Anda akan terus berkembang dengan baik. Tapi jika Anda memutuskan untuk menjualnya saja, Anda bisa menggunakan hasil penjualan tadi untuk membeli apartemen lain, dan mengantongi keuntungannya untuk diinvestasikan dalam bentuk lain.

Selamat berinvestasi.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan