BELI MATA UANG IRAK
Oleh: Ahmad Gozali

 

Dikutip dari Wanita Indonesia No 931, 2007

Dear Mas Gozali,
Saya gadis 17 tahun. Saya diberitahu teman, kalau sekarang banyak yang beralih menginvestasikan uangnya dalam bentuk mata uang Irak, karena dalam ambang yang menyedihkan, yaitu sebelum perang Rp. 3700,- dan sekarang hanya sekitar Rp. 400,- rupiah saja.
Jadi, apakah terlalu beresiko jika saya membelinya sebesar Rp. 6.000.000,- dan akan saya jual kembali kalau Irak sudahberganti presiden? (Sekarang Irak dalam masa peralihan presiden yang baru yang nanti mata uangnya juga akan ikut naik). Mohon saya diberi saran, dan terima kasih atas penjelasannya.

Natalia. Medan

Jawaban:

Natalia, rupanya anak muda seperti Anda sudah tertarik dengan investasi juga. Bagus sekali.
Kita memang harus biasakan berinvestasi sejak muda, agar bisa lebih terbiasa menghadapi resiko, dan terbiasa menyisihkan sebagian dari penghasilan kita.

Mengenai investasi dalam mata uang Dinar Irak, sepertinya akan sulit sekali memprediksi arah investasinya. Memang betul, jika asumsinya benar, bisa jadi sangat menguntungkan bisa berinvestasi dalam mata uang Dinar Irak sekarang ini. Karena jika kondisi Irak sudah semakin baik, tentunya mata uangnya juga akan mengalami kenaikan juga.

Tapi hal ini lebih banyak dipengaruhi oleh masalah politik daripada masalah ekonomi. Jika yang terjadi di Irak hanyalah krisis ekonomi saja, masih bisa diprediksi bagaimana nilai mata uangnya di masa depan nanti. Tapi karena yang terjadi adalah masalah politik, maka hal ini lebih sulit untuk diprediksi. Karena urusan politik ini sangat tergantung sekali pada kebijakan Amerika Serikat dan sekutunya yang menjajah disana. Bukan tidak mungkin lho kalau pemerintahan yang baru nanti malah tidak menggunakan Dinar Irak yang sekarang, tapi malah mengeluarkan mata uang baru. Semua bisa saja terjadi secara politik.

Contohnya saja, Timor Timur. Sudah 2 kali memiliki presiden pasca lepas dari Indonesia. Namun sampai sekarang ekonominya masih terpuruk, bahkan masih menggunakan Dollar Amerika dan sebagian masih ada juga yang pakai Rupiah. Afghanistan juga sudah relatif lebih stabil dari Irak walau masih dikuasai Amerika Serikat, tapi masih belum pulih betul ekonominya.

Secara ekonomi, memang Irak memiliki potensi ekonomi yang luar biasa mengingat Irak adalah penghasil minyak yang sangat besar. Namun secara politik, resiko berinvestasi dalam mata uangnya sangat tinggi. Kembali pada profil resiko Anda, kalau Anda berani menanggung resiko tersebut, silakan saja. Karena potensi keuntungannya juga lumayan besar.

Atau kalaupun Anda tidak berani mengambil resiko yang terlalu tinggi dalam mata uang Dinar Irak, masih banyak investasi lain yang juga cukup menarik. Contohnya saja di pasar saham Indonesia. Setelah sempat turun karena imbas krisis di Amerika Serikat, pasar saham Indonesia masih diharapkan untuk naik kembali ke posisi sebelum terkena imbas krisis. Namun satu hal yang paling penting, pelajari dulu produk investasinya sebelum Anda mengambil keputusan.
Selamat berinvestasi...!

Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan