Dikutip dari Tabloid Otomotif
Hari gini belanja aksesori? Enggak efisien banget. Eit, bukan orang otomotif kalo ngimpi punya aksesori enggak kelakon (terwujud). Untuk itu tetap ada caranya kok, seperti tema kita kali ini.
Sementara itu, bagi Anda yang ingin tahu atau bertanya seputar pengaturan uang, peluang bisnis atau kiat berusaha, silakan kirim email, surat atau faks ke redaksi. Karena Mr. Eko siap untuk membantu. Iday iday_oto@yahoo.com
Oleh Eko Endarto RFA
Bagaimana Dion bisa begitu, di saat orang lain banyak yang mengatur uang dengan ketat? "Jangankan untuk beli, mikir mau beli aja udah enggak berani." Begitu mungkin jawaban Anda. Tapi, kalau ada jalan kenapa tidak dicoba?
Sebagai contoh, Anda berhasil menyisihkan Rp 100 ribu tiap bulan selama 6 bulan. Jadi kalau saat ini Anda ingin membeli aksesori seharga Rp 600 ribu, bisa keluar dengan mudah. Bandingkan bila ngambil dari anggaran bulanan.
Atau Anda biasa mencuci motor di pencucian motor tiap minggu. Kenapa tidak melakukannya sendiri? Dengan penghematan Rp 10 ribu tiap minggu berarti Anda telah berhasil mengumpulkan cadangan awal pembelian aksesori.
Anda pasti bilang Rp 40 ribu per bulan tidak berarti dibanding harga aksesori yang selangit. Ingat, kita tidak membicarakan pembelian seketika di sini. Tapi secara terencana. Jadi berapapun dana terkumpul, pasti lebih baik ketimbang tidak ada sama sekali.
Umumnya para penjual lebih memilih perputaran barang yang cepat. Khususnya untuk produk bersifat massal dan musiman seperti aksesori. Mereka lebih rela mengurangi keuntungan yang pasti, dibanding untung besar dari penjualan satuan, tetapi belum pasti terjual.
Oh ya, satu lagi keuntungan bila membeli dalam jumlah besar, Anda dimungkinkan membelinya langsung dari pabrik. Nah, ini akan memotong jalur penjualan sehingga harganya lebih murah.
Ingat, uang lembur juga lumayan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Atau kalau di kantor tidak biasa lembur, mungkin bisa mulai usaha yang tidak begitu membutuhkan modal. Seperti jadi anggota MLM, agen asuransi atau properti. Atau kenapa juga enggak mencoba jadi makelar mobil/motor? Toh pekerjaan ini tidak jauh dari hobi Anda dan yang lebih penting halal.
Memang sih tak bisa dipungkiri di saat ini keuangan bulanan banyak orang menjadi sangat ketat. Dan enggak salah juga kalau kita merasa aksesori itu kebutuhan sekunder dibanding makanan dan ongkos transport. Tapi kalau kita mampu mengatur keuangan dan menghasilkan sumber pendapatan yang bisa digunakan untuk membeli aksesori seperti Dion kenapa enggak?
Salam,
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
"Oke, Koh. Kalo harganya bisa Rp 350 ribu sepasang gue ambil dah tuh pelek." Demikian ucapan Dion dengan nada memaksa dan berharap. Selanjutnya? Sepasang pelek terbaru incarannya berhasil kepegang.
Selamat mengatur uang Anda
Kalau Anda berniat membeli aksesori, cobalah membuat komitmen awal. Misalnya menabung Rp 100 ribu tiap bulan walaupun belum tahu apa yang akan dibeli. Ini langkah yang baik sebelum menentukan pilihan. Terganggunya pengeluaran rutin biasanya karena pengeluaran mendadak.
Ya, seperti mencari istri, sedikit berkorban untuk mendapatkan yang terbaik kenapa tidak? Kalau Anda biasa menghabiskan 2 bungkus rokok seharga Rp 20 ribu sehari, kenapa tidak mencoba mengurangi setengahnya? Efeknya, Rp 300 ribu/bulan! Wah, kalau tiap bulan seperti itu, dalam 3 bulan rencana ganti jok semikulitnya pasti terpenuhi.
Anda ikut komunitas tertentu? Berdayakanlah itu. Untuk diketahui, pembelian barang dalam jumlah besar pasti penjual akan memberikan harga lebih rendah per satuannya, dibandingkan membeli secara individu.
Kalau cara di atas dirasa sangat berat, kayaknya Anda sudah harus memikirkan untuk mendapat penghasilan tambahan deh. Untuk itu banyak cara dapat Anda tempuh. Misalnya kalau Anda sebagai karyawan, jika biasanya tidak mau lembur, sekarang lakukan lembur.
Eko Endarto
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi