ASURANSI UNIT LINK KOK BEDA PREMINYA?
Oleh: Ahmad Gozali
Dikutip dari Republika, 03 Februari 2008
Assalamualaikum Wr Wb
Pak Gozali,
Saya sangat menyukai artikel dan ulasan yang Bapak berikan di Republika, dan
saya juga lumayan rajin mengikuti perkembangan di situs: www.perencanakeuangan.com
karena saya menemukan banyak sekali manfaat dari berbagai artikel maupun tips
yang ada di sana. Melalui kesempatan ini, saya ingin turut bertanya dan meminta
sumbang saran dari Pak Gozali.
Akhir-akhir ini saya sedang tertarik untuk memiliki asuransi sebagai proteksi masa depan. Masalahnya Pak, saya ini benar-benar awam tentang asuransi. Sampai saat ini, saya dan suami sudah ikut dua program asuransi dari dua pihak dan dua produk yang berbeda, yaitu:
1. Suami saya (karyawan) umur 30 tahun, bulan Mei 2006 mulai ikut asuransi di perusahaan A dengan produk unit link. Premi (bulanan) yang harus dibayar tiap bulan adalah Rp 500 ribu (per tahun Rp 6 juta) dengan uang pertanggungan Rp 60 juta. Yang saya baca di polisnya, premi ini harus dibayar selama masa kontrak sampai dengan suami berumur 100 tahun (berarti sama saja bayar premi seumur hidup ya, Pak?). Premi yang dibayar termasuk rider untuk kesehatan dan kecelakaan, jadi sepertinya dari tahun ke tahun premi yang kami bayar bisa mengalami kenaikan, tergantung perhitungan rider-nya juga (benar begitu kan Pak?).
2. Saya sendiri, karyawati berusia 28 tahun. Oktober 2006 mulai ikut asuransi B dengan produk unit link juga. Premi (tahunan) yang harus dibayar tiap tahun adalah Rp 3 juta dengan uang pertanggungan Rp 216 juta. Premi ini hanya dibayar selama lima tahun, dengan masa kontrak sampai saya berumur 75 tahun. Saya tidak memilih rider apapun, jadi selama lima tahun ini premi total yang perlu saya bayarkan adalah Rp 15 juta.
Dari dua poin di
atas Pak, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan:
* Mengapa dari dua produk yang kami (saya dan suami) miliki bisa berbeda jauh
ya, Pak? Maksud saya, untuk polis suami terlihat bahwa kami harus bayar polis
seumur hidup, per bulan Rp 500 ribu dengan uang pertanggungan Rp 60 juta. Tapi
untuk polis saya terlihat begitu menggiurkan, hanya bayar premi lima kali dengan
Rp 3 juta per tahun, tapi uang pertanggungan bisa mencapai Rp 216 juta. Walaupun
sama-sama produk unit link, bisa diambil sewaktu-waktu dan nilainya bisa berkembang
sesuai nilai investasi di pasar, tapi mengapa nilai pertanggungannya bisa beda
jauh ya, Pak?
* Jika nanti kami
tertarik untuk mengambil produk asuransi yang lain, apakah bisa kami memiliki
polis lebih dari satu untuk masing-masing orang? Apa saja kelemahan dan kelebihan
dengan memiliki polis asuransi lebih dari satu untuk satu orang?
Atas perhatian dan bantuan dari Pak Gozali, saya ucapkan banyak terima kasih.
Salam.
Endah, Kudus
Jawaban:
Waalaikumussalam Wr Wb
Bu Endah,
Senang sekali menerima e-mail dari Anda. Semoga tulisan-tulisan kami bisa terus
membantu Anda dalam mengambil keputusan keuangan. Menanggapi pertanyaan yang
Anda ajukan, kiranya perlu saya jelaskan terlebih dahulu mengenai produk unit
link. Unit link adalah produk asuransi plus investasi. Artinya, selain mendapatkan
manfaat proteksi asuransi, Anda juga sekaligus berinvestasi melalui produk ini.
Nah, karena ada dua manfaat dari produk ini, maka premi yang kita bayarkan pun terbagi menjadi dua. Yaitu premi untuk bayar asuransi, dan premi yang dijadikan setoran investasi. Nah, dari sini saja akan terlihat bahwa polis asuransi yang berbeda tentunya memiliki pembayaran premi yang berbeda juga. Coba cek kembali dalam polis A dan B tersebut, berapa persen yang dialokasikan untuk premi asuransi, dan berapa yang diinvestasikan. Mungkin saja premi A menjadi lebih mahal karena porsinya lebih banyak yang diinvestasikan.
Yang perlu Anda perhatikan sekarang adalah berapa premi yang betul-betul dijadikan sebagai premi asuransi saja, di luar investasinya. Saya yakin premi asuransi suami di A masih lebih tinggi dibandingkan dengan premi asuransi Anda di B. Karena besarnya premi asuransi ditentukan oleh beberapa hal. Di antaranya jenis kelamin, usia, serta jenis dan besarnya pertanggungan.
Pada polis A, ada tiga asuransi yaitu jiwa (dasar), kecelakaan, kesehatan. Di antara ketiga asuransi ini, biasanya yang paling mahal adalah asuransi kesehatan. Dan yang paling murah adalah asuransi jiwa. Itulah mengapa premi A lebih mahal daripada B karena polis yang Anda miliki hanya untuk asuansi jiwa saja yang cukup murah preminya, sedangkan suami punya asurasi kesehatan yang mahal. Kalau penasaran ingin tahu mana yang lebih murah, Anda harus membuat asuransi yang 'isinya' sama persis di perusahaan asuransi yang berbeda.
Kedua polis ini
sebaiknya diteruskan saja. Dan tidak ada salahnya untuk menambah lagi polis
asuransi lain, karena menurut saya masih kurang. Anda bisa ambil polis di perusahaan
asuransi yang sama, dan bisa saja di perusahaan yang berbeda. Kalau Anda ambil
di perusahaan yang berbeda sebetulnya akan lebih baik karena itu sama saja dengan
membagi risiko. Tapi kalau tidak mau repot dengan membayar ke banyak pihak,
tidak ada masalah mengambil asuransi di perusahaan yang sama.
Demikian dari kami, jangan sungkan menghubungi kami kembali untuk berdiskusi
lebih lanjut.
Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi