APA INVESTASI YANG AMAN?
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari CBN CyberSHOPPING

Selamat Sore, saya kebetulan sudah tidak bekerja lagi. Sekarang saya tinggal diluar indonesia bersama suami saya. Saya mempunyai tabungan yang jumlahnya tidak terlalu banyak, akan tetapi saya ingin sekali menginvestasikannya sehingga kelak nanti uang tersebut bisa saya pergunakan untuk biaya pendidikan anak saya, dan kebutuhan hidup di saat usia saya tua nanti (retirement).

Saya juga sering ditawari beberapa jenis MLM ataupun networking via internet yang menjanjikan berbagai harapan. Akan tetapi saya ragu, kira-kira jenis investasi apakah yang aman saat ini? Terutama karena saya tidak tinggal di Indonesia.

Mohon sarannya ya, Pak. Terima kasih sebelumnya.

Nia


Jawaban:

Mbak Nia, senang sekali mendapat pertanyaan dari Anda. Ngomong-ngomong, sekarang Anda tinggal dimana ya? Biasanya tiap negara memiliki produk investasi yang berbeda-beda dan beragam sekali. Selain itu peraturan hukumnya tentu saja berbeda sehingga perlu kita pertimbangkan baik-baik ketika akan melakukan investasi.

Karena tujuan investasi Anda adalah untuk jangka panjang, yaitu untuk dana pendidikan dan atau dana pensiun nantinya, maka sebaiknya Anda memilih investasi yang bersifat growth (tumbuh). Bukan investasi yang memberikan keuntungan periodik karena untuk kebutuhan dana rutin sepertinya sudah tertutupi dengan baik dari penghasilan suami Anda. Artinya, dana investasi Anda bisa ditanamkan untuk jangka panjang tanpa pengambilan yang sifatnya rutin.

Jenis investasi speerti ini biasanya memiliki potensi keuntungan yang lebih besar daripada investasi yang memberikan keuntungan yang rutin. Contoh investasi yang bersifat growth adalah saham, reksadana, tanah, emas, dan sebagainya. Sedangkan investasi yang memberikan keuntungan yang rutin misalnya deposito atau tabungan. Sedangkan MLM atau networking adalah investasi berupa bisnis yang hasilnya sangat tergantung dari kerja Anda sendiri. Jadi Anda tidak hanya cukup modal uang saja, tapi juga masih harus bekerja untuk mendapatkan keuntungan. Karena termasuk bisnis, maka potensi keuntungannya bisa lebih besar lagi. Tapi resikonya tentu saja juga sebanding.

Jika Anda menghendaki untuk berinvestasi di Indonesia, maka sebaiknya pilih investasi dalam bentuk produk keuangan yang stabil saja. Saya sarankan produk keuangan, bukan bisnis, karena perlindungan hukumnya memadai sehingga Anda tidak perlu khawatir dengan resiko penipuan dan sebagainya walaupun Anda tidak sempat mengawasinya karena berada di luar negeri. Dan saya juga sarankan yang stabil dalam arti bisa ditinggal pergi tanpa harus banyak evaluasi karena Anda memiliki jangka waktu yang panjang dan tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan transaksi.

Untuk itu produk yang saya sarankan untuk Anda adalah sebagian besar pada reksa dana campuran atau reksa dana saham, dan sebagian kecil (10% - 20%) pada deposito bank pemerintah. Sedangkan untuk saham tidak saya sarankan karena memerlukan evaluasi yang rutin dan transaksi yang sering jika ingin mendapatkan keuntungan yang optimal. Deposito tetap saya sarankan dalam jumlah yang kecil sebagai dana cadangan jika sewaktu-waktu membutuhkan dana tunai dengan segera atau untuk mengantisipasi kondisi ekonomi makro yang kurang menguntungkan untuk reksa dana.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan