ANTARA UNIT LINK DAN REKSADANA
Oleh: Ahmad Gozali

 

Dikutip dari Republika, 02 Maret 2008

Assalamualaikum Wr Wb

Pak Gozali yang baik,
Saya pria berusia 31 tahun, sudah beristri dan punya satu anak. Kalau tidak salah, rubrik ini edisi 3 Februari lalu membahas tentang unit link. Begini Pak, saya punya uang nganggur Rp 8 juta dan ingin saya investasikan. Namun, investasi dalam bentuk apa, saya masih bingung. Saya masih menimbang-nimbang antara unit link dan reksadana. Yang ingin saya tanyakan, reksadana apa yang mesti saya pilih, dan di mana? Maaf Pak, saya memang awam, dan tidak tahu sama sekali mengenai investasi ini. Dan pertanyaan kedua, bila saya ambil unit link, bagaimana dan di mana saya bisa mendapatkannya? Mohon penjelasannya. Terima kasih.

Yudy

Jawaban:

Waalaikumussalam Wr Wb

Pak Yudy,
Reksadana dan unit link memang bisa menjadi pilihan dalam berinvestasi, apalagi untuk orang awam seperti Anda. Sebab, kedua produk investasi ini relatif mudah dan tidak memerlukan dana yang besar untuk berinvestasi. Reksadana adalah jenis investasi kolektif di mana Anda membeli unit penyertaan (semacam saham) kepada sebuah perusahaan manajer investasi. Selanjutnya, manajer investasi akan menginvestasikan dana Anda dan para investor lainnya secara kolektif ke dalam banyak produk investasi lain seperti membeli saham, obligasi, deposito, valas, dan sebagainya. Kelebihan dari reksadana adalah dana Anda dikelola oleh perusahaan manajer investasi yang tentunya memiliki keahlian khusus di bidang itu sehingga Anda tidak perlu terlalu repot memerhatikan kondisi ekonomi setiap hari. Kelebihan lainnya adalah, jika Anda beli saham atau obligasi tentu memerlukan dana sampai ratusan juta, sedangkan jika beli reksadana hanya perlu beberapa juta saja karena uang Anda akan digabungkan dengan uang investor lainnya.

Keuntungan yang diperoleh adalah berupa kenaikan harga. Kalau investasi yang dilakukan oleh manajer investasi memberikan keuntungan, maka keuntungannya akan dibagikan kepada para investor secara proporsional. Tentu saja investasi ini ada risikonya, yaitu kalau investasi yang dilakukan manajer investasi ternyata mengalami kerugian, maka kerugiannya juga akan mengurangi nilai investasi setiap investor secara proporsional. Untung ruginya ini akan terlihat dari naik atau turunnya harga setiap unit penyertaan yang dibeli oleh investor.

Untuk membeli reksadana, Anda bisa menghubungi perusahaan manajer investasi, contohnya Danareksa, PNM, Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, Trimegah, dan lain-lain. Anda bisa lihat macam-macam reksadana di beberapa koran bisnis atau internet. Setiap perusahaan manajer investasi mengeluarkan beberapa produk reksadana yang bisa Anda pilih sesuai dengan karakteristik investasi Anda. Apakah ingin investasi yang risiko kecil dan stabil, apakah ingin investasi yang agresif dan lebih berisiko. Untuk lebih jelasnya, Anda harus membaca prospektus atau proposal yang disediakan. Sedangkan unit link adalah produk asuransi plus reksadana. Unit link ini dikeluarkan oleh perusahaan asuransi sehingga untuk memilikinya bisa dengan menghubungi perusahaan asuransi yang Anda percaya. Tentunya mudah sekali menemukan perusahaan asuransi di sekitar Anda. Bahkan bisa dengan mudah memanggil agennya untuk datang ke rumah.

Membeli unit link sama saja seperti membeli paket asuransi plus investasi pada reksadana. Asuransinya sendiri cukup fleksibel bisa untuk asuransi jiwa saja plus asuransi kesehatan, dan lain-lain. Untuk investasinya, biasanya unit link juga menyediakan beberapa piilihan jenis reksadana.

Kalau Anda belum memiliki asuransi, Anda bisa beli unit link saja yang lebih praktis. Tapi kalau Anda sudah punya asuransi yang memadai, Anda bisa investasi pada reksadana tanpa melalui unit link.

Salam.
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan