ALTERNATIF PRODUK INVESTASI YANG COCOK
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari CBN CyberSHOPPING

Yth. Bapak Ahmad Gozali.

Nama saya Atet, ada yang ingin saya tanyakan. Ayah saya sebentar lagi pensiun (sekitar 9 bulan lagi), Beliau ingin menginvestasikan dananya (sekitar 500jt) tetapi sekarang bingung memilih produk keuangan yang tepat. Karena setelah pensiun penghasilannya akan berkurang banyak, jadi tujuan investasinya sekarang adalah untuk menghasilkan income/ return yang bisa diambil secara bulanan.

Kira-kira alternatif produk keuangan apa ya yang cocok? Oya, profil risiko invest-nya mungkin yang cenderung konservatif (yang agak moderat mungkin masih acceptable).

Mohon pencerahannya. Terima kasih sebelumnya.

Regards,
Atet Rizki Wijoseno --- Jakarta


Jawaban:

Pak Atet, mempersiapkan masa pensiun harus menjadi salah satu tujuan keuangan yang harus dipersiapkan karena tentunya siapa saja termasuk ayah Anda tidak mau menggantungkan hidupnya pada orang lain selama masa pensiun. Kemudian perencanaan pensiun juga perlu dilakukan agar ayah Anda maupun keluarga Anda tidak ingin biaya hidup setelah pensiun di bawah standar.

Untuk mempersiapkan pensiun ayah Anda, tentukan terlebih dahulu berapa besar jumlah pensiun yang ayah Anda inginkan setiap bulannya pada saat pensiun nanti. Jumlah itu tentunya naik setiap tahun karena inflasi. Setelah itu tinggal menginvestasikan dananya (Rp 500 juta) pada produk keuangan yang memberikan return (imbal hasil) sama dengan standar biaya hidup selama pensiun.

Produk investasi yang memberikan pendapatan bulanan salah satunya adalah deposito. Jika dana ayah Anda didepositokan dengan asumsi bagi hasil 9 - 9,5 %, maka ayah Anda bisa mendapatkan hasil kira-kira sebesar 4 juta per bulan sementara uang yang Rp 500 juta tetap utuh. Yang menjadi pertanyaan saya apakah dengan uang tersebut sudah mampu membiayai kehidupan keluarga Anda . Kekhawatiran yang terjadi bila hasil deposito tidak cukup, maka dari uang pokok yang didepositokan akan dicairkan sedikit demi sedikit untuk menutupi kekurangan, maka lama kelamaan simpanan akan habis.

Saran saya, janganlah berinvestasi pada satu keranjang telur untuk meminimalkan resiko. Mengingat profil resiko ayah Anda yang konservatif tetapi moderat masih diterima, maka bagilah dana pensiun ayah Anda menjadi tiga, dan 1/3 bagian masukkan ke dalam deposito, kemudian 1/3 bagian lagi sebagai modal usaha. Carilah bentuk usaha yang resikonya minimal , misalkan waralaba atau menanam modal pada usaha yang sudah berjalan dan menunjukkan prospek yang baik. Kemudian 1/3 bagian lagi investasikan pada instrumen yang lberjangka pendek dan mudah dicairkan seperti reksadana pasar uang atau valas.

Bila Anda ingin perhitungan yang tepat dan perlu perencanaan pensiun yang matang dan sesuai dengan tujuan keuangan keluarga Anda, saran saya hubungi profesional perencana keuangan yang bisa membantu keluarga Anda.

Demikian, semoga dapat bermanfaat.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan