Dikutip dari Tabloid NOVA No. 870/XVI
Bapak Safir yang terhormat,
Kami punya segudang rencana di masa depan. Kami ingin hidup di desa yang penuh ketenangan dan membeli kolam yang banyak dan itu semua membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Pak Safir, maaf suratnya enggak rapi karena saya enggak tahu bikinnya mesti bagaimana, maklum baru pertama ini saya bikin. Saya tunggu jawabannya.
Hormat saya,
Jawab:
Halo Ibu DE
Sebenarnya soal berhemat, bagaimana Anda berpikir saja. Artinya, jika Anda pikir berhemat itu bisa dilakukan, maka tanpa perlu membaca tulisan-tulisan saya pun, Anda pasti sudah bisa berhemat. Tapi jika Anda berpikir sebaliknya, maka walau sudah berkelai-kali membaca tulisan saya, bisa jadi Anda akan tetap sulit melakukan penghematan. Jadi semua itu kembali ke cara Anda berpikir. Dan saya lihat, kalau Anda sudah bisa melakukan penghematan, bahkan bisa membeli sejumlah mobil untuk usaha angkot, waah... itu bagus sekali Bu.
Saya memang pernah bilang bahwa kalau Anda membeli mobil, maka umumnya nilai mobil akan terus menurun. Tapi bukan berarti Anda sebaiknya tidak usah beli mobil. Seperti juga saat Anda membeli pesawat televisi, pasti harganya makin lama makin turun. Tapi Anda toh tetap beli juga kan? Kenapa? Karena keluarga Anda burtuh hiburan kan? Sama juga dengan mobil.
Apa sih fungsinya mobil? Ya untuk alat transportasi. Misalnya untuk Anda pergi dari rumah ke tempat kerja Anda. Atau, untuk membawa anak-anak Anda sekeluarga berjalan-jalan. Tapi tetap, nilai mobil itu akan menurun, tapi penurunannya itu seiring dengan fungsi mobil itu yang terus Anda nikmati.
Nah, dalam kasus Anda, Anda bahkan tidak hanya sekadar menikmati fungsi pakai dari mobil itu, tapi mendayagunakannya untuk usaha, untuk 'memancing' penghasilan baru, dalam bentuk pembelian dan penggunaan mobil itu untuk angkot.
Wah, itu mah bagus sekali Bu. Bahkan, kalau itu Anda lakukan terus, bisa-bisa uang yang masuk ke Anda jauh lebih besar daripada penyusutan nilai kendaraan yang Anda beli. Kemungkinan lho Bu. Karena semua itu tergantung dari ramai tidaknya jalur angkot yang Anda lalui, seberapa sering angkot itu dipakai, dan seterusnya. Jadi, bagus sekali apa yang sudah Anda lakukan Bu.
Mudah-mudahan sih, usaha angkot yang Anda lakukan juga bisa menunjang cita-cita Anda untuk bisa hidup tenang di desa dengan kolam yang banyak seperti yang Anda ceritakan di surat Anda tadi.
Sukses untuk Anda ya Bu.
Salam.
Saya seorang ibu yang bekerja di sebuah perusahaan swasta. Suami juga bekerja di perusahaan yang sama. Saya senang membaca Rubrik yang Bapak asuh. Suami saya selalu merencanakan masa depan kami. Kami juga melakukan penghematan sehingga terkabul juga keinginan suami untuk membeli sebuah mobil. Bahkan sekarang tak terasa kami sudah punya tiga mobil (angkutan kota), walau masih kredit.
Bapak pernah bilang bahwa berinvestasi dalam mobil kurang baik karena tiap tahun harga mobil akan turun, apakah begitu Pak? Kami memilih usaha ini karena kami berdua kerja dan usaha yang bisa ditinggal dan tak perlu memakan banyak waktu. Jadi, tepatkah usaha kami ini?
Ny. DE
Waah, senang sekali saya dapat surat dari Anda. Jadi ini pertama kalinya Anda menulis surat ya? Mudah-mudahan ini bukan surat Anda yang terakhir. Pertama-tama saya ucapkan selamat, kerena Anda berhasil melakukan penghematan. Enggak gampang lho Bu melakukan penghematan. Bahkan, beberapa orang walaupun sudah membaca tulisan saya berkali-kali tetap saja merasa kesulitan kalau disuruh berhemat.
Safir Senduk
Perencana Keuangan
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi