UANG SAKU ANAK SMP
Oleh: Safir Senduk

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 863/XVI

Pak Safir yang terhormat,
Sekitar dua bulan lalu anak saya mulai masuk sekolah. Dia kelas 2 SMP. Setiap minggu, saya memberikan uang saku sekitar Rp 75 ribu. Tanya dong, berapa sih sebaiknya uang saku ideal yang harus saya kasih untuknya? Untuk ongkos tranport pulang pergi dan jajan di kantin tiap hari sekitar Rp 9 ribu sampai Rp 13 ribu. Menurut bapak, uang saku Rp 75 ribu seminggu itu sudah cukup belum sih?

Saya tunggu jawabannya.

S - Ciputat


Jawab:

Halo Ibu S,
Anda tinggal di Ciputat ya? Saya waktu kecil juga sempat tinggal di sana lho. Lumayan lama sih, 15 tahun lalu. Wah, itu mah lama sekali ya Buu...

O ya, pertanyaan Anda sebetulnya mewakili banyak pertanyaan dari para pembaca lain yang mungkin juga kebingungan dalam memberikan uang saku yang tepat untuk putra-putrinya. Untuk topik uang saku, saya hanya bisa bilang bahwa tidak ada jumlah uang saku yang disebut ideal, karena bisa saja kita sama-sama punya anak yang kelas 1 SMP, tapi karena situasi dan kondisi berbeda, jumlah uang saku yang kita berikan juga akan berbeda. Karena itu, menjawab pertanyaan Anda tentang berapa jumlah uang saku yang ideal, saya punya satu petunjuk sederhana: Jumlah uang saku bisa disebut ideal bila anak Anda bisa memenuhi seluruh kebutuhan-kebutuhan dasarnya dengan uang tersebut.

Apa sih yang dimaksud dengan kebutuhan dasar? Yang jelas, kalau anak Anda masih sekolah, tentu saja transport dan biaya makannya selama di sekolah. Ingat lho, kalau anak Anda minta dibelikan buku Trio Detektif di toko buku atau minta dibelikan sepatu roda, itu bukan lagi kebutuhan dasarnya, tapi sudah 'keinginan'. Bedakan antara kebutuhan dan keinginan. Saya sudah berkali-kali bilang bahwa 'keinginan' umumnya tidak ada batasnya, tapi 'kebutuhan' pasti ada batasnya.

Begitu juga dengan kebutuhan anak Anda. Coba hitung berapa kebutuhannya untuk pulang pergi setiap hari dengan bis, berapa kebutuhannya setiap hari untuk beli makan di kantin, dan seterusnya. Kalau semua itu memang cukup, berarti uang saku yang selama ini Anda berikan merupakan jumlah yang 'ideal' untuknya. Ingat lho: 'untuknya', bukan untuk anak orang lain. Tapi, kalau bisa sih jangan juga memberikan uang saku yang terlalu ngepas yang hanya disesuaikan dengan kebutuhannya. Kalau bisa, lebihkan saja beberapa ribu rupiah agar dia bisa menabung. Ingat, uang saku yang Anda berikan bisa menjadi sarana bagi anak Anda untuk belajar mengelola uang, sebelum dia nanti bekerja dan menerima penghasilan sendiri setiap minggu atau setiap bulannya ketika dia sudah dewasa. Ya kan?

Jadi, jawaban saya untuk pertanyaan Anda sudah jelas Bu S: Kalau anak Anda merasa bahwa uang yang didapatkannya mencukupi untuk transport dan makannya, plus bisa menabung sedikit-sedikit, itu berarti Anda sudah memberikan jumlah yang ideal untuknya. Kalau belum, tambah lagi sampai Anda dan anak Anda sama-sama merasakan bahwa jumlah yang baru itu sudah cukup.

Salam.
Safir Senduk
Perencana Keuangan




kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan