Dikutip dari Tabloid FIKRI Edisi 6 Th. III
Mas Goz yang baik,
Saya termasuk yang terkena pemutusan hubungan kerja atau PHK dari perusahaan saya sebelumnya. Saat ini saya memiliki seorang anak yang masih balita. Istri saya tidak bekerja atau sebagai full time mother. Saya ingin sekali memulai untuk usaha dari uang pesangon yang saya dapat. Pertimbangan apa saja yang harus dipikirkan agar saya dapat memulai usaha tanpa ragu? Terima kasih sebelumnya.
Aditya - Jakarta
Ada dua hal yang menyebabkan seseorang menjadi tidak percaya diri dan ragu, yaitu karena ia pernah mengalami kegagalan, atau karena ia belum pernah mencobanya. Wajar saja menjadi ragu karena belum pernah mencoba. Untuk mengatasinya, berkacalah. Di depan Anda akan terlihat bayangan seorang manusia. Manusia yang diberikan banyak sekali kelebihan oleh Allah SWT. Dengan segala kelebihan dan potensi yang dimiliki, kenapa mesti ragu?
Kegagalan juga bisa menyebabkan keraguan untuk memulai kembali karena tidak bisa menerima kegagalan itu. Maka kunci dari percaya diri adalah sikap ridha. Yaitu menerima apapun keputusan Allah akan hasil usaha kita. Karena yang terpenting bagi kita adalah untuk berusaha secara maksimal. Masalah hasilnya, Allah lah yang menentukan. Dengan ridha terhadap apapun yang menjadi keputusan Allah, kita tidak akan putus asa dari rahmatNya dan yakin bahwa setiap usaha pasti ada balasannya.
Untuk memulai sebuah usaha baru, setidaknya ada 3 macam persiapan yang harus Anda lakukan:
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Jawab:
Yang penting untuk dilakukan oleh seorang wirausahawan adalah memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan usahanya. Ini dilakukan agar bisa dengan jelas mengevaluasi kinerja keuangan usaha. Dan untuk mencegah keuangan usaha agar tidak mudah tersedot untuk kepentingan pribadi maupun sebaliknya.
Persiapan mental adalah persiapan yang menjadi prioritas utama, terutama untuk mereka yang berpindah dari karyawan menjadi wirausahawan. Selama menjadi karyawan, seseorang akan merasa sangat stabil dengan menerima gaji yang sudah pasti setiap bulannya. Ia juga tidak perlu terlalu mempedulikan perkembangan usaha perusahaan karena berapapun keuntungan perusahaan, gaji yang ia terima sudah tetap jumlahnya.
Namun sebagai wirausahawan, ia harus bisa menyiapkan mental bahwa gelombang naik turun pasti akan menerpa kondisi keuangan pribadinya, seiring dengan kondisi usahanya. Jatuh bangun merupakan hal yang biasa bagi seorang wirausahawan, dan diperlukan mental yang tangguh untuk menjalaninya.
Persiapan teknis usaha sangat tergantung sekali dari usaha apa yang dijalankan. Yang perlu dipersiapkan biasanya adalah lokasi, peralatan penunjang, supplier, strategi penetapan harga, strategi pemasaran, dan sebagainya.
Bagi pemain baru, jangan malu untuk bertanya pada mereka yang sudah berhasil lebih dahulu. Contohlah langkah sukses mereka sambil ditambahkan kreasi Anda sendiri.
Persiapan keuangan bisa meliputi dua hal. Pertama adalah persiapan keuangan bagi usahanya itu sendiri. Tidak sedikit orang yang ingin memiliki usaha sendiri namun terbentur dengan masalah permodalan. Banyak juga wirausahawan yang secara teknis memiliki kemampuan yang tinggi, namun harus menyerah pada masalah keuangan yang kurang memadai.
Oleh karena itu, perhitungan besarnya modal yang dibutuhkan, sumber permodalannya dan permasalahan akuntansi menjadi hal yang perlu dipersiapkan dengan baik sedari awal.
Yang kedua adalah persiapan keuangan pribadi seorang wirausahawan ketika ia baru pertama kali terjun ke dunia usaha. Apakah ia bisa siap untuk mengatur keuangan keluarganya secara baik dengan pemasukan yang tidak stabil. Hal ini diperlukan agar keuntungan usahanya tidak tersedot oleh kepentingan pribadi saja sehingga kurang bisa berkembang.
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi