TIDAK BISA MENABUNG
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Auto Cyber Center

Pak Ahmad Gozali yang baik,

Saya seorang karyawati swasta dan masih single dengan penghasilan perbulan Rp. 2,000,000,- (baru sekitar 5 bulan bekerja) setelah sebelumnya saya sempat bekerja di kantor lain dengan penghasilan perbulan kurang dari 1 juta rupiah.

Saya masih tinggal dengan orang tua. Setiap bulan untuk orang tua saya sisihkan sebesar Rp. 250,000,-, untuk arisan Rp. 100,000,-, untuk adik Rp. 100,000,-, untuk telepon rumah Rp. 200,000,-, untuk membeli pulsa HP Rp. 150,000,-, untuk belanja keperluan rumah dan saya Rp. 250,000,-, untuk setiap weekend Rp. 100,000,- dan untuk pengeluaran-pengeluaran lainnya (transport, makan siang, dll) yang membuat gaji saya habis tiap bulan tanpa sisa (5 bulan bekerja tidak memiliki simpanan).

Saya ingin menambah penghasilan tapi saya tidak mempunyai keahlian berdagang.

Pak Gozali, mohon bantuan untuk pengaturan uang saya agar bisa lebih berhemat.

Terima kasih.




Jawaban:

Untuk bisa menabung sebetulnya mudah saja Bu Ellya. Hanya saja kita perlu merubah paradigma menabung kita.

Kalau kita menganggap menabung adalah menyisihkan sisa uang untuk ditabung, memang akan sulit sekali untuk menabung. Karena uang itu seperti air, mudah mengalir dan menguap serta sulit dipegang.

Walau sudah berniat menabung, seringkali uang tidak akan bersisa di akhir bulan karena sudah terpakai oleh kepentingan lainnya.

Beda halnya kalau kita punya paradigma bahwa menabung adalah salah satu pengeluaran rutin seperti halnya belanja bulanan atau bayar rekening listrik. Apalagi kalau pengeluaran untuk menabung ini dilakukan di awal, bukan di akhir.

Dengan pemasukan 2 juta rupiah dan total pengeluaran sesuai rincian anda sebesar Rp. 1,450,000,-, berarti anda masih punya Rp. 550,000,- .

Dari Rp. 550,000,- itu, berapa yang ingin anda tabung? Katakanlah Rp. 100,000,-. Ini berarti anda masih punya Rp. 450,000,- untuk pengeluaran yang lainnya.

Sekarang anggap saja pemasukan bersih anda adalah Rp. 450,000,- yang bisa dibawa ke rumah dan dibuat anggaran pengeluarannya. Sedangkan yang Rp. 100,000,- langsung dimasukkan ke bank begitu anda menerima gaji.

Kalau anda menerima gajinya secara tunai, langsung masukkan ke bank hari itu juga. Tapi kalau ditransfer ke bank, buat rekening satu lagi untuk menampung tabungan dan lakukan pendebetan otomatis.

Selamat menabung...

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan