Dikutip dari Tabloid NOVA No. 711/XIV
Pak Safir yang terhormat,
Masalahnya sekarang apakah pilihan yang saya buat ini sudah tepat atau belum? Saya perlu masukan dari Bapak dan semoga Bapak mau menjawabnya. Saya mempunyai dana kurang lebih Rp 5 juta untuk persiapan dana pendidikan anak saya dalam bentuk asuransi (dalam bentuk premi tunggal, hingga saya tak perlu membayar di tahun-tahun berikut). Usia anak saya saat ini baru setahun.
Nah, saya merasa dana tersebut masih kurang untuk menutup dana pendidikan anak saya kelak. Akhirnya saya putuskan untuk menabung lagi sebesar Rp 100.000 per bulan. Saya ambil cara ini untuk mengantisipasi jika saya harus berhenti kerja, maka saya tidak punya kewajiban sebagai pihak ke III. Sedangkan untuk menabung masih bisa menyisihkan dari gaji suami saya.
Pertanyaan saya:
Ny. TAU - Jakarta
Ny. TAU di Jakarta,
Bagus sekali apabila Anda sudah punya kesadaran untuk mau mempersiapkan dana pendidikan anak Anda sejak sekarang. Tinggal sekarang masalahnya adalah apakah jumlah dana pendidikan yang akan diberikan perusahaan asuransi cukup atau tidak. Sayang sekali Anda tidak menyebutkan berapa jumlah yang memang akan diberikan oleh si perusahaan asuransi. Tapi menurut pengakuan Anda jumlah tersebut tidak cukup, sehingga Anda merasa masih harus menambahkannya dengan cara menabung secara rutin setiap bulan sebesar Rp 100 ribu.
Menjawab pertanyaan Anda tentang apakah cara ini sudah tepat atau belum, saya ingin menjawab bahwa apa yang Anda lakukan --dengan cara menabung setiap bulan-- sudah benar. Tinggal sekarang apakah jumlah yang harus Anda tabung itu sudah pas atau belum.
Saran saya, coba Anda perkirakan berapa biaya pendidikan anak Anda kelak. Sebagai contoh, anak Anda akan masuk SD sekitar 5 tahun lagi. Pada saat ini, biaya uang pangkal untuk masuk ke SD yang Anda inginkan adalah Rp 2 juta. Setiap tahun, diperkirakan biaya pendidikan selalu naik katakan sebesar 10% setiap tahun. Dengan demikian, diperkirakan Biaya Pendidikan anak Anda kelak adalah:
= Rp 2 juta x 1,1 x 1,1 x 1,1 x 1,1 x 1,1
Itulah perkiraan Biaya Pendidikan anak Anda kelak ketika ia masuk SD. Karena Anda masih punya waktu 5 tahun lagi untuk bersiap, maka dengan asumsi bahwa Anda akan menabung dengan tidak mendapatkan bunga sedikit pun, jumlah yang harus Anda tabung untuk anak Anda bisa masuk SD adalah:
= Rp 3.500.000 dibagi 60 bulan (5 tahun)
Itu dengan asumsi bahwa Anda akan menabung di tempat yang tidak memberikan bunga. Bagaimana bila Anda menabung di tempat yang memberikan bunga seperti tabungan di Bank? Tentu saja jumlah yang harus Anda tabung bisa lebih rendah daripada Rp 59.000,- (ini untuk SD saja lho).
Makin besar suku bunga yang diberikan bank, makin kecil jumlah yang harus Anda tabung. Ceritakan kepada bank Anda mengenai jumlah saldo tabungan yang Anda inginkan di masa mendatang dan mereka akan memberikan perkiraan tentang berapa jumlah yang bisa Anda tabung setiap bulan untuk bisa mencapai target jumlah saldo tertentu kelak.
Mudah-mudahan dengan cara tersebut diatas Anda bisa menghitung sendiri apakah jumlah Rp 100 ribu yang Anda tabung setiap bulan selama ini sudah mencukupi atau tidak, karena saya tidak mengetahui perkiraan biaya dari sekolah yang Anda inginkan untuk dimasuki oleh anak Anda.
Menjawab pertanyaan Anda berikutnya tentang bagaimana menentukan perusahaan asuransi yang baik, mungkin ada baiknya bila Anda mengenal terlebih dahulu profil perusahaan asuransi yang bersangkutan, seperti bagaimana sejarahnya, siapa orang-orang yang duduk di jajaran manajemennya, siapa pemegang sahamnya dan seterusnya. Lihatlah apakah mereka orang-orang yang kredibel dan tidak memiliki reputasi yang jelek. Walaupun tidak menjamin, tetapi ada baiknya bila Anda memilih perusahaan asuransi yang memiliki orang-orang di jajaran manajemen yang memiliki reputasi baik.
Selain itu, lihat juga bagaimana reputasi perusahaan asuransi dalam membayar klaim. Semakin sedikit ada keluhan tentang sulitnya proses klaim dari perusahaan asuransi yang bersangkutan, akan semakin baik untuk Anda. Berhati-hatilah terhadap perusahaan asuransi yang sering mendapatkan keluhan dari masyarakat terhadap proses klaimnya.
Setelah itu, yang paling penting, adalah dengan mengetahui kesehatan keuangan dari perusahaan asuransi yang bersangkutan. Ini penting mengingat bahwa kita tentu tidak ingin perusahaan asuransi kita tidak ada sewaktu sudah tiba jadwal mereka dalam membayar klaim asuransi.
Agak rumit memang mengukur kesehatan keuangan dari sebuah perusahaan asuransi. Tapi mungkin ada satu petunjuk yang bisa Anda gunakan, yaitu dengan menanyakan kepada perusahaan asuransi Anda tentang berapa komposisi RBC mereka. RBC adalah singkatan dari Risk Based Capital, suatu rasio keuangan yang menunjukkan kesehatan dari sebuah perusahaan asuransi. Rasio RBC yang tergolong baik adalah mereka yang rasionya tidak kurang dari 15%. Makin besar Rasio RBC tersebut akan makin baik untuk Anda. Tenang saja, ada kok perusahaan asuransi yang komposisi RBC-nya bisa seratus atau dua ratus persen.
Demikian jawaban saya. Semoga persiapan dana pendidikan anak Anda sukses.
Setelah membaca ulasan Bapak tentang memilih investasi untuk persiapan dana pendidikan anak, saya menjadi lebih mengerti tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing investasi tersebut.
Demikian pertanyaan saya dan terima kasih atas jawaban Bapak.
Jawab:
= Rp 3.221.020
= Rp 3.500.000
= Rp 58.333,33
= Rp 59.000 (dibulatkan)
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi