Dikutip dari Danareksa.com
Tunjangan Hari Raya alias THR, kata ini sudah menjadi sesuatu yang melekat erat pada setiap hari raya. Sebab setahun sekali menjelang hari raya, biasanya orang mendapat THR. THR ini tidak cuma diberikan kepada karyawan suatu perusahaan tertentu, tetapi pekerja rumah tangga seperti pembantu, baby sitter, tukang kebun sampai supir. Nah.. kalau dalam kondisi ini tentunya Anda yang mempekerjakan orang untuk membantu urusan rumah tangga-lah yang berkewajiban memberikan THR. Bukan mereka saja yang harus Anda berikan THR, tetapi orang tua, mertua, saudara-sudara dekat, sampai keponakan-keponakan, istilahnya “uang amplop”.
Pemakaian THR tidak berhenti sampai situ saja, sebab masih banyak pengeluaran hari raya lainnya yang masih harus Anda bayar. Beberapa pengeluaran khusus hari raya memang tidak ada di bulan-bulan selain hari raya, dan untuk pengeluaran hari raya inilah makanya dibutuhkan THR. Berikut ini adalah langkah-langkah bagaimana kita bisa merencanakan anggaran hari raya dengan menggunakan uang THR.
Caranya adalah dengan menetapkan pos-pos pengeluaran terlebih dahulu sehingga anda dapat memperkirakan berapa besar keuangan yang diperlukan. Jika jumlah pengeluaran tersebut lebih besar dari THR Anda, maka lakukanlah penyesuaian dengan berusaha mengurangi pos-pos pengeluarannya.
Jika pembayaran zakat sudah ditentukan besarnya dan hukumnya wajib bagi yang mampu, infaq, sedekah dan uang amplop jumlahnya bisa disesuaikan dengan kemampuan dan sifatnya tidak wajib. Yang penting untuk infaq, sedekah dan uang amplop Anda sudah menentukan terlebih dahulu berapa jumlah yang Anda sisihkan dari THR, baru setelah itu dibagi kepada siapa saja Anda akan memberikankannya dan berapa besarnya
Hari raya identik dengan mudik, jika Anda memutuskan untuk mudik maka Anda tinggal melakukan sedikit penyesuaian terhadap ke 4 pos pengeluran diatas. Yaitu dengan menambahkan pos pengeluaran untuk transportasi dan penginapan. Untuk pos wajib tentunya tidak ada perubahan, sebab pos wajib tetap harus anda bayar.
Pos tidak wajib terutama uang amplop mungkin tidak banyak berubah. Namun dengan banyaknya acara silaturahmi di kampung halaman, waspadai jangan sampai uang amplop ini membengkak. Khusus pos belanja rumah tangga akan banyak penyesuaian, sebab karena berlebaran di kampung halaman, maka tidak perlu menyediakan kue-kue kecil dan hidangan utama. Sebagai gantinya disesuaikan dengan kebutuhan makan selama di perjalanan dan tempat mudik saja. Pos pengeluaran lain-lain harus tetap ada dengan tujuan sebagai dana cadangan, mengingat dalam perjalanan maupun selama di tempat mudik bisa terjadi hal apapun maka sebaiknya tetap tersedia dana cadangan untuk mengantisipasi pengeluaran tak terduga.
Salam
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Bagaimana Dengan Mudik ?
Setahun sekali di hari raya sudah menjadi kewajiban kita sebagai umat beragama untuk mengeluarkan zakat yang besarnya sudah ditentukan oleh peraturan dalam agama. Namun kewajiban Anda pada hari raya bukan cuma zakat, sebab jika ada orang lain yang bekerja pada Anda misalnya pembantu rumah tangga, baby sitter, tukang kebun atau sopir, sudah menjadi peraturan tidak tertulis bahwa Anda sebagai majikan juga berkewajiban memberikan THR sebesar satu kali gaji mereka,
Anda juga bisa menyalurkan amal Anda berupa infaq dan sedekah. Anda bisa menghubungi pantia amal setempat untuk hal ini atau Anda bisa memberikannya langsung kepada pihak yang membutuhkan. Selain itu di hari raya biasanya juga ada tradisi untuk membagikan uang angpau atau uang amplop kepada para sanak saudara.
Hari raya tidak afdol jika tidak ada makanan dan suguhan kue-kue khas hari raya. Perkirakan jumlah tamu yang akan datang, sebab tentunya Anda harus menyediakan lebih banyak makanan jika lebih banyak tamu. Tradisi mengenakan semua yang serba baru mulai dari busana, sepatu sampai perlengkapan ibadah juga masih berjalan sampai saat ini. Karena itu khusus untuk pos belanja lebaran, buatlah anggarannya ke dalam beberapa pos pengeluaran:
Sebaiknya tidak menghabiskan seluruh uang THR Anda hanya untuk ke 3 pos pengeluaran diatas. Namun sisihkan sejumlah tertentu diawal minimal 10% dari uang THR Anda untuk pos pengeluaran lain-lain. Jika terjadi pengeluaran diluar anggaran bayarlah dari pos pengeluaran lain-lain ini. Usahakan jangan sampai terpakai jika tidak perlu, sebab keuntungannya jika Anda tidak pakai maka Anda bisa memasukannya ke dalam tabungan. Dengan demikian uang THR Anda tidak habis begitu saja bukan ?
Mike Rini
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi