Dikutip dari Tabloid NOVA No. 657/XIII
Yang terhormat Pak Safir Senduk,
Saya bidan umur 41 tahun, suami pegawai negeri 45 tahun. Pendidikan suami SLTA. Kami punya dua putri. Yang pertama baru saja diterima masuk PTN lewat PMDK (tanpa tes). Yang kedua kelas 5 SD.
Gaji tetap saya dan suami bila digabung Rp 1.500.000. Penghasilan bersih saya sendiri Rp 500.000 sebulan. Suami punya kijang tahun 90 yang sesekali disewakan. Bisa dapat Rp 500.000 sebulan.
Saat ini kami punya rumah, beberapa bidang tanah, mobil, sepeda motor, dan alat rumah tangga, tanpa tanggungan hutang. Kami bahkan bisa menyantuni orang tua masing-masing.
Simpanan kami relatif kecil. Sementara menurut Bapak, jumlah dana cadangan minimal adalah 6 kali pengeluaran rutin per bulan. Kami baru punya dua kali. Kami ingin menambahnya.
September 2000 ini anak kami mulai kuliah di luar kota dan membutuhkan dana bulanan tersendiri. Dia menagih janji kami membelikan piano/organ yang model baru. Dia memang berbakat musik dan pernah jadi juara I bermain organ seKabupaten. Menurut saya, ini tidak mendesak karena dia tidak mengambil jurusan musik.
Suami saya ingin membeli komputer seharga sekitar Rp 5.000.000. Dia juga ingin mengganti mobilnya dengan tahun yang lebih muda (93 - 94).
Kami punya 8 polis asuransi. Tanggal 1 Oktober 2000 dan 1 Agustus 2002 kami akan menerima uang pertanggungan Rp 15 juta dan Rp 20 juta.
Pertanyaan kami: bagaimana menyusan daftar prioritas kebutuhan tersebut. Mohon dibuatkan pula perencanaan hingga tahun 2002 agar kami dapat membiayai 6 tahun kuliah anak kami, menambah tabungan, beli piano baru, beli komputer, dan ganti mobil.
Oh, ya, sepeda motor yang cuma satu juga mau diberikan pada putri kami yang kuliah. Otomatis kami harus beli lagi, ya? Sebaiknya yang harga berapa? Terima kasih.
Ny. H - Slawi
Jawab:
Ibu H di Slawi,
Melihat situasi Anda, inilah daftar urutan prioritas yang harus Anda miliki:
Keberadaan dana cadangan sangat penting karena hal ini sama ibaratnya seperti keberadaan uang tunai dalam dompet Anda. Ada banyak keluarga kelabakan hanya gara-gara tidak tersedia cukup uang tunai siap pakai. Dalam hal ini, uang tunai adalah berupa dana cadangan.
Tidak ada keharusan bahwa Anda harus memiliki dana cadangan sebesar 6 bulan pengeluaran keluarga. Melihat situasi dan kondisi Anda, tidak mengapa bila Anda memiliki dana cadangan untuk 3 - 4 bulan pengeluaran keluarga saja. Jadi bila pada saat ini Anda baru memiliki 2 bulan pengeluaran keluarga, maka Anda tinggal menabung saja untuk dapat menutup sisa yang diperlukan.
Anda juga mengatakan bahwa suami Anda ingin mengganti kendaraannya dengan kendaraan tahun 93 - 94. Bila memang kendaraan tersebut digunakan untuk disewakan sesekali sehingga dapat menghasilkan uang bagi keluarga Anda, tidak ada salahnya apabila hal ini juga diprioritaskan bersamaan dengan persiapan dana cadangan Anda. Dengan kendaraan lebih baru, mungkin suami Anda bisa mendapatkan pemasukan sewa lebih besar lagi. Dari yang tadinya sebesar --kata Anda-- Rp 500 ribu sebulan, dengan kendaraan yang lebih baru mungkin bisa jadi pemasukan sewa mobil tersebut naik menjadi, misalnya saja Rp 750 ribu. Jadi di sini, yakinkan diri Anda berdua bahwa kendaraan baru tersebut memang bisa membawa manfaat berupa bertambahnya pemasukan.
Anda mengatakan bahwa pada tanggal 1 Oktober 2000 keluarga Anda akan menerima uang pertanggungan sebesar Rp 15 juta. Uang ini mungkin bisa dipakai untuk bekal tukar tambah kendaraan yang diinginkan suami Anda. Saya tidak tahu apakah uang sebesar itu cukup atau tidak untuk bekal tukar tambah kendaraan yang diinginkan suami Anda karena Anda tidak menyebutkan harganya. Syukur-syukur kalau cukup. Lebih bagus lagi kalau ada lebihnya, sehingga bisa dialokasikan ke Dana Cadangan.
Tapi bila uang Rp 15 juta tersebut tidak cukup untuk bekal tukar tambah kendaraan yang diinginkan suami Anda, maka lihat apakah Anda bisa mengambil dari sumber harta Anda yang lain. Tidak apa-apa untuk mengusahakan terwujudnya tukar tambah kendaraan ini secara lebih "ngotot". Ini karena kendaraan tersebut akan digunakan untuk mendapatkan pemasukan yang diharapkan bisa lebih besar dari Rp 500 ribu per bulan yang didapatkan selama ini. Tapi kalau dengan kendaraan yang lebih baru itu pemasukan dari sewa mobil tidak bertambah dan tetap cuma Rp 500 ribu per bulan, maka saran saya, lebih baik tunda saja rencana tukar tambah itu.
Bila uang Rp 15 juta itu memang tidak cukup untuk bekal tukar tambah dan tidak ada sumber harta lain yang bisa membantu menutupi tukar tambah tersebut, maka Anda bisa memanfaatkan dulu sebagian uang itu untuk pembelian motor baru, sehingga motor yang lama bisa diberikan ke putri Anda yang baru saja masuk kuliah.
Motor baru dengan harga berapakah yang sebaiknya Anda beli? Kenapa Anda tidak mempertimbangkan untuk membeli motor bekas pakai yang umurnya sudah satu atau dua tahun? Dengan membeli motor bekas pakai yang umurnya satu atau dua tahun, maka Anda biasanya akan mendapatkan harga yang lebih murah sekitar 20 persen.
Jadikan membeli komputer sebagai prioritas berikutnya. Dengan adanya komputer, banyak hal yang bisa dilakukan, tidak hanya oleh suami Anda, tapi juga oleh anak Anda. Suami Anda bisa menggunakan komputer tersebut untuk bisnis, dan juga mendapatkan informasi-informasi terbaru melalui internet. Putri Anda yang kelas 5 SD juga bisa menggunakan komputer itu untuk mempelajari berbagai macam hal. Begitu juga dengan Anda. Pendeknya, komputer akan membantu keluarga Anda dalam melakukan banyak sekali hal seperti belajar, bisnis, dan juga berfungsi sebagai sumber informasi (melalui internet), juga sebagai alat bantu untuk berbagai macam kegiatan. Bila Anda hanya mempergunakan komputer untuk kepentingan menulis, administrasi, dan belajar, tentu tidak perlu membeli komputer canggih yang dilengkapi multimedia (memakai speaker, mikrofon, kartu suara, kartu video). Beli saja yang standar karena harganya jauh lebih murah. Pertimbangkan pula membeli komputer rakitan (bukan bermerek) yang kualitasnya standar namun harganya tak mahal.
Kadang-kadang hobi anak tidak harus selalu berhubungan dengan bidang pendidikan yang dia tempuh. Tapi bila itu sudah menyangkut uang dan Anda harus menentukan prioritas, maka akan lebih baik bila pembelian organ/piano dikesampingkan bila memang tidak ada hubungan langsung dengan bidang pendidikan yang ditempuh putri Anda.
Dari 8 polis asuransi yang Anda berdua miliki, saya tidak tahu apakah salah satunya terdapat Polis Asuransi Pendidikan untuk putri Anda yang baru masuk kuliah ini. Tapi dari pengalaman saya menghadapi klien, besar kemungkinan Anda berdua pasti sudah memiliki polis ini.
Saran saya, hitung baik-baik perkiraan biaya kuliah putri Anda hingga dia lulus kelak, dan lihat apakah dana pendidikan dari asuransi pendidikan tersebut mencukupi. Bila ya, bagus. Bila tidak, maka faktor berikutnya yang harus Anda lihat adalah apakah penghasilan Anda berdua tiap bulannya nanti kira-kira bisa menutupi selisih kekurangan dana pendidikan itu atau tidak.
Bila ya, bagus. Bila tidak, Anda harus memilih harta apa yang Anda miliki pada saat ini yang bisa dijual untuk menutupi kekurangan dana pendidikan tersebut, seperti tanah yang sudah Anda miliki sekarang misalnya. Sekali lagi, penjualan harta hanya dilakukan bila kira-kira dana pendidikan dari asuransi pendidikan tidak cukup dan penghasilan Anda berdua nantinya diperkirakan memang tidak mencukupi, juga untuk biaya kuliah putri Anda. Jangan lupa bahwa pada 1 Agustus 2002 Anda akan menerima uang pertanggungan sebesar Rp 20 juta. Uang ini bisa dipakai untuk kuliah putri Anda.
1. DANA CADANGAN
2. KENDARAAN
3. MOTOR
4. KOMPUTER
5. ORGAN/PIANO
6. MEMBIAYAI KULIAH ANAK SELAMA 6 TAHUN
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Profil |
Jasa yang Ditawarkan |
Artikel |
Buku |
Agenda