Dikutip dari Tabloid NOVA No. 670/XIII
Yang terhormat Pak Safir,
Saya ibu rumah tangga tidak bekerja, umur 29 tahun. Suami, 29 tahun, saya bekerja di BUMN dengan gaji pokok Rp 1,9 juta, dengan penghasilan tambahan Rp 3 juta 4 juta per bulan. Kami punya seorang putri usia 2,5 tahun.
Maret kemarin, kami mengambil kredit mobil. Uang mukanya diambil dari dana tabungan kami dan dana tabungan pendidikan putri kami. Sekarang kami kesulitan menabung bulanan karena pengeluaran kami sangat banyak. Rinciannya:
* Cicilan mobil (Maret 2000 April 2005) - Rp 1.600.000
Jadi, pengeluaran bulanan kami bisa hampir Rp 5 juta. Biasanya saya usahakan menyisihkan Rp 250.000 per bulan. Simpanan yang kami miliki hanya dua kali gaji pokok suami. Dana pendidikan anak kosong sama sekali. Padahal tahun depan insya Allah kami ingin memasukkannya ke play group. Kami tak punya asuransi, namun fasilitas kesehatan ditanggung kantor suami sepenuhnya. Termasuk biaya persalinan sampai tiga anak. Suami juga dapat fasilitas antar-jemput pegawai. Saat ini kami berencana menambah perabot dan merenovasi rumah.
Pertanyaan saya:
Ny. E - Jakarta
Jawab:
Ibu E di Jakarta,
Namun karena Anda mengatakan bisa mendapat tambahan pemasukan sebesar Rp 3 juta - 4 juta per bulan, perhitungan yang baru bisa menggunakan asumsi pemasukan tambahan sebesar Rp 3 juta. (lihat tabel perbandingan perhitungan lama dan yang baru). Pertanyaan saya: bisakah Anda berdua memaksimalkan penghasilan tambahan tersebut menjadi paling tidak Rp 3,5 juta sebulan? Dengan demikian, maka Anda bisa menabung sekitar Rp 400 ribu per bulan untuk persiapan anak Anda masuk play group dan Rp 300 ribu per bulan untuk persiapan dana cadangan. Setelah itu, barulah sisanya Anda gunakan untuk menabung guna pembelian perabot/renovasi rumah.
Kalau Anda menabung sebesar Rp 400 ribu per bulan mulai November 2000 ini, maka sekitar 7 bulan lagi Anda sudah memiliki dana sekitar Rp 2,8 juta - 3 juta yang mungkin cukup untuk biaya anak Anda masuk ke play group. Sebaiknya Anda tanyakan lebih dulu berapa biaya masuk play group tersebut dan perkirakan berapa biayanya pada tahun ajaran 2001 nanti. Kalau jumlahnya lebih dari Rp 3 juta, Anda bisa memilih memperbesar setoran tabungan Anda.
Selain itu, kalau selama ini Anda membayar cicilan kartu kredit Rp 300 juta - 500 ribu per bulan, maka saya menyarankan agar Anda memperbesarnya menjadi Rp 500 ribu per bulan. Dengan begitu, bunga Anda tidak terlalu besar tiap bulannya.
Saya juga menyarankan agar sisihan bulanan yang Anda lakukan per bulan sebesar Rp 250 ribu digunakan untuk mempersiapkan dana cadangan. Karena kekurangannya tadi adalah Rp 12,2 juta, Anda harus mengambilnya lewat sisihan per bulan. Jumlahnya, bukan lagi Rp 250 ribu, tapi Rp 300 ribu per bulan.
Betul, sekarang Anda memang tidak memiliki sisa. Tapi jangan khawatir karena semua uang yang ada sudah dialokasikan ke tempat-tempat yang memang dianggap tepat, yaitu untuk persiapan dana cadangan, pendidikan anak, dan keperluan rumah.
Kelak, kalau saldo hutang kartu kredit Anda sudah habis (sekitar 5 - 6 bulan mendatang), Anda bisa memindahkan alokasi Rp 500 ribu per bulan yang biasanya untuk cicilan kartu kredit ke dalam pos persiapan dana pendidikan anak untuk TK dan SD, atau bisa juga ke dalam pos sisihan per bulan untuk Dana Cadangan.
* Cicilan rumah (selesai November 2005) - Rp 500.000
* Keperluan rumah tangga Rp 1.600.000
* Keperluan pribadi suami Rp 300.000
* Santunan orang tua Rp 200.000
* Cicilan kartu kredit - Rp 300.000 Rp 500.000 (hutang masih Rp 2,5 juta)
* Asuransi mobil Rp 2.300.000 per tahun
* Asuransi kebakaran rumah + PBB - Rp 150.000
* Pajak mobil - Rp 450.000
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Profil |
Jasa yang Ditawarkan |
Artikel |
Buku |
Agenda