Dikutip dari Tabloid NOVA No. 673/XIII
Pak Safir yang terhormat,
Saya ibu rumah tangga dengan dua anak balita dan batita. Suami saya bekerja sebagai sekuriti di sebuah perusahaan dengan gaji Rp 500 ribu per bulan. Sudah tentu penghasilan ini tidak mencukupi untuk hidup di zaman sekarang. Perlu Pak Safir ketahui, pengeluaran kami tiap bulan adalah:
1. Beli susu anak Rp 150.000
Itu semua belum termasuk beli gula, sabun, sampo, pasta gigi, kopi. Belum termasuk pula kalau anak-anak merengek minta jajanan/snack. Saya pernah membaca jawaban Pak Safir di NOVA 663 mengenai cara mengatasi pemasukan bulan yang terlalu kecil. Masalahnya, suami saya ini tidak pernah mau mencoba mencari tambahan penghasilan. Saya sudah sering mengajaknya untuk melakukannya bersama-sama, tapi dia menolak. Dia bilang, enggak mau tahu uang itu cukup atau enggak, pokoknya saya harus bisa mencukupkannya. Dia juga tak mau memikirkan jalan keluar dari masalah yang kami hadapi. Kalau saya menawarkan diri untuk bekerja, dia melarang. Alasannya, anak-anak tidak ada yang mengasuh.
Saya sungguh pusing dibuatnya. Bayangkan, kalau anak kami tiba-tiba sakit, kan, perlu biaya berobat ke dokter. Saya mohon bantuan Pak Safir untuk menjawab surat saya ini. Siapa tahu suami saya jadi sadar.
Ny. NS - Pasuruan
Jawab:
Ibu NS yang sedang pusing,
Saya sangat memahami perasaan Anda. Saya akui memang tidak mudah menyadarkan suami bahwa kebutuhan hidup sangat tinggi dan akan selalu meningkat setiap tahunnya. Tentu saja, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan agar pemasukan dalam ke-luarga bisa mencukupi. Cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan menekan pengeluaran-pengeluaran keluarga. Tapi melihat kondisi ke-luarga Anda yang memiliki dua anak (satu anak balita dan satu anak batita), maka saya bisa memahami kalau jumlah sebesar Rp 500 ribu seperti yang Anda dapatkan selama ini masih sangat kurang. Karena itu, tentu saja pendapatan keluargalah yang harus ditambah.
Namun demikian, bila suami Anda tidak mau tahu terhadap hal itu, maka saran saya untuk Anda dalam menyadarkan suami adalah sebagai berikut:
Nah, mungkin juga selama ini suami Anda enggan mendapatkan penghasilan tambahan, karena dengan demikian ia jadi harus bekerja lebih banyak. Sementara untuk pekerjaan yang sekarang ini saja, dia barangkali sudah cukup capek. Kalau begitu, tidak ada cara lain, Andalah yang harus mendapatkan penghasilan tambahan tersebut. Tawarkan kepada suami Anda bahwa Andalah yang akan mendapatkan penghasilan tambahan itu.
Sekarang masalahnya, apa yang harus Anda lakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan tersebut? Salah satunya adalah dengan bekerja di sebuah perusahaan. Namun, bila suami Anda keberatan dengan alasan bahwa ia takut anak-anak tidak akan ada yang mengasuh, maka kenapa Anda tidak coba menjalankan sebuah usaha kecil-kecilan yang bisa dijalankan dari rumah?
Atau, selain usaha sampingan, Anda juga bisa menjalankan pekerjaan sampingan yang sesuai dengan keahlian Anda. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan penghasilan tanpa perlu harus pergi meninggalkan rumah dan anak-anak (seperti yang menjadi keberatan suami Anda saat ini). Contoh salah satu pekerjaan tambahan yang mungkin bisa Anda lakukan adalah memberi jasa cucian atau setrikaan tetangga. Jangan pandang remeh pekerjaan ini, lo. Sudah banyak bukti, jasa ini hasilnya bisa sangat lumayan, lo. Bahkan mungkin bisa melebihi pendapatan suami Anda.
Karena Anda tidak perlu tiap hari meninggalkan rumah, seharusnya tidak ada alasan lagi suami melarang Anda mencarikan tambahan penghasilan. Toh Anda tidak terikat waktu yang rutin dan tetap mendapatkan penghasilan tambahan untuk keluarga. Dan lagi, suami Anda tidak perlu harus bekerja lebih banyak seperti yang mungkin menjadi penyebab keengganannya mendapatkan penghasilan tambahan.
2. Rekening listrik Rp 20.000
3. Beras Rp 40.000
4. Minyak tanah Rp 10.000
5. NOVA Rp 12.000
Hal yang perlu diperhatikan dalam menunjukkan kertas perhitungan tersebut, adalah bahwa perhitungan di kertas itu harus betul-betul menunjukkan perbedaan pengeluaran dan pemasukan yang cukup besar. Beritahukan juga pada suami Anda bahwa pengeluaran-pengeluaran tersebut tidak bisa lagi ditekan, apalagi dengan jumlah dua anak kecil yang Anda miliki. Jadi, tidak ada cara lain, penghasilan keluarga memang harus ditambah!
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Profil |
Jasa yang Ditawarkan |
Artikel |
Buku |
Agenda