SMART SHOPPER
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Tabloid FIKRI

Pak Gozali yang dimuliakan Allah,

Menjelang akhir tahun berbagai produk menawarkan discount akhir tahun besar-besaran. Mulai dari meubel sampai busana, dari barang-barang elektronik sampai kosmetik. Agaknya istri saya 'mulai' tergoda. Ia membujuk saya untuk menyantroni berbagai mal-mal untuk mencari barang-barang kebutuhan (yang saya pikir, kami belum terlalu butuh) keluarga. Kalau bisa, saya minta kiat dan tips untuk berbelanja menjelang akhir tahun ini, Pak. Tujuannya, agar kami bisa jadi 'smart shopper', bisa shopping akhir tahun, tanpa gigit jari di awal tahun. Atas penjelasan Bapak, saya ucapkan terima kasih.

Aditya Munawar - Kebayoran Lama

Jawab:

Sebenarnya hanya ada dua kunci sederhana dalam smart shopping. Prinsip yang pertama yaitu hanya membeli sesuatu yang Anda butuhkan. Prinsipnya nampaknya sederhana sekali, tapi pada kenyataannya sulit juga untuk tidak tergoda diskon atau penawaran-penawaran lainnya. Sebenarnya tidak sulit untuk hanya belanja sesuatu yang kita butuhkan saja, yang sulit adalah membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kalau keinginan sudah kita anggap sebagai kebutuhan, maka yang perlu Anda beli mungkin menjadi banyak sekali.

Untuk membedakannya, mungkin bisa digunakan batasan berikut. Kebutuhan adalah sesuatu yang diperlukan untuk membuat kehidupan Anda menjadi sejahtera. Kalau kebutuhan tidak dipenuhi, maka kehidupan Anda menjadi tidak/kurang sejahtera. Sedangkan keinginan adalah tambahan atas kebutuhan yang bisa menjadikan Anda merasa lebih puas. Kalaupun keinginan tidak dipenuhi, Anda masih bisa hidup dengan sejahtera.

Prinsip kedua dalam smart shopping adalah, jangan mau membayar lebih. Siapapun pasti setuju dengan prinsip ini. Tapi pada kenyatannya kita seringkali harus membayar lebih untuk sesuatu yang tidak kita butuhkan. Ini biasanya sering terjadi pada barang elektronik. Setiap alat elektronik memiliki berbagai macam fungsi, semakin banyak dan canggih tentunya semakin mahal. HIndari memilih alat yang tidak kita perlukan karena tergoda dengan berbagai macam fungsi yang canggih yang membuatnya mahal padahal tidak kita pergunakan. Misalnya, Anda sering membuat minuman hangat dan tidak mau repot memasaknya setiap kali ingin menghidangkan minuman tersebut. Maka yang Anda perlukan adalah sebuh dispenser pemanas air. Pilih saja dispenser yang hanya menghangatkan air, tidak usah memilih dispenser yang bisa menghangatkan sekaligus mendinginkan air karena Anda sudah memiliki kulkas untuk mendinginkan air. Dispenser yang bisa mengahangatkan dan mendinginkan air harganya bisa mencapai sepuluh kali lipat dibandingkan dengan dispenser yang hanya menghangatkan air saja. Apa Anda bersedia untuk membayar lebih mahal untuk fungsi yang sebenarnya tidak diperlukan?

Membayar lebih mahal terkadang tidak hanya berhenti pada harganya saja. Tapi bisa jadi juga terbawa pada masalah iuran listrik. Dispenser yang bisa menghangatkan dan mendinginkan air mengkonsumsi listrik yang sangat besar jika dibandingkan dengan dispenser yang hanya mendinginkan air saja. Jadi bukan cuma harganya saja yang perlu dipertimbangkan, tapi juga biaya operasionalnya perlu juga diperhitungkan.

Khusus untuk menyikapi diskon, jangan gunakan prinsip aji mumpung. Mumpung lagi diskon belanja sebanyak-banyaknya. Percayalah, penjual punya 1001 alasan untuk mengadakan diskon, bahkan bisa jadi ada diskon sepanjang tahun. Di awal tahun diadakan diskon awal tahun, setelah itu menyambut imlek, lalu valentine's day, liburan sekolah, kembali ke sekolah, hari kemerdekaan, ramadhan dan idul fitri, natal & tahun baru, dan sebagainya. Itu belum termasuk hari jadi toko itu sendiri lho.

Tapi bukan berarti tidak memanfaatkan kesempatan diskon. Yang sebaiknya dihindari adalah membeli karena sedang ada diskon padahal barang yang dibeli mungkin belum dibutuhkan. Belilah barang sesuai dengan kebutuhannya, kalau dapat diskon ya alhamdulillah. Kalau pun tidak sedang diskon, ya ngga masalah, kita toh butuh barang itu


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan