SIASAT MENABUNG
Oleh: Mike Rini

Dikutip dari Danareksa.com

Dengan Hormat,

Mbak Mike, Saya seorang karyawan dan sudah berkeluarga dengan seorang anak. Penghasilan saya sebulan 4,5 juta. Pengeluaran rutin/tetap saya sbb:
- Kredit rumah Rp 3 000 000
- kredit bank Rp 890 000
- Biaya adik sekolah Rp 500 000
- pembantu Rp 100 000
- biaya anak dan sehari hari tidak tetap dan sangat boros, dan saya tidak tahu cara mengelolanya serta saya tidak mampu menabung dan tidak punya tabungan sama sekali!!

Berdasarkan referensi diatas, saya ingin mengajukan pertanyaan berikut:

  1. Bagaimana cara mengeola keungan saya dengan pengeluaran dan gaji spt diatas?
  2. Bagaimana cara/ tips berbelanja bulanan?
  3. Bagaimana cara menabung yg baik? dan dimana ?
  4. Masih bisahkah saya menabung dengan sisa gaji saya?

Terima Kasih

Sarita, Jakarta



Jawaban:

Apa kabar bu Sarita ,

Dari data- data keuangan pribadi Anda maka anggaran belanja rumah tangga terancam defisit setiap bulannya dimana pengeluaran lebih besar dari pada pemasukan. Maka untuk pertanyaan nomor satu mengenai cara mengelola keuangan keluarga akan sangat berkaitan erat dengan penyelesaian defisit ini. Saran saya selesaikan dahulu masalah ini, barulah kemudian menyelesaikan masalah yang lain. Ada 3 cara yang bisa Anda jalankan untuk mengatasi defisit anggaran belanja, yaitu :

  1. Mengurangi Pengeluaran.
    Pengeluaran yang paling besar adalah cicilan kredit rumah sebesar Rp 3 juta. Cicilan kredit rumah yang ideal adalah tidak melebihi 30% dari gaji Anda sehingga sisanya yang 70% dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan hidup lainnya. Dengan demikian jika gaji Anda Rp 4,5 juta, maka cicilan rumah sebaiknya tidak lebih dari Rp 1.350.000,- sehingga sisa gaji anda sebesar Rp 3.150.000,- dapat digunakan untuk membiayai pengeluaran bulanan lainnya. Ada 2 cara yang saya sarankan untuk mengatasinya :

    • Ambil jangka waktu kredit yang lebih panjang , yang memungkinkan Anda untuk membayar cicilan bulanan tidak lebih dari Rp 1,35 juta tiap bulannya. Sebaiknya diskusikan dengan bank Anda mengenai hal ini agar mereka bisa membantu Anda
    • Jual rumah Anda yang dibiayai KPR dari bank, dengan catatan bahwa jika harga jual rumah Anda saat ini mampu menutupi sisa hutang KPR Anda, dan masih memberikan sisa uang untuk membayar uang muka rumah baru . Kemudian Anda bisa mengambil KPR kembali , dan kali ini cicilan bulanannya harus disesuaikan dengan kemampuan Anda.

  2. Menambah Pemasukan
    Jika Anda tidak bisa mengurangi pengeluaran, maka pertimbangkan untuk menambah penghasilan Anda. Artinya Anda harus mempunyai 2 atau pekerjaan sekaligus, atau Anda juga bisa menjalankan bisnis dari rumah . Sehingga penghasilan tambahan tersebut bisa digunakan untuk menutup defisit anggaran belanja.

  3. Mengurangi pengeluaran dan menambah pemasukan
    Anda bisa melakukan ke dua cara tersebut diatas sekaligus, agar masalah defisit anggaran belanja cepat terselesaikan.

Pertanyan nomor 2.

Agar belanja bulanan tidak boros, maka kuncinya adalah dengan membuat anggaran belanja bulanan. Anda harus buat batasan berapa jatah belanja rutin bulan ini, misalkan Rp 350,000,- Jangan belanja apapun diluar anggaran tersebut kalau tidak mau defisit. Nah, untuk mencegah agar tidak tergoda untuk berbelanja di luar anggaran , beberapa tips ini mungkin bisa membantu Anda:

  • Jangan memakai kartu kredit untuk membayar belanjaan Anda. Simpan saja kartu kredit Anda untuk keperluan “emergency”, seperti membayar biaya rumah sakit.
  • Bayar belanjaan dengan uang tunai saja. Uang tunai yang dibawa saat belanja bulanan juga sebesar anggaran yang sudah ditetpkan saja.
  • Biasakan untuk belanja bulanan pada waktu yang ditentukan saja dan beri batasan, 1 atau 3 kali saja sebulan.

Pertanyaan nomor 3

Agar bisa mempunyai tabungan, maka Anda juga harus memiliki anggaran untuk menabung dan memiliki rekening tabungan yang terpisah dari rekening gaji Anda. Jangan menabung dari sisa gaji Anda , namun biasakanlan diri Anda untuk menabung pada saat yang yang sama Anda menerima gaji. Sisa dari gaji Anda barulah dibayar untuk keperluan lain. Jadikan tabungan Anda sebagai pengeluaran rutin, yang harus Anda bayar sama seperti saat Anda harus membayar cicilan rumah.

Pertanyaan nomor 4.

Menabung pada dasarnya adalah suatu kebiasaan, sehingga dengan jumlah penghasilan berapapun seseorang sebenarnya mempunyai kemampuan untuk menabung. Masalahnya adalah apakah orang menjalankan sistem yang benar untuk menabung. Menyisakan penghasilan untuk menabung seringkali tidak efektif, karena itu saran saya adalah agar Anda membayar terlebih dahulu tabungan rutin Anda sebelum Anda membayar yang lainnya.

Salam,

Salam,
Mike Rini
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan