Dikutip dari Danareksa.com
Dengan Hormat,
Mbak Mike, Saya seorang karyawan dan sudah berkeluarga dengan seorang anak. Penghasilan saya sebulan 4,5 juta. Pengeluaran rutin/tetap saya sbb:
Berdasarkan referensi diatas, saya ingin mengajukan pertanyaan berikut:
Terima Kasih
Sarita, Jakarta
Apa kabar bu Sarita ,
Dari data- data keuangan pribadi Anda maka anggaran belanja rumah tangga terancam defisit setiap bulannya dimana pengeluaran lebih besar dari pada pemasukan. Maka untuk pertanyaan nomor satu mengenai cara mengelola keuangan keluarga akan sangat berkaitan erat dengan penyelesaian defisit ini. Saran saya selesaikan dahulu masalah ini, barulah kemudian menyelesaikan masalah yang lain. Ada 3 cara yang bisa Anda jalankan untuk mengatasi defisit anggaran belanja, yaitu :
Agar belanja bulanan tidak boros, maka kuncinya adalah dengan membuat anggaran belanja bulanan. Anda harus buat batasan berapa jatah belanja rutin bulan ini, misalkan Rp 350,000,- Jangan belanja apapun diluar anggaran tersebut kalau tidak mau defisit. Nah, untuk mencegah agar tidak tergoda untuk berbelanja di luar anggaran , beberapa tips ini mungkin bisa membantu Anda:
Agar bisa mempunyai tabungan, maka Anda juga harus memiliki anggaran untuk menabung dan memiliki rekening tabungan yang terpisah dari rekening gaji Anda. Jangan menabung dari sisa gaji Anda , namun biasakanlan diri Anda untuk menabung pada saat yang yang sama Anda menerima gaji. Sisa dari gaji Anda barulah dibayar untuk keperluan lain. Jadikan tabungan Anda sebagai pengeluaran rutin, yang harus Anda bayar sama seperti saat Anda harus membayar cicilan rumah.
Pertanyaan nomor 4.
Menabung pada dasarnya adalah suatu kebiasaan, sehingga dengan jumlah penghasilan berapapun seseorang sebenarnya mempunyai kemampuan untuk menabung. Masalahnya adalah apakah orang menjalankan sistem yang benar untuk menabung. Menyisakan penghasilan untuk menabung seringkali tidak efektif, karena itu saran saya adalah agar Anda membayar terlebih dahulu tabungan rutin Anda sebelum Anda membayar yang lainnya.
Salam,
Salam,
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
- Kredit rumah Rp 3 000 000
- kredit bank Rp 890 000
- Biaya adik sekolah Rp 500 000
- pembantu Rp 100 000
- biaya anak dan sehari hari tidak tetap dan sangat boros, dan saya tidak tahu cara mengelolanya serta saya tidak mampu menabung dan tidak punya tabungan sama sekali!!
Jawaban:
Pertanyan nomor 2.
Pengeluaran yang paling besar adalah cicilan kredit rumah sebesar Rp 3 juta. Cicilan kredit rumah yang ideal adalah tidak melebihi 30% dari gaji Anda sehingga sisanya yang 70% dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan hidup lainnya. Dengan demikian jika gaji Anda Rp 4,5 juta, maka cicilan rumah sebaiknya tidak lebih dari Rp 1.350.000,- sehingga sisa gaji anda sebesar Rp 3.150.000,- dapat digunakan untuk membiayai pengeluaran bulanan lainnya. Ada 2 cara yang saya sarankan untuk mengatasinya :
Jika Anda tidak bisa mengurangi pengeluaran, maka pertimbangkan untuk menambah penghasilan Anda. Artinya Anda harus mempunyai 2 atau pekerjaan sekaligus, atau Anda juga bisa menjalankan bisnis dari rumah . Sehingga penghasilan tambahan tersebut bisa digunakan untuk menutup defisit anggaran belanja.
Anda bisa melakukan ke dua cara tersebut diatas sekaligus, agar masalah defisit anggaran belanja cepat terselesaikan.
Pertanyaan nomor 3
Mike Rini
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi