SEBAIKNYA SEWA
ATAU PUNYA SENDIRI

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 702/XIV

Pak Safir yang baik,

Saya seorang ibu rumah tangga yang punya hobi memasak. Semasa mengikuti tugas suami di kecamatan dalam acara-acara kegiatan dinas maupun dalam kepanitiaan, sering saya ditunjuk sebagai seksi konsumsi. Berawal dari situlah saya mulai membuka usaha katering kecil­kecilan yang terus berkembang sampai sekarang.

Alhamdulillah karena di kota kami yang jadi pelanggan tetap justru dari golongan menengah ke atas, sering juga dapat pesanan dari kantor­kantor, boleh dibilang usaha kami lancar-lancar saja

Kebetulan, dua anak saya (perempuan) adalah lulusan SMK bidang Tata Boga hingga mereka dapat pula menunjang kegiatan usaha kami. Untuk tenaga kasar hanya apabila ada pesanan dalam jumlah banyak. Jadi, sifatnya tenaga lepas.

Yang ingin saya tanyakan adalah sebagai berikut :

  1. Selain menyimpan modal di bank, saya juga menyimpan bahan­bahan baku tahan lama maupun kemasan dalam jumlah agak besar karena pembeliannyapun akan lebih murah. Penyimpanan ini untuk menghemat waktu, sekaligus untuk berjaga-jaga bila ada pesanan mendadak.

  2. Sampai saat ini, saya menyimpan persediaan peralatan prasmanan untuk kurang lebih 150 orang dan lengkap. Jika jumlah pesanan untuk 500 orang, terpaksa kami menyewa. Kami belum berani menambah persediaan peralatan ini mengingat harga barang yang dimaksud cukup mahal. Apalagi pesanan pun tidak selalu ada dan saya tidak mempunyai ruangan khusus untuk penyimpanannya. Benarkah langkah saya ini? Ataukah sebaiknya saya tetap membeli saja peralatan baru?
Kami nantikan jawaban Bapak dalam tabloid kesayangan kami ini. Terima kasih.

Ny. SM - Ketapang


Jawab:

Bu SM di Ketapang,

Dari apa yang saya lihat, Anda sudah memiliki motivasi yang besar untuk menjadi wirausahawan profesional dengan telah menyadari betapa perlunya jasa perbankan dalam membantu kelancaran usaha Anda. Tidak ada salahnya bila Anda meningkatkan penggunaan jasa bank dalam transaksi pembayaran usaha Anda. Saya sarankan Anda membuka rekening giro dimana segala transaksi pembelian dan pembayaran dari klien Anda dilakukan melalui rekening ini.

Nanti setiap akhir bulan, Anda dapat mencocokkan transaksi keuangan usaha yang berada di catatan Anda dan membandingkannya dengan yang berasal dari rekening koran bank. Dengan demikian Anda akan terbiasa juga membuat laporan keuangan seperti laporan rugi-laba dan neraca.

Dengan mengetahui secara tepat posisi keuangan usaha Anda, akan lebih mudah merencanakan perkembangan usaha Anda ke depan. Selain itu, peluang untuk mendapatkan bantuan modal kerja dari bank - apabila diperlukan nanti - akan lebih besar. Tidak ada salahnya bila Anda terus menjadikan bank sebagai mitra usaha Anda.

Berikut adalah jawaban pertanyaan Anda:

  1. Saya menyarankan agar persediaan bahan baku dan kemasan sebaiknya dipertahankan pada batas tertentu saja. Ini yang biasa disebut dengan istilah stok penyangga. Besar stok penyangga ini sebaiknya adalah sebesar jumlah bahan baku dan kemasan rata-rata yang dihabiskan setiap bulan, namun dilebihkan sedikit.

    Sebagai contoh, setiap bulan Anda biasa menghabiskan bahan baku dan kemasan rata-rata sebesar Rp 10.000.000 sebulan. Dari situ, Anda bisa melebihkannya sebesar, misalnya, 10%-20% dari Rp 10.000.000. Ini berarti, jumlah stok penyangga untuk bahan baku dan kemasan yang sebaiknya Anda miliki adalah sebesar Rp 12.000.000 per bulan.

    Itulah jumlah bahan baku dan kemasan yang sebaiknya Anda simpan setiap bulannya. Jika suatu saat Anda menerima pesanan mendadak dalam jumlah besar yang mengharuskan Anda menggunakan bahan baku dan kemasan di atas Rp 12.000.000, maka Anda tinggal menggunakan dana tunai Anda di bank untuk menutup selisihnya. Jangan lupa, jumlah persediaan yang terlalu banyak selain tidak efektif juga mengandung risiko kerusakan.

  2. Tindakan Anda untuk menyimpan peralatan prasmanan untuk 150 orang saya anggap sudah tepat. Prinsip stok penyangga pada persediaan bahan baku dan kemasan sebagaimana dijelaskan pada jawaban pertanyaan no. 1 di atas dapat pula dipraktekkan pada persediaan peralatan prasmanan yang Anda miliki.

    Jika suatu saat terdapat order besar yang mengharuskan Anda menyediakan peralatan prasmanan untuk jumlah di atas 150 orang, maka Anda bisa menutup kekurangannya dengan cara menyewa. Jangan menambah jumlah peralatan prasmanan secara gegabah, tapi perlahan sesuai dengan tingkat kemajuan usaha Anda.

    Karena harga peralatan prasmanan cukup mahal, maka lakukanlah pembelian secara bertahap sambil merencanakan tempat untuk penyimpanannya. Jika suatu saat jumlah peralatan prasmanan Anda sudah cukup banyak dan Anda kebetulan tidak memakainya, maka bisa saja Anda menyewakannya kepada orang lain sehingga akan ada tambahan penghasilan lagi dari situ.

Demikian jawaban saya. Selamat berusaha dan semoga sukses selalu.



kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan