RENCANA KEUANGAN KELUARGA,
SEBERAPA PERLUKAH?

Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Tabloid FIKRI Edisi 9 Th. II

Bapak Gozali yang terhormat,

Saya ibu satu anak yang baru menikah tiga tahun lalu. Alhamdulillah, selama ini rizki suami saya lancar dan cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sebagai umat-Nya saya ingin memanfaatkan karunia itu sebaik-baiknya. Seorang teman menganjurkan kepada saya untuk membuat rencana keuangan. Saya berusaha melakukannya, tapi masih sebatas mengatur belanja bulanan agar tidak besar pasak daripada tiang. Yang ingin saya tahu, sebenarnya sejauh mana rencana keuangan keluarga itu perlu dibuat? Bagaimanakah pula cara membuatnya? Atas kesediaan bapak saya haturkan terima kasih.

Ny. Widya
Kebon Jeruk, Jakarta Barat


Jawab:

Ny. Widya yang dikasihi Allah,

Senang sekali saya mengetahui Anda menjadi istri yang pandai mensyukuri nikmat-Nya. Memang membuat rencana keuangan keluarga yang baik adalah sebuah wujud rasa syukur kita atas karunia rizki-Nya. Membuat rencana keuangan juga berguna untuk menghadapi setiap keadaan yang tidak kita inginkan dimasa mendatang. Bukankah Rasulullah saw pun bersabda, “ ... gunakan masa kayamu sebelum datang masa miskinmu, ...”

Rencana keuangan adalah sebuah strategi yang apabila dijalankan bisa membantu Anda mencapai tujuan-tujuan keuangan di masa mendatang. Sama seperti sebuah rencana perjalanan, yang dapat membantu Anda mencapai kota tujuan.

Rencana keuangan yang baik dapat membimbing kita memanfaatkan masa sejahtera sekarang untuk menghadapi masa sulit yang akan datang. Apalagi jika kita bisa memperkirakan kebutuhan kita di masa depan.

Misalnya saja, kita tahu bahwa anak kita yang sekarang berumur 5 tahun, akan masuk SD dua tahun yang akan datang. Masuk SMP lima tahun yang akan datang, dan masuk SMU 8 tahun mendatang. Dan tentu saja kita ingin menyekolahkannya ke perguruan tinggi setelah itu. Lalu bagaimana biayanya, sudahkan kita mempersiapkannya? Agar pendidikan anak tidak terbengkalai, kita harus mempersiapkannya. Tentu saja semakin bagus persiapan itu akan semakin baik hasilnya.

Langkah pertama untuk membuat rencana keuangan amati posisi keuangan Anda sekarang. Lalu pikirkan apa yang menjadi keinginan Anda di masa mendatang. Apakah Anda ingin memiliki rumah atau mobil sendiri? Anda ingin menyekolahkan anak ke luar negeri? Anda ingin naik haji atau ingin menikmati masa pensiun dengan tenang tanpa bekerja? dan sebagainya.

Apa yang ingin Anda capai di masa datang, tentu yang berhubungan dengan keuangan, dikatakan sebagai Tujuan Keuangan. Jika Anda ingin naik haji lima tahun mendatang, maka tujuan keuangan Anda adalah memiliki dana cukup, lima tahun mendatang, untuk ONH.

Untuk mencapainya, tentu saja Anda membuat rencana dari sekarang. Bisa saja caranya dengan membeli koin emas secara bertahap, menabung di tabungan haji, menjual tanah, dan lain sebagainya. Rencana itu disebut sebagai Rencana Keuangan. Jadi rencana keuangan adalah suatu cara atau strategi untuk membawa kita dari posisi keuangan sekarang hingga mencapai tujuan keuangan masa mendatang.

Anda bisa dengan mudah membuat sendiri rencana keuangan untuk mencapai berbagai tujuan keuangan keluarga Anda di masa yang akan datang. Karena Andalah yang tahu persis keadaan keuangan Anda sekarang dan Tujuan Keuangan Anda mendatang.

Masalahnya adalah bagaimana menyusun strategi itu untuk mencapai tujuan keuangan tersebut? Produk-produk keuangan seperti apa yang Anda butuhkan untuk mencapainya? Untuk menjawab itu, Anda bisa menggunakan tenaga profesional yang siap membantu Anda membuat rencana keuangan. Sekarang ini, sudah tersedia jasa perencanaan keuangan. Baik itu diberikan oleh lembaga keuangan maupun lembaga independen.

Tidak penting siapa yang membuat rencana keuangan itu. Yang penting Anda bisa memiliki rencana itu untuk mencapai tujuan di masa yang akan datang.


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan