HARGA SAHAM
DAN SITUASI POLITIK

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 696/XIV

Pak Safir yang baik,

Suami saya membeli saham sebuah bank dengan total nilai Rp 40 juta. Dalam waktu 5 bulan telah meningkat harganya jadi Rp 48 juta. Keuntungannya itu dia belikan saham lagi. Tapi belakangan ini karena situasi politik, nilai saham yang dimiliki suami saya merosot tinggal separuhnya. Pertanyaan saya, seandainya kami memilih tidak menjualnya dulu dan menunggu situasi politik reda, mungkinkah harganya kembali naik? Terima kasih sebelumnya.

Ny. H - Semarang


Jawab:

Ibu H. yang cemas,

Saham adalah salah satu instrumen investasi yang bisa memberikan hasil investasi yang cukup besar. Dengan membeli saham, ini berarti Anda sama dengan menanamkan uang pada suatu perusahaan. Dalam prakteknya, tiap hari saham-saham yang sudah terjual ke masyarakat akan selalu berpindah tangan dari satu investor ke investor lain. Perpindahan tersebut dilakukan melalui proses jual beli di Bursa Efek.

Harga saham yang diperjualbelikan tersebut akan mengacu pada tinggi rendahnya permintaan dan penawaran di pasar. Bila permintaan terhadap saham itu lebih besar daripada jumlah saham yang tersedia, maka biasanya harga saham naik. Tapi bila permintaan terhadap saham itu lebih rendah daripada jumlah penawarannya, maka harga saham biasanya akan turun.

Permintaan dan penawaran tersebut seringkali terjadi karena berbagai macam faktor dan pertimbangan. Biasanya dibagi ke dalam dua kelompok besar:

  1. Alasan fundamental, yaitu alasan-alasan yang berhubungan dengan keuangan perusahaan. Sebagai contoh, bila perusahaan mengalami keuntungan, maka mungkin akan makin banyak orang yang tertarik memiliki saham dari perusahaan tersebut.

  2. Alasan teknis, yaitu alasan-alasan yang tidak ada hubungannya dengan keuangan perusahaan. Sebagai contoh, banyak orang yang membeli saham karena melihat bahwa harga saham tersebut selalu naik setiap tiga bulan sekali. Nah, keadaan politik masuk ke dalam golongan ini.
Apakah bila keadaan politik membaik maka harga saham yang dibeli suami Anda bisa naik dan modal bisa kembali? Maka jawabnya YA. Sebagai contoh, banyaknya permintaan terhadap suatu saham seringkali disebabkan karena membaiknya keadaan politik di suatu negara, bukan karena perusahaan itu memang mengalami keuntungan.



kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan