Kasus Minggu Ini:
"Mengatur Keuangan Setelah Perceraian"

(Periode Jawaban: 1 September - 8 September 2004)

Kita percaya bahwa manusia, selalu ingin hidup damai bersama pasangannya. Namun demikian, tidak ada seorangpun yang dapat menjamin kehidupan perkawinan suatu pasangan akan dapat terus dipertahankan. Jika memang realita yang kemudian berbicara bahwa perceraian adalah jalan terbaik yang harus diambil, maka setiap orang harus mampu menerimanya secara lapang dada. Hal tersebutlah yang saat ini dialami Rosa. Pernikahannya selama 8 tahun dengan Yudi harus berakhir dengan perceraian.

Rosa adalah seorang pegawai bank dengan pengalaman kerja selama 10 tahun. Saat ini penghasilannya per-bulan adalah 5 juta rupiah. Tabungan yang dimiliki Rosa sebesar 15 juta rupiah, namun tabungan di Bank tersebut masih atas nama Rosa dan Yudi. Selain itu, kredit mobil yang masih harus diselesaikan dalam 2 tahun lagi, juga atas nama Rosa. Sementara cicilan kredit rumah, yang masih 10 tahun lagi adalah atas nama Yudi. Sementara pembayaran premi asuransi pendidikan anak mereka, Saskia (7 tahun) yang saat ini berada di bangku SD, atas nama Yudi pula. Selain tabungan, Rosa juga melakukan investasi dalam mata uang asing (Dollar Amerika), saat ini ia sudah memiliki US$1.200.

Berikut beberapa hasil keputusan Hakim Pengadilan Agama berkaitan dengan masalah perceraian mereka.