MEMBELI RUMAH ATAU MASUK ASURANSI
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Auto Cyber Center

Assalamualaikum... Salam kenal Pak Ahmad Gozali. Saya adalah karyawan swasta yang mempunya 2 anak yang masih balita. Saya mempunyai simpanan dibank sebesar Rp.400 jt, permasalahannya adalah saya ingin membeli rumah yg cukup representatif degan harga sekita Rp.250 jt tapi disatu sisi saya juga ingin masuk asuransi pendidikan/kesehatan untuk masa depan anak saya, karena saya bekerja dengan sistem kontrak, saya ingin masa depan anak saya tetap terjamin walaupun nanti saya tidak bekerja lagi. Saat ini saya mempunyai 2 kavling tanah masing2 seluas 500m2 dan 1 rumah type 36/125 dan sebuah kendaraan keluarga. Apa yang harus menjadi prioritas utama saya rumah atau asuransi?.
Abdullah Iskandar Zulkarnaen


Jawaban:

Membaca penjelasan dari Anda, sepertinya yang Anda butuhkan untuk masa depan anak-anak bukanlah asuransi, melainkan investasi untuk dana pendidikan mereka. Karena resiko yang dihadapi bukanlah resiko kematian yang bisa ditanggung oleh asuransi, melainkan resiko kehilangan pekerjaan yang tidak ditanggung oleh asuransi.

Memang berinvestasi bisa juga dilakukan dengan berbagai cara, termasuk salah satunya adalah dengan produk asuransi. Namun saya rasa yang lebih tepat untuk Anda lakukan adalah dengan berinvestasi sendiri mengingat Anda sendiri tidak terlalu membutuhkan proteksinya. Yang Anda lebih butuhkan justru asuransi kesehatan karena biasanya karyawan kontrak tidak memiliki jaminan kesehatan yang permanen.

Selain itu, mengambil asuransi, berinvestasi dan membeli rumah sepertinya juga tidak perlu dipertentangkan. Ketiga tetap dapat Anda lakukan sekaligus mengingat Anda memiliki asset yang cukup baik. Sayangnya saya tidak tahu berapa penghasilan dan pengeluaran Anda setiap bulan serta rencana pendidikan anak-anak Anda sehingga tidak bisa memperkirakan apakah asset yang sudah Anda bisa mencukupi atau tidak.

Namun setidaknya saya bisa menyarankan agar Anda bisa mengambil asuransi kesehatan dan asuransi jiwa saja tanpa unsur investasi. Investasi sudah cukup Anda lakukan pada asset berupa tanah kavling, rumah yang sekarang Anda tempati, serta sejumlah uang tunai. Dari sejumlah uang tunai tersebut sebagian dapat digunakan untuk pembelian rumah kedua yang lebih besar sedangkan rumah pertama bisa disewakan saja.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan