Dikutip dari Tabloid NOVA No. 714/XIV
Pak Safir yang baik,
Apakah yang harus saya lakukan dari sekarang kalau nanti kontrak suami saya tidak diperpanjang lagi? Pendapatan kami tiap bulan kurang lebih Rp 5 juta per bulan, dengan pengeluaraan sekitar Rp 2 juta. Perinciannnya sebagai berikut:
* Bayar listrik dan air Rp150.000
Ini pengeluaran yang pasti, belum lagi pengeluaran tak terduganya, misalnya:
* Saudara minta bantuan
Saya baru beli rumah lagi tipe 36 dengan cara kredit 5 tahun mulai bulan Agustus 2001 bayar kreditan rumah sebesar kurang lebih 750.000/bulan. Apakah perlu rumah itu dioper kredit nya ke orang lain (dijual). Kami ingin beli mobil, bisakah keinginan itu terwujud?
Saya punya tabungan di beberapa bank dengan jumlah total sekitar Rp 10 juta. Oh ya, rumah yang kami tempati sekarang tidak kredit. Jadi, tidak mikir kreditan. Yang jadi pikiran saya adalah rumah yang baru lunas uang mukanya itu. Tapi bisa juga kalau nanti kami kontrakkan. Sebenarnya kami punya sumber pemasukan lain selain gaji tersebut di atas. Hanya saja, suami saya enggan memanfaatkan. Misalnya saja:
Terima kasih atas saran dari Pak Safir.
Nyonya Nur - Riau
Ibu Nur di Riau,
Untuk mengatasi kekhawatiran Anda, pertama-tama saya sarankan Anda menyiapkan dana cadangan. Dana cadangan tersebut nantinya bisa digunakan untuk menopang biaya hidup keluarga sampai suami Anda mendapatkan pekerjaan kembali, bila kontrak suami Anda tidak diperpanjang.
Berapa besarnya? Melihat pengalaman suami Anda yang sudah bekerja selama 8 tahun, sepertinya tidak akan terlalu sulit mendapatkan pekerjaan baru. Saya sarankan Anda dan suami memiliki dana cadangan yang besarnya 3 bulan biaya hidup rutin keluarga, yaitu sebesar Rp 6 juta (3 x Rp 2 juta). Nah, karena kontrak suami Anda berakhir hingga April 2002, ada baiknya Anda siapkan dana cadangan tersebut mulai dari sekarang, dengan menyisihkan sebagian dari penghasilan suami untuk ditabung dalam dana cadangan. Kurangi sajalah pengeluaran-pengeluaran yang mungkin dirasa tidak terlalu perlu.
Sekarang tentang keinginan Anda untuk membeli mobil. Membeli mobil dapat dilakukan dengan cara tunai ataupun kredit. Melihat jumlah tabungan Anda, ada baiknya mobil tersebut Anda beli dengan cara kredit.
Untuk membeli mobil secara kredit, biasanya ada uang muka yang harus Anda bayar yang besarnya minimal sekitar 30 persen. Misalkan Anda menginginkan mobil seharga Rp 100 juta, ini berarti Anda harus memiliki paling sedikit Rp 30 juta sebagai uang muka. Sisanya bisa dicicil.
Melihat kasus Anda, total tabungan Anda hanya sekitar Rp 10 juta. Jika uang Rp 10 juta ini digunakan untuk uang muka, maka ini berarti mobil yang bisa Anda beli adalah yang harganya sekitar Rp 30 juta-an. Masalahnya di sini, saya tidak tahu berapa harga mobil yang Anda inginkan. Kalau harga mobil yang Anda inginkan lebih besar dari Rp 30 juta, mungkin Anda harus mencari alternatif kredit lain. Kalau Anda melihat di koran, ada kok iklan yang menawarkan kredit mobil dengan uang muka yang kurang dari 30 persen.
Perlu diperhatikan, total uang Rp 10 juta yang ada di tabungan Anda juga bisa digunakan untuk kepentingan lain, kan? Seperti untuk membayar asuransi dan kredit rumah. Jadi, hati-hati dalam menggunakan uang Anda ya, Bu.
Sayang kalau rumah kedua yang baru saja Anda kredit ini dibiarkan kosong. Ini sama saja kalau Anda beli mobil mahal-mahal tapi tidak pernah Anda pakai. Saran saya, manfaatkan saja rumah tersebut dengan mengontrakkannya. Lumayan, kan? Kalau Anda membiarkannya kosong, lebih baik jual saja sekalian.
Begitu juga dengan rumah Anda di Ruli, dan dua kamar kosong Anda di rumah. Ditambah lagi dengan motor yang selama ini dibiarkan saja oleh suami untuk di-ojek gratis oleh temannya. Jadi, kalau ngomong soal potensi, Anda dan suami punya banyak potensi meraup penghasilan tambahan. Masalahnya, apakah Anda dan suami punya cara pandang sama dalam memandang potensi tersebut.
Nah, Bu, cobalah Anda meyakinkan suami Anda sekali lagi untuk mau memanfaatkan potensi penghasilan tambahan tersebut, melihat manfaat yang akan ia dapat nanti bila kontraknya tidak diperpanjang lagi.
Tidak hanya kehilangan pekerjaan yang merupakan risiko seseorang, tapi juga meninggal dunia, tidak dapat bekerja, dan sakit. Salah satu cara untuk mengantisipasinya tersebut adalah dengan mengikuti program asuransi.
Anda mencontohkan mengambil tiga asuransi sekaligus: dua asuransi pendidikan dan satu asuransi jiwa. Untuk asuransi pendidikan, coba Anda hitung berapa kira-kira biaya yang diperlukan untuk pendidikan putra Anda. Lalu lihat berapa dana pendidikan yang diberikan oleh asuransi pendidikan Anda. Jika dana pendidikan tersebut dirasa masih kurang untuk membiayai pendidikan putra Anda, maka Anda dapat mengambil asuransi pendidikan lagi atau menambah uang pertanggungan dari salah satu asuransi pendidikan yang Anda miliki.
Tentang asuransi kesehatan, jika kesehatan keluarga Anda tidak ditanggung oleh perusahaan suami, sebaikany Anda mengambil asuransi kesehatan. Lebih bagus apabila asuransi tersebut bisa melindungi seluruh keluarga.
Dan ambil juga satu program asuransi jiwa untuk suami. Untuk asuransi jiwa ini, ambillah yang Uang Pertanggungan-nya bisa digunakan untuk membiayai hidup keluarga Anda selama beberapa tahun ke depan. Katakan, lima tahun.
Itu saja dari saya. Semoga saran-saran saya akan membuat Anda memiliki gambaran dalam mengelola keuangan keluarga dan melihat potensi penghasilan yang sudah ada di depan mata Anda berdua. Jangan lupa untuk tetap membujuk suami Anda, ya, Bu.
Saya ibu rumah tangga dengan satu anak umur 5 th. Suami saya seorang karyawan swasta kontrak di sebuah perusahaan yang sekarang masih mengalami down. Yang saya takutkan, kontrak suami tampaknya tidak diperpanjang di tahun depan. Itu berarti, dia akan kehilangan pekerjaan. Dia sudah 8 tahun kerja di perusahaan tersebut, tapi tidak permanen. Sistemnya adalah perbaruan kontrak tiap dua tahun.
* Telepon dan isi 2 HP Rp 500.000
* Uang sekolah anak Rp 100.000
* Asuransi Pendidikan Rp 200.000
* Kirim ke Kampung Rp 300.000
* Belanja bulanan + jajan Rp750.000 +
Total Rp 2.000.000
* Pergi ke Singapura
* Teman ada hajat, dan lain-lain
Satu lagi yang ingin saya tanyakan adalah soal asuransi. Untuk jaga-jaga, saya ikut 3 asuransi sekaligus, yakni dua asuransi pendidikan dan satu asuransi jaminan.
Jawab:
Membeli Mobil
Rumah dan Penghasilan Lain-lain
Asuransi
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi