RENCANA BUKA USAHA
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Ummi

Bapak Gozali yang saya hormati,
saya seorang ibu rumah tangga dengan dua orang anak perempuan berusia 6 th dan 1,5 th. Cita-cita dan impian saya sejak dulu adalah jika saya sudah menikah saya ingin menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya yang bisa menjaga dan merawat suami dan anak-anak dengan baik, sambil membuka usaha kecil-kecilan di rumah. Usaha yang saya impikan dari dulu adalah usaha konveksi. Tetapi hal tersebut tidak dapat terwujud karena sejak menikah sampai sekarang suami belum juga mendapat pekerjaan, sehingga otomatis saya yang menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai karyawati swasta dengan gaji + 2 juta/bulan.

Besar sekali keinginan saya saat ini untuk mewujudkan cita-cita saya sebelumnya, karena terus terang setiap kali saya berangkat kerja perasaan berdosa saya kepada anak dan suami timbul, karena saya tidak bisa menjaga dan merawat mereka, dan hal ini menjadi beban saya tiap hari. Tetapi untuk membuka usaha konveksi pasti membutuhkan keterampilan, sedangkan saat ini saya tidak bisa menjahit apalagi membuat pola. Niat untuk kursus dari dulu sangat besar sekali yaitu dari sebelum menikah, tetapi keluarga saya pun sangat membutuhkan uluran tangan saya untuk membantu meringankan beban ekonomi mereka, sehingga saya harus bekerja dari pagi sampai sore dan kesempatan saya untuk kursus tidak ada. (saya sudah bekerja dari sebelum menikah).

Untuk itu saya mohon dengan sangat kepada Bapak, agar dapat memberikan saran dan masukan untuk saya, apa dan bagaimana yang harus saya lakukan untuk mewujudkan cita-cita dan impian saya tersebut.

Demikian saya sampaikan, atas saran dan masukkan dari Bapak yang akan saya terima saya ucapkan banyak terima kasih.

Widia Astuti.



Jawaban:

Ibu Widia, saya rasa yang sudah Anda lakukan selama ini adalah sebuah hal yang luar biasa sekali. Selama ini Anda sudah menjadi tulang punggung bagi keluarga Anda sendiri. Bekerja sebagai karyawan swasta untuk menghidupi keluarga mulai dari suami beserta dengan 2 orang anak Anda. Janganlah hal ini menjadi beban bagi Anda karena sesungguhnya apa yang telah Anda lakukan adalah untuk menyelamatkan keluarga dari kehinaan meminta-minta. Dan insya Allah nilainya sungguh besar di hadapan Allah SWT.

Memang idealnya seorang wanita bisa tinggal di rumah dan memberikan seluruh perhatian dan kasih sayangnya untuk merawat anak-anak. Dan idealnya pula, suami lah yang memiliki peranan yang lebih besar dalam ekonomi sebuah keluarga. Jangan berkecil hati, tapi jadikan ini sebagai motivasi bagi Anda berdua untuk keluar dari kondisi ini dan menjadi lebih baik lagi.

Kenapa musti terpaku dengan mencari pekerjaan jika selama ini suami Anda memang kesulitan untuk mendapatkan kerja. Dan kenapa terpaku bahwa Anda harus berhenti bekerja dan membuka usaha konveksi untuk mewujudkan impan Anda. Kenapa tidak suami Anda saja yang menjalankan cita-cita untuk memiliki usaha konveksi.

Sementara Anda bekerja, suami Anda bisa ikut kursus untuk meningkatkan keterampilannya. Dan mulai saat ini, kumpulkan juga modal untuk usaha dengan menyisihkan sebagian dari penghasilan bulanan Anda. Jika kurusnya sudah selesai nanti, ia bisa mulai mendirikan usaha konveksi dengan modal yang tersedia. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Suami berpenghasilan, dan cita-cita pun terwujud.

Kalau usahanya sudah mulai mapan dan bisa mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga, Anda bisa berhenti dari pekerjaan Anda selama ini. Tapi jangan berhenti sampai disitu. Anda juga bisa ikut kursus dan mengikuti jejak suami Anda. Bukankah dua pasang tangan lebih baik dari satu pasang tangan.

Sampaikan salam hangat saya untuk suami dan keluarga. Semoga sukses!

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan