RENCANA MEMBELI RUMAH DAN MOBIL
Oleh: Ahmad Gozali

Dikutip dari Auto Cyber Center

Saat ini saya punya penghasilan tetap 2 juta per bulan sementara suami saya 6,5 juta per bulan.

Kami punya 3 anak yang sudah duduk di kelas 1 dan 2 SMP sementara satu lagi masih berumur 15 bulan.

Sebelum ini tabungan kami sudah habis untuk keperluan saya melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Jadi boleh dikata kami baru mulai dari nol lagi.

Tabungan yang ada tinggal berjumlah sekitar 15 jutaan. Kami punya plan untuk membeli mobil dan rumah secara kredit. Mohon bantuan nasehatnya bagaimana mewujudkan keinginan kami tersebut.

Inten Meutia


Jawaban:

Kalau saya hitung-hitung, pendapatan total anda sekarang adalah Rp 8,5 juta per bulan. Dari jumlah tersebut, saya hanya menyarankan agar anda mengalokasikan kira-kira Rp 2,8 juta per bulan untuk membayar cicilan hutang. Walaupun sebetulnya anda bisa memiliki surplus yang lebih besar lagi, namun batasan ini adalah perhitungan standar dari perbankan. Ini artinya kalau anda mau mengambil kredit rumah dan mobil sekaligus, total cicilan bulanannya tidak boleh lebih dari Rp 2,8 juta. Hal ini cukup berat karena biasanya cicilan Rp 2,8 juta hanya cukup untuk cicilan mobil saja.

Itu bicara masalah cicilannya, sekarang uang mukanya. Tabungan anda saat ini yang tersisa sebesar Rp 15 juta. Kalau kita lihat harga mobil atau rumah sekarang, mungkin angka Rp 15 juta itu bisa mencukupi untuk uang muka tipe rumah atau mobil tertentu. Tentunya saya rasa jumlah ini adalah jumlah yang minimal untuk rumah ukuran kecil jika dibandingkan dengan jumlah anak-anak anda. Keluarga dengan 3 orang anak, laki-laki dan perempuan, saya sarankan untuk membeli rumah dengan minimal 3 kamar tidur. Biasanya rumah dengan 3 kamar tidur ukurannya tidak kurang dari tipe 45 yang uang mukanya bisa berkisar di atas angka Rp 20 juta - 30 juta. Tentunya tergantung lokasinya juga.

Melihat kondisi itu, mau tidak mau anda harus memprioritaskan salah satu kebutuhan dan menangguhkan yang lainnya.

Saran saya, dahulukan pembelian rumah daripada mobil. Jika harga rumahnya cukup mahal sehingga uang muka yang harus dibayar cukup besar, hal ini bisa disiasati dengan mengambil opsi cash installment, bukan dengan KPR. Dengan cash installment, mungkin anda hanya perlu membayar uang muka sebesar 10% saja dan sisanya sudah harus lunas dalam waktu tidak lebih dari 1 tahun. Jika cicilannya lebih dari Rp 2,8 juta per bulan, maka alternatif lainnya adalah dengan memperbesar uang mukanya. Caranya adalah dengan menunda pembelian rumah selama beberapa bulan dan masukkan sejumlah surplus ke dalam tabungan anda. Saya yakin anda bisa menyisihkan surplus lebih dari Rp 2,8 juta per bulan sehingga penundaannya tidak usaha terlalu lama. Ambil jangka waktu pembelian sependek mungkin untuk rumah, 1 tahun untuk cash installment atau 3 tahun untuk KPR dengan bunga flat.

Setelah melunasi rumah, jangan berhenti mencicil. Tapi mencicilnya bukan ke bank melainkan ke rekening tabungan anda selama beberapa bulan untuk mengumpulkan uang muka pembelian mobil. Jika uang mukanya sudah terkumpul, anda bisa mengajukan kredit lagi untuk memiliki mobil idaman.

Salam,
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan


kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan