Dikutip dari CBN CyberSHOPPING
Pak Gozali yth,
Adeny --- Jeddah
Mbak Deny, salut untuk Anda. Tidak banyak loh lajang yang bisa menyisihkan dengan baik penghasilan bulanannya. Karena merasa masih lajang dan tidak punya tanggung jawab apapun, seringkali lajang menghabiskan seluruh penghasilan yang diterimanya, besar maupun kecil.
Apa yang Anda lakukan selama ini sebetulnya sudah cukup baik, hanya perlu diorganisir saja agar program investasinya bisa terencana dengan baik. Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah menentukan dahulu beberapa tujuan yang ingin dicapai dengan investasi tersebut. Karena hal ini akan menentukan tingkat resiko dan jangka waktu investasinya. Kalau memang sudah ada rencana untuk dipakai tahun depan misalnya, tentu tidak baik menginvestasikannya dalam bentuk tanah, karena akan makan waktu lama untuk bisa menjualnya kembali. Begitu juga kalau Anda baru akan dipakai 5 tahun lagi, tentunya kurang menguntungkan jika hanya disimpan dalam deposito saja. Tapi selain faktor itu, Anda tetap juga harus punya dana cadangan dan persiapan masa "pensiun" ketika berhenti dari pekerjaan Anda sekarang. Apalagi Anda juga menanggung hidup orang tua Anda.
Untuk rekening tabungan, sebaiknya tidak lebih dari 3 kali pengeluaran bulanan Anda atau sekitar Rp 9 juta rupiah saja. Untuk deposito, simpan saja sejumlah biaya hidup Anda selama setelah berhenti kerja sampai dapat sumber penghasilan baru. Misalnya selama 6 bulan dikalikan Rp 3 juta menjadi Rp 18 juta. Nah, sisanya bisa Anda investasikan secara lebih berani lagi seperti pada reksa dana, properti, atau usaha.
Susun juga strategi setelah pensiun nanti untuk mencukupi kebutuhan orang tua Anda. Apakah akan mengandalkan dari suami Anda saja, menggunakan dana investasi sampai habis, atau mencari penghasilan melalui usaha selama hidupnya. Jika strategi pertama yang akan dipakai, maka Anda bisa menginvestasikan dengan bebas. Jika strategi kedua yang dipakai, maka investasikan dalam produk investasi yang semi-likuid seperti deposito atau reksa dana. Namun jika strategi ketiga yang dipakai, maka Anda harus mulai mengumpulkan modal usaha agar hasilnya bisa mencukupi untuk kebutuhan orang tua Anda nanti selama masa hidupnya.
Salam,
Peta Situs |
Berita Terbaru |
Surat |
Hubungi Kami
Saya seorang perempuan lajang yang bekerja sebagai pramugari di maskapai internasional. Sudah hampir 2 tahun ini saya tinggal dan bekerja di luar Indonesia. Saya berencana untuk tidak lama lagi menjalani profesi ini, maksimal 2 tahun lagi, karena saya ingin menikah dan tinggal di Indonesia. Saya berencana untuk memanfaatkan uang yangg saya dapatkan selam ini untuk investasi. Selama ini saya berinvestasi ke dalam deposito, tabungan, dan asuransi jiwa. Pendapatan saya sebulan sekitar Rp 10 juta. Mengingat biaya hidup yang tinggi di kota saya, dan saya masih memiliki tanggungan orangtua, maksimal 7 juta per bulan bisalah saya sisihkan untuk investasi. Kira-kira apa saran terbaik Bapak buat perencanaan keuangan saya?
Jawaban:
Ahmad Gozali
Perencana Keuangan
Undang Kami |
Kamus Keuangan |
Referensi