PINJAM MODAL USAHA DARI BANK
Oleh: Safir Senduk

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 865/XVI

Pak Safir yang terhormat,
Pertama-tama saya mau mengucapkan salut pada Anda karena saya selalu kagum pada bagaimana Anda memberikan saran-saran kepada mereka yang bertanya di rubrik ini. Nah, bersama ini saya juga ingin mengajukan pertanyaan. Kebetulan, saya seorang karyawati berusia 32 tahun (sendiri, tidak lagi bersuami) dengan penghasilan sekitar Rp 3,1 juta tiap bulan. Pengeluaran saya per bulan: Cicilan rumah sebesar Rp 750 ribu (masih sekitar 7 tahun lagi), kemudian Rp 2 juta untuk dibelanjakan, barulah sisanya yang Rp 350 ribu saya tabung.

Sejak setahun yang lalu, saya kok kepengen buka semacam warung atau toko kelontong di rumah. Tapi setelah saya hitung-hitung, saya butuh biaya sekitar Rp 25 juta untuk renovasi, tempat dan membeli barang dagangan. Lha kok pas sekali ada bank yang menawari kredit dengan bunga sekitar 21 ­ 23 persen per tahun. Sebagai jaminannya adalah kendaraan saya.

Terus terang saya sekarang sedang berpikir-pikir untuk mengambil saja pinjaman tersebut karena dana saya sekarang sepertinya memang tidak cukup. Bagaimana menurut Bapak?

S ­ Bandung


Jawab:

Halo Ibu S di Bandung,
Wah, selamat ya Bu atas niatan Anda untuk buka usaha di rumah. Walau sekarang masih tahap mengumpulkan modal, tapi Anda sudah membuktikan untuk mau mencoba. Ini satu langkah lebih maju dibanding selalu ingin buka usaha tapi tidak pernah jalan.

Bu S, sebetulnya bisa saja sih Anda mengambil kredit di bank untuk menambah modal usaha Anda. Tinggal yang mesti diketahui adalah bagaimana Anda mengembalikan. Nah, kalau Anda mengambil kredit, maka pengembalian yang Anda lakukan adalah dengan mencicil pokok dan bunga sampai jangka waktu tertentu. Jadi yang penting, bagaimana caranya agar selama jangka waktu pengembalian Anda bisa lancar dalam membayar cicilannya. Betul nggak Bu?

Sebelum Anda memutuskan meminjam ke bank, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Apa saja?

  1. Berapa yang Anda butuhkan.
    Kalau kebutuhan modal Anda Rp 25 juta, berapa yang akan Anda siapkan dari kantong Anda sendiri? Dari situ, bisa diketahui berapa yang Anda pinjam dari bank. Ingat lho, biasanya semakin banyak yang Anda pinjam, akan semakin besar pula cicilannya setiap bulan. Dan semakin besar cicilan Anda setiap bulan, semakin berkurang juga nanti keuntungan Anda.

  2. Bagaimana Anda akan membayar cicilan setiap bulannya.
    Coba hitung, dari gaji Anda Rp 3,1 juta, sekitar Rp 750 ribu sudah dipakai untuk bayar cicilan rumah. Sisa Rp 2,35 juta. Lalu yang Rp 350 ribu Anda tabung sehingga belanja Anda Rp 2 juta per bulan. Ini berarti Anda tidak punya sisa dalam membayar cicilan bulanan Anda nanti (memang sih, kita belum tahu berapa cicilan bulanan yang harus Anda bayar nantinya). Tapi anggap saja cicilan bulanan yang baru nanti adalah Rp 500 ribu per bulan.

    Lalu, apakah Anda rela mengurangi pengeluaran Anda yang Rp 2 juta per bulan menjadi Rp 1,5 juta per bulan? Terserah Anda. Apakah Anda tidak bisa membayar cicilan tersebut dari penjualan warung atau toko kelontong Anda setiap bulannya? Bisa dong. Tapi biasanya usaha yang baru berjalan penghasilannya mungkin belum akan stabil dan tidak tetap besarnya.

    Padahal cicilan kredit ke bank wajib dibayar dengan jumlah yang biasanya tetap setiap bulannya. Karena itu, akan berisiko kalau belum apa-apa Anda sudah mengandalkan pemasukan dari usaha yang baru saja berjalan untuk membayar cicilan. Jangan deh Bu. Untuk pertama-tama, andalkan dari gaji Anda saja dulu. Tapi dengan kondisi pengeluaran bulanan Anda seperti sekarang, bisa nggak Anda mengandalkan gaji? Cuma Anda yang bisa menghitungnya.

  3. Jumlah Cicilan yang Anda Bayar.
    Bu S, saya selalu mengatakan bahwa kalau Anda membayar cicilan dari kredit apa saja, usahakan agar jumlahnya tidak melebihi dari 30 persen dari penghasilan Anda. Ingat, sebaiknya jangan langsung mengandalkan penjualan dari usaha lho Bu, jadi kita mengandalkan dari gaji saja terlebih dulu ya.

    Nah, kalau gaji anda Rp 3,1 juta, maka total cicilan bulanan Anda sebaiknya tidak lebih dari Rp 930 ribu per bulan. Itu sudah total lho Bu. Sekarang, cicilan rumah Anda saja sudah Rp 750 ribu. Ini berarti, batas penghasilan yang masih bisa Anda gunakan untuk membayar cicilan hanya Rp 180 ribu per bulan.

    Kayaknya enggak mungkin ya Bu cicilan ke bank hanya sejumlah itu. Pasti lebih. Bahkan yang jangka waktu pembayarannya panjang sekalipun. Ya kan? Jangan menganggap bahwa kalau Anda punya agunan, Anda leluasa untuk meminjam. Ingat, Anda tetap harus membayar cicilannya kan? Sementara jumlah cicilan rumah Anda saja yang sekarang sudah cukup besar. Bukan begitu?

Nah bu, melihat kondisi Anda, saya sih tidak menyarankan Anda mengambil pinjaman sebesar Rp 25 juta. Ada baiknya kalau Anda menurunkan jumlah pinjaman Anda dan lebih banyak memanfaatkan dana yang Anda miliki sendiri. Kalau perlu, Anda mulai dengan modal yang tidak sampai Rp 25 juta terlebih dahulu. Yang penting, biarkan usahanya berjalan terlebih dahulu dengan segala keterbatasannya. Nantilah kalau usahanya sudah lebih berkembang, kita bisa lihat lagi apa yang bisa Anda lakukan.

Salam.
Safir Senduk
Perencana Keuangan




kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Undang Kami | Kamus Keuangan | Referensi


© 2000 Safir Senduk & Rekan