PILIHAN MATA UANG
DANA PENDIDIKAN

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 679/XIV

Pak Safir yang terhormat,

Saya ibu rumah tangga (29 tahun) bermaksud memilih tabungan pendidikan di sebuah bank swasta. Dalam brosurnya disebutkan, penyimpanan bisa dalam rupiah atau dolar AS. Pertanyaan saya:

Mana yang saya pilih: rupiah atau dolar, bila jangka waktunya untuk 20 tahun mendatang? Saya khawatir, 20 tahun lagi uang Rp 100 juta tidak ada artinya.

Jika saya ambil dolar, bagaimana kira-kira fluktuasinya? Mungkinkah dolar melemah pada jangka 20 tahun lagi.

Bagaimana dengan reksa dana? Apakah ini pilihan yang baik untuk dana pendidikan?

Sekian dan terima kasih atas kesediaan Pak Safir menjawab surat ini.

Ny. H - Jakarta


Jawab:

Ibu H. di Jakarta

Berikut ini jawaban saya:

Saya menyarankan agar Anda menetapkan terlebih dahulu kemana Anda ingin menyekolahkan anak Anda: ke Indonesia atau ke luar negeri. Kalau Anda ingin menyekolahkan anak Anda ke Indonesia, maka saya sarankan Anda menabung dalam rupiah. Mungkin Anda bertanya bagaimana bila nilai rupiah makin terpuruk? Karena itu, yang harus Anda lakukan adalah dengan menghitung terlebih dahulu berapa perkiraan dana pendidikan anak Anda kelak (saya yakin di bank Anda tersedia fasilitas penghitungannya).

Jangan lupa, masukkan unsur inflasi dalam perkiraan itu. Sebagai contoh, bila saat ini biaya pendidikan adalah Rp 1 juta. Lima tahun lagi, dengan asumsi kenaikan 10 persen per tahun, maka biaya pendidikan diperkirakan sudah menjadi Rp 1,6 juta lebih. Barulah, setelah angkanya diperkirakan, menabunglah tiap bulan untuk mengejar jumlah tersebut.

Sekali lagi, bila Anda membayar uang sekolah anak Anda dengan rupiah, maka menabung saja dalam rupiah. Kalau masalah takut nilai rupiah terpuruk, toh biaya pendidikannya kelak memang sudah diperkirakan angkanya bukan? Jadi tidak usah khawatir. Perkirakan berapa jumlah biaya pendidikannya kelak dan menabunglah untuk mengejar jumlah yang sudah diperkirakan tersebut. Sekali lagi, bila anak Anda akan disekolahkan di Indonesia, menabunglah dalam rupiah.

Tentu saja kalau Anda menabung dalam bentuk dolar AS, akan ada risiko fluktuasi. Kalau Anda tanya saya mengenai bagaimana fluktuasinya, saya juga tidak bisa memperkirakan berapa harga dolar AS pada masa mendatang. Bisa saja harganya menjadi Rp 15 ribu per dolar, tapi bisa juga turun menjadi Rp 4 ribu per dolarnya. Saya tidak bisa memastikan akan menjadi berapa harga dolar kelak.

Tapi yang jelas, kalau harga dolar jadi lebih mahal daripada sekarang, Anda akan makin kerepotan karena kemampuan Anda untuk membeli dolar semakin berkurang. Ini karena penghasilan Anda dalam rupiah. Sebagai contoh, setiap bulan Anda harus menabung sebesar 100 dolar. Dengan kurs Rp 9.000, ini berarti Anda harus keluar uang Rp 900 ribu untuk bisa mendapatkan 100 dolar.

Bila tahun depan harga dolar menjadi Rp 12.000 ini berarti untuk bisa mendapatkan 100 dolar, Anda harus mengeluarkan Rp 1,2 juta. Itulah risiko Anda.

Tapi bila harga dolar turun, ya, untung di Anda. Sekarang menurut Anda: harga dolar di masa datang akan naik atau turun? Saya sendiri tidak tahu bu. Jadi saran saya untuk Anda, menabunglah dalam dolar kalau memang Anda berniat untuk menyekolahkan anak Anda ke luar negeri.

Reksa dana adalah alternatif investasi yang bisa Anda pilih selain tabungan pendidikan di bank. Namun tidak ada jaminan keuntungan yang akan Anda dapatkan seperti dalam tabungan. Meski begitu, pada umumnya, hasil investasi yang Anda dapatkan dari reksa dana bisa lebih tinggi dibanding pada tabungan. Saran saya, kalau Anda mengambil reksa dana untuk persiapan dana pendidikan anak Anda, jangan lupa mengambil juga asuransi jiwa untuk berjaga-jaga kalau terjadi risiko kematian pada diri Anda.

Sekarang pilih yang mana? Pertama-tama, tentukan mata uang mana yang sebaiknya Anda pilih: dolar atau rupiah. Pertanyaan berikut: pilih tabungan pendidikan atau reksa dana? Begini saja, Bu. Karena Anda belum pernah masuk ke reksa dana, bagaimana kalau Anda buka dua-duanya? Caranya bagaimana? Pilih tabungan pendidikan untuk persiapan anak Anda masuk TK dan SD. Sedangkan untuk persiapan SMP, SMU, dan Perguruan Tinggi, coba Anda lakukan melalui Reksa Dana.



kembali

Peta Situs | Berita Terbaru | Surat | Hubungi Kami
Profil | Jasa yang Ditawarkan | Artikel | Buku | Agenda


© 2000 Safir Senduk & Rekan